Enam Negara Lagi Bergabung Kelompok BRICS

Johannesburg, Berdikari Online – Para Pemimpin negara-negara BRICS telah memutuskan untuk mengundang enam negara lainnya untuk bergabung secara resmi ke dalam blok ekonomi tersebut. Enam negara yang dimaksud adalah Arab Saudi, Argentina, Ethiopia, Iran, Mesir, dan Uni Emirat Arab.

Pengumuman disampaikan Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, dalam rangkaian kegiatan penutupan Pertemuan BRICS 2023 di Johannesburg, Afrika Selatan. Dalam menyampaikan pengumuman ini Cyril Ramaphosa didampingi oleh Presiden RRT Xi Jinping, Presiden Brasil Lula da Silva, Perdana Menteri India Narendra Modi, dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lvov yang menggantikan Presiden Vladimir Putin sebagai kepala delegasi.

Perluasan keanggotaan ini pertama kali terjadi sejak 2010 ketika Afrika Selatan ditambahkan sebagai anggota. Sebelumnya blok ekonomi ini bernama BRIC yaitu Brasil, Rusia, India dan China.

Nama Indonesia sempat disebut-sebut sebagai salah satu kandidat namun ternyata belum disebutkan. Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terkait perkembangan ini.

Keenam negara yang baru diundang tersebut akan menjadi anggota penuh BRICS mulai Januari 2024. Dengan penambahan ini maka negara-negara BRICS+ akan terdiri dari 46 persen populasi dunia dan 37 persen PDB dunia (berdasarkan paritas daya beli).

Selain itu, komposisi baru ini juga menempatkan enam dari sepuluh negara penghasil minyak bumi terbesar di dunia yaitu Arab Saudi, Tiongkok, Rusia, Iran, Uni Emirat Arab, dan Brasil. Sejumlah kalangan mengungkap bergabungnya tiga negara penghasil minyak bumi tersebut akan menjadi pukulan terhadap dominsi penggunaan dollar AS dalam perdagangan minyak bumi (petro dollar).

Tambahan dua anggota dari Afrika juga dipandang sebagai tanda menguatnya momentum dunia multipolar. Sebuah kanal media sosial yang mendukung Pan Afrikanisme, Africa Stream, menyebutkan bahwa tambahan dua negara tersebut akan meningkatkan perwakilan Afrika dalam urusan global.

Pertemuan BRICS tahun 2023 di Afrika Selatan ini tergolong bersejarah karena selain menambahkan anggota dalam jumlah signifikan, juga membicarakan hal-hal penting yang menjadi perhatian negara-negara selatan global. Di antaranya adalah mengenai pembaruan lembaga keuangan global serta penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional untuk menggantikan kedudukan dollar Amerika Serikat.

Pertemuan BRICS+ selanjutnya akan diadakan di Rusia pada tahun depan. Vladimir Putin menyebutkan bahwa tema keamanan global akan menjadi isu utama yang akan dibahas pada pertemuan tersebut.

(Dom)

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid