Dukungan Dana Pertamina Dan Kemenpora Ke Rio Haryanto Dikritik

Dukungan dana dari Perusahaan Minyak Negara (Pertamina) sebesar 5 juta Euro (sekitar Rp 75 miliar) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebesar Rp 100 milyar untuk pembalap Rio Haryanto akan bisa berlaga di ajang Formula 1 menuai kritikan.

Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumberdaya Alam (FNKSDA) menganggap penggunaan dana Pertamina dan Kemenpora untuk mendukung Rio Haryanto adalah bentuk halus dari “perampokan” uang perusahaan negara dan lembaga negara yang sebenarnya milik rakyat.

“Pertamina adalah perusahaan negara dan Menpora adalah institusi negara yang dibiayai dari anggaran negara. Kemudian tidak ada hubungan langsung antara ikutnya Rio Haryanto di Formula 1 dengan kesejahteraan rakyat,” kata Komite Nasional FNKSDA, Muhammad Al Fayyadl, melalui siaran pers, Sabtu (20/2/2016).

Menurut dia, dana dari Pertamina dan anggaran negara lebih baik digunakan untuk kepentingan yang manfaatnya secara langsung dirasakan oleh orang banyak.

Karena itu, Al Fayyadl mendesak Pertamina dan Kemenpora segera membatalkan dukungan keuangan tersebut. Sebaliknya, dia mendesak Pertamina sebagai perusahaan negara dan Menpora sebagai pejabat negara untuk merumuskan program yang lebih substantif yang dapat menyentuh kepentingan rakyat banyak.

“Bukan program yang sifatnya memupuk kebanggaan semu, namun pada kenyataannya tidak ada hubungannya secara langsung dengan perbaikan kehidupan orang banyak,” tegasnya.

Sebelumnya, kritikan juga datang dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi X, Yayuk Basuki. Menurut dia, sumbangan dana sebesar Rp100 miliar dari Kemenpora terlalu besar dan terkesan menghambur-hamburkan uang.

“Saya bukannya tidak mendukung Rio. Tapi jangan pakai APBN dong. Orang kita yang di pinggir jalan masih banyak yang susah makan,” kata Yayuk seperti dikutip viva.co.id, Senin (1/2/2016).

Seperti diketahui, pada hari Kamis (18/2), Rio Haryanto Rio mendapatkan kepastian satu kursi di tim asal Inggris, Manor Racing, untuk musim 2016. Namun hal itu tidak didapatkan dengan mudah. Rio harus membawa dana sponsor senilai 15 juta euro, atau setara Rp225 miliar, untuk mengamankan satu tempat.

Kemenpora mengeluarkan keputusan untuk menyokong Rio sebesar Rp100 miliarSedangkan Pertamina akan bantuan sebesar 5 juta Euro (sekitar Rp 75 miliar).

Muhammad Idris

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid