Harapan Besar dari Partainya Rakyat Biasa

Di tengah riuh-rendah politik menjelang pemilu 2024, Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas). 

Acara Rapimnas berlangsung pada 3-5 Desember 2021 di Jakarta. Ini pertama kalinya partai yang dideklarasikan pada 1 Juni 2021 ini menggelar Rapimnas.

Hampir 200-an pengurus PRIMA, dari Sabang sampai Merauke, dari kepengurusan tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), dan Dewan Pimpinan Kota/Kabupaten (DPK), berkumpul untuk merumuskan kerja-kerja politik mendesak partai menuju pemilu 2024.

Rapimnas juga melibatkan organisasi massa yang ikut menginisiasi pembentukan PRIMA dan partai politik yang menyatakan keinginan bergabung dengan PRIMA.

“Kita mau memantapkan langkah menuju pemilu 2024, agar bisa lolos verifikasi KPU dan menang pemilu,” kata Ketua Panitia, Ahmad Rifai, kepada berdikarionline.com, Jumat (3/12/2021).

Rifai mengungkapkan, saat ini partainya sudah berdiri di seluruh Provinsi, 405 Kabupaten/Kota dan 5015 Kecamatan. Selain itu, jumlah anggota yang memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) sudah mencapai 25 ribu orang.

Di atas kertas, PRIMA tidak terlalu sulit untuk melewati proses verifikasi KPU. Namun, disamping urusan lolos verifikasi, partai ini punya mimpi dan harapan besar.

“Kita bukan sekedar mau lolos verifikasi, bukan sekedar pergantian kekuasaan, tetapi mendorong perubahan sistem ekonomi dan politik,” kata Ketua Umum PRIMA, Agus Jabo Priyono, saat berpidato di pembukaan Rapimnas.

Agus Jabo mengibaratkan Indonesia seperti tubuh yang tengah digerogoti beragam penyakit, seperti kemiskinan, ketimpangan ekonomi, korupsi, dan pembatasan hak-hak politik rakyat.

Menurut dia, penyakit-penyakit itu berkaitan dengan penguasaan kehidupan berbangsa dan bernegara oleh segelintir orang, yaitu oligarki.

“PRIMA sebagai dokter yang akan menyembuhkan bangsa Indonesia dari penyakit-penyakit itu,” jelasnya.

Agus Jabo menyadari, agar itikad politik mulia itu bisa terwujud, partainya tak bisa tampil biasa-biasa saja layaknya partai-partai hari ini.

“Oligarki mempertahankan kekuasaannya dengan sumber daya uang dan sumber daya lainnya, tidak mungkin kita mampu menghadapi mereka dengan gaya mereka. Kita harus membangun karakter politik yang berbeda dengan mereka,” ujarnya.

Partainya Rakyat Biasa

Di Rapimnas yang berlangsung tiga hari itu, PRIMA menegaskan tagline: partainya rakyat biasa.

“Rakyat biasa merujuk pada lapisan luas masyarakat di luar lingkaran elit atau oligark yang menguasai sumber daya ekonomi dan politik. Kita juga menyebutnya kaum 99 persen,” kata Sekretaris Jenderal PRIMA, Dominggus Oktavinus.

Menurut Dominggus, partainya berharap tagline “partainya rakyat biasa” itu bisa mewakili semua lapisan masyarakat yang belum menikmati kue pembangunan, yang tersisihkan karena diskriminasi, dan suaranya kerap diabaikan.

“PRIMA berkehendak menjadi kendaraan politiknya rakyat biasa,” ujar mantan Ketua Umum Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) ini.

Dia pun meyakinkan, PRIMA akan membumikan tagline itu dalam semua sikap, kebijakan, maupun kerja-kerja politiknya.

Menawarkan Kebaruan

Forum Rapimnas juga menyadari tantangan yang dihadapi oleh PRIMA sebagai partai baru.

“Kita harus dikenal oleh rakyat, seluas-luasnya. Tanpa dikenal, tak mungkin rakyat menyukai dan memilih kita,” kata Wakil Ketua Umum PRIMA, Alif Kamal.

Alif mengatakan, peluang politik bagi partai baru sebetulnya sangat besar, hanya saja butuh kreativitas untuk mendongkrak popularitas partai baru.

“Party-ID kita itu rendah, hanya 12 persen. Massa tidak loyal atau floating mass di setiap pemilu berkisar 40 persen. Jadi, ada banyak pemilih yang belum punya afiliasi politik yang saklek,” tegasnya.

Karena itu, menurut dia, PRIMA akan menawarkan kebaruan dalam politik Indonesia. Selain menyuguhkan wajah-wajah baru yang segar, PRIMA juga akan menghadirkan narasi-narasi baru.

Selain itu, kata dia, partainya juga akan merespon isu-isu politik yang ramai diperbincangkan dan menyangkut hajat hidup rakyat banyak. 

“Seperti respon kami pada isu PCR, yang sejak awal didorong oleh komitmen kami pada politik antikorupsi dan pemerintahan bersih, berhasil menaikkan popularitas partai kami. Kami satu-satunya partai yang berani berbicara soal ini,” tegasnya.

Menawarkan Solusi

Forum Rapimnas juga membedah persoalan-persoalan mendasar yang membelit bangsa ini, baik secara ekonomi maupun politik.

Secara ekonomi, PRIMA menyoroti persoalan ketimpangan, ketergantungan pada ekonomi ekstraktif, dan liberalisasi ekonomi. 

Sementara pada aspek politik disinggung soal korupsi, menguatnya dominasi politisi merangkap pebisnis, dan kemunduran demokrasi.

Dalam materi presentasi Rapimnas disebutkan soal oligarki sebagai akar dari berbagai persoalan ekonomi dan politik tersebut.

Untuk mengatasi persoalan itu, rapimnas PRIMA memutuskan sejumlah solusi.

PRIMA mengusung program yang disebut “politik kesejahteraan” sebagai solusi atas persoalan ketimpangan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Esensi dari politik kesejahteraan ini adalah pajak yang berkeadilan, jaminan hak dasar rakyat, dan lapangan kerja dan upah layak.

Untuk pajak berkeadilan, PRIMA mewacanakan pemberlakuan pajak warisan, pajak capital gain, dan pajak tambahan untuk tanah dan bangunan yang menganggur atau tidak produktif.

Sementara untuk jaminan hak dasar, PRIMA memperjuangkan wajib belajar 12 tahun dan kuliah gratis, program jaminan kesehatan rakyat semesta (Jamkesrata), program “rent control” untuk mengontrol harga sewa tempat tinggal, dan memperjuangkan pengangkatan tenaga honorer sebagai ASN.

PRIMA juga memperjuangkan lapangan kerja dan upah layak dengan mendorong investasi yang berkualitas dan menyerap banyak tenaga kerja, menggeser paradigma pengupahan dari “upah minimum” (minimum wage) menjadi “upah layak” (living wage), dan jaminan hidup (unemployment benefit) bagi mereka yang kehilangan pekerjaan atau pekerja dengan upah rendah.

Untuk memperkuat ekonomi nasional, PRIMA mengusung program yang disebut “ekonomi berdikari” dengan menekankan industrialisasi nasional, pertanian yang modern, dan penguatan UMKM.

Untuk persoalan politik, PRIMA akan memperjuangkan UU anti-oligarki, demokratisasi pemilu dengan menghapus ambang batas, pemberantasan korupsi, dan politik rekognisi bagi kelompok sosial yang terpinggirkan. 

Forum Rapimnas juga mengamanatkan agar PRIMA merespon isu-isu strategis yang menyangkut hajat hidup rakyat banyak, seperti bansos yang salah sasaran, kekerasan seksual, korupsi, dan konflik agraria.

Selain itu, forum Rapimnas juga tak tutup mata terhadap persoalan yang dialami oleh rakyat di Papua. 

PRIMA menyerukan agar pemerintah mengubah cara pandang dalam melihat Papua, mendorong dialog seluas-luasnya, dan pembentukan Dewan Rakyat Papua (DRP).

Berdiri di Kaki Sendiri

Forum Rapimnas juga menegaskan agar partai berdiri di atas kaki sendiri, termasuk dalam membangun ekonomi anggota dan keuangan partai.

“Partai harus hidup dari kekuatannya sendiri, kita tidak boleh bersandar kepada oligarki, karena kita anak kandung rakyat, maka kekuatan kita itu ada pada rakyat,” pesan Agus Jabo kepada forum Rapimnas.

Bentuk konkretnya, Agus Jabo menyerukan agar PRIMA mendorong rakyat membangun koperasi-koperasi yang mengolah semua potensi ekonomi rakyat dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital.

“Partai kita harus mampu mengkoneksikan potensi-potensi ekonomi rakyat biasa tersebut, menjadi kekuatan ekonomi rakyat biasa yang luar biasa,” imbuhnya.

Dia pun menegaskan, membangun ekonomi rakyat lewat koperasi merupakan jalan untuk melepaskan ketergantungan pada oligarki.

Sementara itu, demi membangun keuangan partai, forum Rapimnas sepakat untuk mengaktifkan iuran partai senilai Rp 10 ribu per bulan. 

“Iuran itu akan dipakai untuk membiayai kegiatan dan semua kebutuhan operasional partai,” jelas Bendahara Umum PRIMA, Diena Mondong.

Selain itu, kata Diena, PRIMA juga akan menggalang crowdfunding yang disebut “urung dana gotong-royong” sebagai cara untuk mengajak rakyat biasa berpartisipasi mendanai perjuangan partai.

“Kalau partai oligarki dibiayai oleh oligarki, maka partainya rakyat biasa dibiayai oleh rakyat biasa,” katanya.

Selanjutnya, kata Diena, PRIMA akan rutin melaporkan pemasukan dan penggunaan keuangannya kepada publik sebagai bentuk komitmen partainya terhadap transparansi dan politik anti-korupsi.

RINI HARTONO

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid