Darah Juang PRIMA itu Rakyat Biasa

Seremoni pelantikan pengurus Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) se-DKI Jakarta berlangsung sangat sederhana. Namun, di tengah-tengah kesederhanaan itu, ada gelora semangat yang luar biasa.

Sebuah panggung kecil dan sederhana dibuat di tengah perkampungan warga di Taman Kota, Kembangan, Jakarta Barat. Di hadapan panggung sederhana itu berderet ratusan kursi plastik yang hanya dinaungi oleh terpal.

“Panggungnya sengaja dibuat di tengah pemukiman warga karena PRIMA memang partainya rakyat biasa,” kata Nuradim, sekretaris DPW PRIMA DKI Jakarta, kepada berdikarionline.com, Kamis (28/10/2021).

Menurut Nuradim, klaim PRIMA sebagai partainya rakyat biasa bukan sekadar slogan, tetapi juga tercermin dalam kepengurusan partai.

“Ada pengusaha kecil, ibu rumah tangga, buruh, pelaku UMKM, dan pekerja serabutan. Yaa, tidak ada kalangan elit lah,” kata dia.

Hari Kamis (28/10/2021) itu, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, DPW PRIMA DKI Jakarta menggelar seremoni pelantikan pengurus tingkat kecamatan (DPKc) se-DKI Jakarta.

Ratusan pengurus PRIMA dari segenap penjuru Ibukota, yang mewakili 38 kecamatan, menghadiri acara itu. Mereka berbaur dengan warga setempat yang ikut meramaikan kegiatan politik itu.

Menjelang siang, sekitar pukul 10.00 WIB, pengurus pusat PRIMA tiba di lokasi. Ada Ketua Umum Agus Jabo Priyono, Ketua Majelis Pertimbangan partai Mayjen TNI (Purn) R Gautama Wiranegara, Sekretaris Jenderal Dominggus Oktavianus, dan beberapa pengurus DPP PRIMA lainnya.

Kedatangan mereka disambut tepuk tangan dan pekik gegap-gempita. Tak lama berselang, pranatacara mengambil pengeras suara dan mulai membacakan susunan acara.

Lagu “Indonesia Raya” dan “Mars PRIMA” berkumandang untuk membuka acara. 

Partainya Rakyat Biasa

Saat membuka pidatonya, Ketua Umum PRIMA Agus Jabo Priyono mengapresiasi keputusan panitia untuk menyelenggarakan acara secara sederhana di tengah-tengah pemukiman rakyat biasa.

“Pengurus, kader dan simpatisan PRIMA harus terus berada di tengah-tengah rakyat biasa. Dengarkan suara dan jeritan hati mereka,” kata mantan aktivis Pergerakan Islam Indonesia (PII) ini.

Menurutnya, PRIMA sebagai partainya rakyat biasa harus punya pembeda dengan partai-partai sekarang ini yang cenderung elitis dan berjarak dengan rakyat.

Dalam pidato singkatnya, Agus Jabo juga menegaskan komitmen partainya untuk meletakkan Pancasila sebagai landasan filosofis dan ideologis.

“Ruh PRIMA adalah Pancasila. Pancasila itu menolak sistem liberal-kapitalistik dan anak kandungnya saat ini, yaitu oligarki,” kata dia. 

Selain itu, lanjut dia, PRIMA juga berkomitmen untuk mempersatukan unsur-unsur ke-Indonesiaan yang sekarang ini tercerai-berai, yaitu kebangsaan, kerakyatan, dan keumatan. 

“Tulang punggung untuk mewujudkan persatuan itu adalah kaum muda. Mereka yang memperjuangkan keadilan sosial dan kemakmuran,” tegasnya.

Di ujung sambutannya, Agus Jabo menandaskan komitmen PRIMA ketika mendapat kesempatan untuk mengelola kekuasaan.

“Kita akan pergunakan kekuasaan itu sebagai alat untuk membebaskan rakyat dari belenggu penindasan,” tandasnya.

Selepas menyampaikan sambutan, Agus Jabo bersama rombongan menuju ke anak Kali Angke yang tak jauh dari lokasi acara.

Di sana Agus Jabo menanam pohon bambu secara simbolis sebagai bagian dari program naturalisasi sungai mandiri yang digagas oleh DPW PRIMA DKI Jakarta dan Serikat Rakyat Mandiri Indonesia (SRMI).

RINI HARTONO

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid