Agus Jabo Priyono: PRIMA Siap Menyongsong Perubahan Peradaban

Berikut ini merupakan pidato yang disampaikan oleh Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), Agus Jabo Priyono, saat pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke-1 PRIMA, Jumat (3/12/2021), di Jakarta.

Dipublikasikan di sini
untuk tambahan informasi sekaligus memperkaya diskusi politik publik.


Kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendiri bangsa dengan pengorbanan yang tak terhingga, jiwa tanpa pamrih, semangat satu nasib satu tujuan, agar bangsa Indonesia bebas dari kapitalisme, imperialisme, kolonialisme, fasisme, feodalisme, sebagai syarat untuk mewujudkan Indonesia yang berdikari, demokratis, maju, adil dan makmur, sampai sekarang belum terwujud.

Belum ada keadilan hidup di Indonesia!

Jatuhnya Suharto dari kekuasaan Orde Baru, oleh gelombang gerakan mahasiswa dan rakyat yang menuntut demokrasi dan keadilan sosial, belum mampu mengubah struktur kepemilikan aset, reformasi justru menjadikan Indonesia jatuh ke dalam sistem liberal kapitalistik, yang kemudian melahirkan OLIGARKI, sumber daya alam dan sumber daya lainnya, kembali dikuasai oleh segelintir orang.

Kemiskinan dan kesenjangan sosial begitu tajam, Indonesia kembali ke masa gelap era kolonialisme, sumber daya hanya dikuasai segelintir orang, 1% orang, aturan hidup berbangsa dan bernegara, UU, baik ekonomi, politik dan sosial, bertentangan dengan cita-cita proklamasi, bertentangan dengan Preambule UUD 1945.

Oligarki, membangun benteng kekuasaannya sendiri, menjadikan negara hanya berpihak serta menjadi alat, bagi segelintir orang super kaya, yang berkuasa atas Partai Politik, Lembaga Politik, UU, Birokrasi, hukum, dan lain-lain. Segelintir orang super kaya ini menguasai system ekonomi dan politik, menguasai kehidupan bangsa Indonesia. Salah satu bentuk penguasaan tersebut adalah UU No 11/2020, UU Cipta Kerja yang belum lama ini dinyatakan oleh MK sebagai UU yang inkonstitusional.

Di sisi lain, kehidupan bangsa Indonesia, kehidupan rakyat biasa, kehidupan 99% orang, selalu dihantui kecemasan, ketidakpastian.

Revolusi belum selesai, tugas kita kaum muda Indonesia, untuk menyelesaikan revolusi tersebut, dengan cara membuang penyakit-penyakit yang menggerogoti kehidupan bangsa Indonesia, dengan PRIMA sebagai dokter yang akan menyembuhkan bangsa Indonesia dari segala penyakit tersebut.

Partai Rakyat Biasa

PRIMA adalah Partai yang lahir dari rahimnya rakyat biasa, Partai rakyat biasa.

Rakyat biasa adalah orang kebanyakan, bukan orang kaya, bukan orang yang duduk di kekuasaan. Mereka adalah petani, nelayan, buruh, guru, pedagang kaki lima, sopir, tukang ojek, kuli bangunan serta golongan masyarakat yang hidup dari jerih payah mereka sendiri, dari keringat mereka sendiri.

Rakyat biasa ini mayoritas penduduk Indonesia, baik yang tinggal di kota maupun di desa, mendapatkan penghasilan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan kadang serba kekurangan.

Walupun rakyat biasa ini menjadi mayoritas penduduk, 99% orang, tetapi belum menjadi penentu dalam merumuskan arah serta kebijakan dalam pembangunan ekonomi, karena mereka hanya menjadi objek dari kebijakan yang dikuasai oleh segelintir orang.

Mengapa bisa demikian, karena mayoritas rakyat biasa ini menitipkan nasib kehidupan politiknya kepada Partai yang hanya memanipulasi suara mereka. Partai tersebut walaupun bernarasi dan bergaya rakyat biasa, mereka adalah Partai yang sejatinya hanya membela kepentingan segelintir orang, kepentingan korporasi maupun kepentingan kapital.

Akibat depolitisasi yang terjadi di masa lalu, floating mass, kesadaran palsu ini begitu kuat melekat dalam prilaku politik masyarakat kita sampai sekarang.

Sampai saat ini rakyat yang menyatakan dirinya terafiliasi dengan Partai politik hanya sekitar 20 an persen. Sisanya masih mengumbang, dengan sikap politik yang berubah-ubah, ini persoalan sekaligus peluang besar bagi PRIMA untuk merebut pengaruh politik.

Di tengah kesadaran palsu masya rakyat dan kuatnya dominasi oligarki, untuk menang dalam pertarungan politik, sejauh mana PRIMA mampu membongkar dan mengubah kesadaran palsu tersebut menjadi kesadaran politik sejati, dengan memutus mata rantai hegemoni dan manipulasi kesadaran politik yang dipasok oleh oligarki tersebut, dengan tidak lagi menggantungkan nasib hidupnya kepada oligarki.

Memang bukan perkara mudah, tetapi itu kondisi objektif yang harus kita hadapi.

Dengan kondisi objektif tersebut, PRIMA harus terus berada di tengah-tengah massa rakyat, PRIMA tidak boleh mengambil jarak dengan rakyat biasa, PRIMA harus mampu mendengarkan serta merasakan problem kehidupan yang mereka hadapi.

Kemiskinan bukanlah nasib belaka, tetapi karena problem structural, problem system dan kekuasaan yang tidak adil, jadi PRIMA harus berjuang bersama mereka untuk mengubah nasib kita bersama, nasib bangsa, dengan cara menuntut kepada negara untuk membela kepentingan rakyat banyak, rakyat biasa, bukan kepentingan orang kaya dan korporasi.

Tidak ada jalan lain, untuk mengubah nasib tersebut, rakyat biasa harus membangun alat politiknya sendiri, yang menjadi wadah perjuangan bagi rakyat biasa itu sendiri.

Bagaimana cara Partai oligarki bisa memenangkan suara mayoritas rakyat biasa tersebut?

Selain memanipulasi kesadaran rakyat biasa, dengan sumber daya yang mereka kuasai, melalui demagogi pencitraan yang didukung oleh media massa, media sosial, influenser, buzzer, lembaga survey, sogokan, penguasaan terhadap birokrasi dan aparatus negara lainnya, dengan membangun musuh yang semu untuk memecah belah masyarakat, Oligarki juga menghambat partisipasi politik rakyat biasa melalui UU Partai Politik dan UU Pemilu yang sangat berat.

Partai rakyat biasa harus lebih kuat, kuat kesadarannya, kuat impiannya, kuat persatuannya, kuat militansinya, kuat perjuangannya, kuat dukungan dari rakyat biasa, membangun logistik bersama rakyat biasa, itulah sumber daya Partai kita, bukan justru kita sebagai Partai rakyat biasa berpikiran dan berperilaku politik meniru gaya oligarki, dengan bergaya formalis parlementaris.

Sebagai alat politik dari rakyat biasa, kita harus keluar dari budaya politik oligarki yang menjadikan kesadaran palsu dan sogokan sebagai alat untuk memenangkan pertarungan, kita harus mengajak rakyat turun ke gelanggang, membangun gerakan, membongkar langkah busuk politik mereka, dengan menjadikan PRIMA sebagai rumahnya, alat perjuangan untuk mewujudkan cita-citanya, yaitu Indonesia yang adil, makmur, aman dan damai.

Partai Pergerakan

Dunia sudah berubah, system penghisapan lama sudah berubah bentuk, jika modernisasi ditandai dengan ditemukannya mesin uap, mesiu, kompas, penaklukan umat manusia dan penguasaan sumber daya dengan kekerasan, sekarang ini kehidupan berada di bawah kuasa digitalisasi, media konvensional berubah menjadi digital, mata uang dari kertas menjadi emoney, energi dari fosil menjadi biofull, belanja online, alat transportasi online, system pemilu pun di negara-negara lain sudah berubah dari manual ke digital.

Tetapi walupun terjadi perubahan kehidupan ke digitalisasi, penguasaan terhadap alat produksi tersebut masih terkonsentrasi ke segelintir orang super kaya, Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, Gojek, Gopay, OVO. Twitter, FB, IG, Tiktok, Youtube, telah meruntuhkan dominasi koran, televisi, radio dan pasar tradisional.

Di tengah era digitalisasi peradaban ini, umat manusia sedang menghadapi persoalan baru yaitu lingkungan dan kesehatan, menurut hasil riset Federasi Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah (IFRC) yang dirilis pada 26 November 2021 menyebutkan bahwa ada kekhawatiran mengenai dampak sekunder yang dahsyat dari pandemi yang akan dirasakan masyarakat beberapa tahun mendatang.

Masyarakat biasa akan semakin terpojok dengan dampak yang dirasakan dari perubahan iklim, kemiskinan, serta konflik.

Walaupun dalam batas tertentu, setiap orang sekarang ini bisa mengekspresikan kehidupannya di media-media tersebut. Gerakan anti elit dengan varian isunya pun masih terjadi di mana-mana.

Partai kita harus memahami perubahan zaman ini, dan mampu untuk berselancar di arus perubahan peradaban ini, dengan tetap teguh di garis perjuangan dalam mewujudkan kehidupan umat manusia yang adil, makmur dan damai.

Kita harus memanfaatkan perkembangan dunia digital ini untuk kepentingan politik kita, kepentingan politik bangsa Indonesia, dalam melawan oligarki. Jika kita tidak masuk memanfaatkan, maka kita akan ditinggal oleh sejarah, menjadi orang pandir yang bingung di tengah kerasnya arus perubahan tersebut.

Seperti yang sudah kita pahami bersama, walaupun terjadi perubahan yang dasyat karena digitalisasi ini, tidak secara otomatis juga menjadikan kehidupan manusia menjadi, adil, setara dan damai. Perubahan itu masih dikuasai dan dikendalikan oleh orang-orang super kaya, 1% orang, yang menguasai kehidupan 99% orang, termasuk di Indonesia.

Ini tidak adil, dan keadilan tidak bisa ditunggu, tidak seperti turunnya hujan dari langit, perubahan harus direbut dan dipimpin. Dan posisi kita sudah jelas, kita berada di tengah kaum 99% orang, di tengah rakyat biasa. Di situlah Partai kita berdiri, berposisi, maka untuk menghadapi oligarki, program, strategi taktik, karakter politik kita harus berbeda dengan dilakukan oligarki.

Kita sudah paham, oligarki mempertahankan kekuasaannya dengan sumber daya uang dan sumber daya lainnya, tidak mungkin kita mampu menghadapi mereka dengan gaya mereka. Kita harus membangun karakter politik yang berbeda dengan mereka. Sekutu kita adalah rakyat biasa, mereka adalah kekuatan kita, kita harus mampu menjelaskan kekejaman sistematis oligarki ini kepada rakyat biasa dan kita harus terus bergerak membelejeti kebusukan oligarki ini setiap hari dan mengadvokasi rakyat yang dirugikan oligarki ini secara langsung.

Kekuatan yang kita hadapi kekuatan yang sangat besar, mereka tidak mengenal prinsip Ketuhanan, peri kemanusiaan, kerakyatan, persatuan, dan keadilan sosial, mereka hanya mengenal kekuasaan, keuntungan, dengan cara apapun mereka akan lakukan agar mereka terus berkuasa.

Hanya Partai politik yang konsisten, yang dipercaya dan didukung rakyatlah yang akan mampu menghadapi kekuatan segelintir orang super kaya ini. Perubahan tersebut bisa kita pimpin dengan kerja keras, dan membangun kepercayaan dari rakyat.

Untuk menghadapi kompleksnya persoalan hidup umat manusia sekarang ini, senjata kita adalah Pancasila sebagai filosofi dan landasan melawan musuh rakyat, yaitu Oligarki, dengan PRIMA sebagai alat dan pimpinannya dan rakyat sebagai kekuatan pokok Partai kita.

Walaupun elektoral sebagai jalan politik yang kita tempuh menuju kekuasaan, karakter kita sebagai Partai pergerakan harus terus melekat kuat. Kerja politik yang kita lakukan, bukan sekedar mengganti kekuasaan oligarki tersebut, tetapi mengubah sistemnya, struktur kekuasaan ekonomi dan politiknya, dari kekuasaan segelintir orang menjadi daulat rakyat biasa.

PRIMA berdiri karena sistem yang tidak adil, PRIMA lahir di saat bangsa Indonesia, rakyat biasa, menghadapi kehidupan yang teramat keras, dan PRIMA adalah Partai Pergerakan Rakyat, yang bertugas untuk membongkar sistem liberal kapitalistik ini, menjadi sistem yang menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kemakmuran, prinsip yang menjadikab PANCASILA sebagai landasan hidup berbangsa dan bernegara yang dilaksanakan secara murni dan konskwen!

Perjuangan Kita Meluruskan Sistem

Oligarki telah dengan terang-terangan mengkhianati cita-cita proklamasi, mengkhianati Preambule UUD 1945 yang di dalamnya termaktub Pancasila sebagai dasar negara dan kesejahteraan umum sebagai tujuan negara. Landasan perjuangan kita sangat kuat, yaitu PANCASILA, sebagai filosofi, landasan dan bintang arah bagi bangsa Indonesia untuk mewujudkan impiannya, cita-citanya.

Pancasila menolak penindasan bangsa atas bangsa dan penindasan manusia atas manusia, dan kita sudah paham, kekuasaan oleh segelintir orang, yaitu oligarki, yang berdiri di atas system liberal kapitalistik ini yang menyebabkan kesenjangan sosial, kemiskinan, kemunduran, perpecahan bangsa, telah dengan sengaja menabrak dasar negara Pancasila.

Maka tugas PRIMA adalah mengembalikan system yang menjadi cita-cita Proklamasi, cita-cita para pendiri bangsa, yaitu masyarakat Indonesia yang berdikari, demokratis, tidak hanya politik, tetapi juga demokrasi ekonomi, maju untuk mewujudkan Indonesia yang adil Makmur.

Agar keadilan bisa tegak, yang kuat harus dibatasi, yang lemah harus dilindungi, karena kekuasaan oligarki sekarang ini semakin tidak terkontrol, PRIMA harus berjuang agar di Indonesia memiliki UU Anti Oligarki.

Percaya Dengan Kekuatan Sendiri

Partai harus hidup dari kekuatannya sendiri, kita tidak boleh bersandar kepada oligarki, karena kita anak kandung rakyat, maka kekuatan kita itu ada pada rakyat, dengan menghimpun segala potensi yang dimiliki rakyat, baik ekonomi maupun politik.

Dalam bidang ekonomi, kita harus membangun koperasi-koperasi produksi, baik pertanian, perikanan, tambang rakyat, perkebunan rakyat, koperasi distribusi, dengan memanfaatkan perkembangan peradaban digital sekarang ini.

Partai kita harus mampu mengkoneksikan potensi-potensi ekonomi rakyat biasa tersebut, menjadi kekuatan ekonomi rakyat biasa yang dasyat.

Basis-basis rakyat di tingkat desa dan kelurahan harus memiliki usaha ekonomi rakyat yang mandiri, desa selain memiliki basis produksi, harus memiliki basis keuangan sendiri dalam bentuk lembaga-lembaga keuangan desa, koneksi distribusi hasil produksi sendiri, baik tingkat nasional maupun internasional dan desa harus memiliki aset untuk menghidupi warga masyarakat itu sendiri. Tanpa harus terus menggantungkan hidupnya kepada oligarki.

Itulah tugas Partai kita jika ingin serius melawan dominasi oligarki. Kita harus memiliki impian yang besar, impian yang mandiri, lepas dari watak oportunisme, tidak menggantungkan hidup Partai maupun rakyat biasa kepada oligarki.

Untuk itu setiap kader dan anggota PRIMA harus menjadi propagandis dan organizer, dengan menggunakan media social sebagai arena utama dan ingat, setiap kader PRIMA adalah pimpinan massa di manapun mereka berada.

Untuk mewujudkan impian kita tersebut mau tidak mau, kita harus membangkitkan jiwa perjuangan kita, kader PRIMA harus berjiwa besar, semangat besar, dengan cita-cita besar dan tanggung jawab besar yaitu menang pemilu. Sekali lagi, kita harus menang pemilu! Karena hanya dengan berkuasa, kita bisa membangun segenap jiwa raga bangsa Indonesia.

Dan ingat, kekuasaan yang kita peroleh tersebut bukan untuk berpesta-pesta menikmati kekuasaan, dengan mengambil uang negara, uang rakyat dengan cara yang tidak syah, kita akan menggunakan kekuasaan tersebut sebagai amanat penderitaan rakyat, untuk membebaskan rakyat biasa dari segala belenggu penindasan, menjadikan mereka, rakyat biasa hidup dalam kebahagiaan, kemakmuran dan kedamaian.

Dan jika kehidupan rakyat bahagia, aman dan sentosa, Indonesia pasti akan menjadi negara yang kuat, yang disegani oleh negara lainnya, dan akan mampu untuk menjaga perdamaian dunia.

Sesungguhnya bukan sekedar pergantian kekuasaan yang kita kehendaki, tetapi perubahan sistem, perubahan struktur kekuasaan baik ekonomi maupun politik, dari oligarki menjadi daulat rakyat!

Itulah cita-cita Proklamasi dan itulah cara kita menjunjung tinggi pengorbanan para pahlawan kita, para leluhur kita.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, melindungi dan memudahkan jalan kita.

Siapa yang berjuang, mereka akan menikmati kemenangan!

Salam Rakyat Adil Makmur
Menangkan Pancasila!

Wassalamualaikum War Wab.

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid