Ilmuwan Tiongkok Apresiasi Obat Kanker Kuba

Beijing, Berdikari Online — Ilmuwan Tiongkok menyoroti dampak sosial dari Nimotuzumab di Tiongkok. Nimotuzumab merupakan antibodi monoklanal yang telah disetujui untuk pengobatan kanker pankreas.

Atas nama Chinese Society of Clinical Oncology atau Masyarakat Klinik Onkologi Tiongkok, dr. Qin Shukui menyampaikan terima kasih kepada perusahaan join Sino-Kuba Biotech Pharma (BPL) untuk perluasan penerapan obat-obatan tersebut di Tiongkok, hingga terapi kanker nasofaring (hidung).

Dikutip dari laporan Prensa Latina Minggu (5/8), para peneliti melihat hasil positif dari ujicoba klinis yang dapat bermanfaat bagi lebih banyak pasien dengan tipe kanker tersebut.

Dr. Qin Shukui juga mengapresiasi Akademi Ilmu Pengetahuan Kuba dan pentingnya industri biomedik di negeri tersebut.

Prestasi

Kuba telah mencatat banyak prestasi dalam pengembangan ilmu kesehatan dan obat-obatan, termasuk dalam pengobatan kanker dan diabetes. Temuan pengobatan bernama Heberprot-P telah diakui oleh National Institute Health (NIH) dapat mencegah terjadinya amputasi pada penderita diabetes yang mengalami pembusukan kaki.

Pada tahun 2018 USA Today melaporkan warga negara AS yang bersiasat dengan berbagai larangan untuk dapat berobat ke Kuba. Selama pemerintahan Barack Obama, ketika blokade ekonomi terhadap Kuba sedikit dikendorkan, jumlah warga negara AS yang melakukan perjalanan ke Kuba untuk pengobatan kanker mengalami peningkatan. Meskipun perjalanan untuk tujuan pengobatan tersebut masih masuk dalam kategori terlarang.

Selama pemerintahan Donald Trump jumlah ini menurun karena adanya larangan perjalanan ke Kuba untuk seluruh kategori tujuan. Meski demikian, tetap ada warga AS yang tetap melanggar larangan tersebut karena tidak memiliki pilihan pengobatan lain.

Selain Nimotuzumab dan Heberprot-P, temuan lainnya adalah vaksin anti-kanker paru-paru bernama CIMAvax. Cara pengobatan dengan antibodi monoklanal ini memiliki efek samping yang jauh lebih ringan dibandingkan cara konvensional seperti kemoterapi. Vaksin ini sudah digunakan di beberapa negara seperti Argentina, Bosnia, Kazakhstan, Paraguay dan Peru.

(Dom)

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid