Ketika Kritik Menuai ‘Drop Out’

Kritik itu biasa bagi orang berpikir. Begitu kata mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin. Tetapi, apa jadinya jika kampus justru alergi terhadap kritik?

Inilah yang terjadi pada Ronny Setiawan. Selasa (5/1/2016), mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Jakarta ini dipecat alis drop out dari kampusnya lantaran mengeritik kebijakan Rektor.

Dalam surat pemecatan yang diteken langsung oleh Rektor UNJ, Prof Dr Djaali, tertanggal 4 Januari 2016, Ronny dituduh melakukan kejahatan berbasis teknologi dan tindakan penghasutan.

Dalam petisi yang digalang oleh Aliansi Mahasiswa UNJ Bersatu, ada keterkaitan antara keputusan Rektor ini dengan aksi demonstrasi mahasiswa untuk memprotes kebijakan Rektor. Kebetulan, Ronny adalah Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNJ.

Diceritakan juga, sejak 23 Desember 2015, mahasiswa mengeritik sejumlah kebijakan kampus, seperti carut-marutnya parkiran kampus, persoalan Kuliah Kerja Nyata, pemutusan beasiswa PPA/BBM, kepindahan FMIPA UNJ, permasalahan dalam transparansi UKT, dan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen FIS UNJ.

Tidak jarang, kritik mahasiswa itu tersalurkan di media sosial dan broadcast blackberry messsenger. Salah satunya dengan munculnya tulisan anonim berjudul Almanak Kepemimpinan Rektor Djaali. Tulisan itu sangat pedas mengeritik kebijakan kampus di bawah Rektor Djaali.

Hingga, pada 29 Desember 2015, untuk mengurai berbagai persoalan tersebut, berbagai organisasi mahasiswa di lingkungan UNJ menggelar Focus Group Discussion (FGD). Namun, oleh pihak birokrat kampus, FGD itu dimaknai sebagai aksi demonstrasi.

Kemudian, pada 30 Desember 2015, melalui perantaraan BEM UNJ, Aliansi Mahasiswa UNJ Bersatu mengirimkan surat permohonan audiensi kepada Rektor UNJ.

“Tujuannya adalah untuk meminta penjelasan dan klarifikasi atas kebenaran isu yang beredar di kalangan mahasiswa UNJ. Sekaligus meminta penjelasan terkait beberapa isu dalam kampus,” tulis Ahmad Firdaus selaku Koordinator Aliansi Mahasiswa UNJ Bersatu dalam petisi yang dibuat di change.org.

Rupanya, upaya mahasiswa itu ditanggapi oleh Rektor UNJ. Pada tanggal 4 Januari 2015, keluar surat pemanggilan kepada orang tua Ronny. Besoknya, 5 Janyari 2015, keluar Surat Keputusan Rektor Universitas Negeri Jakarta Nomor : 01/SP/2016 tentang pemberhentian Ronny Setiawan sebagai mahasiswa FMIPA UNJ.

Ronny sendiri sangat menyayangkan pemberhentian dirinya sebagai mahasiswa UNJ. Ia menilai, alasan pemberhentian dirinya sangat subjektif dan sulit dipertanggung-jawabkan. Ronny sendiri berencana melakukan segala upaya untuk merebut kembali haknya sebagai mahasiswa UNJ.

Di jejaring sosial, khususnya twitter, muncul tagar #saveronny. Juga ada petisi yang menuntut agar Rektor UNJ segera mencabut SK DO tersebut.

Risal Kurnia

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid