Akhiri Grain Deal, Rusia Kirim Pangan Gratis Ke Afrika

Rusia menarik diri dari kesepakatan pengiriman biji-bijian pangan (grain deal) yang berakhir pada 17 Juli 2023. Kesepakatan ini mengizinkan Ukraina untuk mengekspor hasil pertaniannya dengan jaminan koridor kemanusiaan oleh Rusia di Laut Hitam. Untuk mengatasi kemungkinan kelangkaan pangan pasca ini, Rusia akan mengirim biji-bijian pangan secara gratis ke negeri-negeri Afrika yang membutuhkan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Dmitry Peskov dalam pernyataan yang dikutip Telesure (19/7) mengatakan negeri-negeri Afrika hanya sedikit mendapatkan manfaat dari Grain Deal ekspor pangan Ukraina.

Dijelaskan bahwa rencana pengiriman pangan ke Afrika ini akan dibicarakan lebih lanjut dalam pertemuan tingkat tinggi Rusia-Uni Afrika di St. Petersburg pada 27-28 Juli mendatang.

“Kami sudah menjalin kontak dengan mitra kami negeri-negeri Afrika; pembicaraan ini akan berlanjut pada pertemuan tingkat tinggi di St. Petersburg,” jelas Petkov.

Pada bulan Maret 2023 lalu Presiden Vladimir Putin berjanji untuk mengirim bahan pangan biji-bijian secara gratis ke negeri-negeri Afrika yang paling membutuhkan setelah berakhirnya Grain Deal.

Ada beberapa alasan Rusia menarik diri dari Grain Deal ini. Putin menyebutkan bahwa janji untuk mengirimkan pangan Ukraina ke negeri-negeri Afrika yang kelaparan ternyata tidak terjadi. Hanya 3 persen dari ekspor tersebut yang masuk ke Afrika. Sementara menurut PBB 44 persen dari ekspor tersebut berakhir di negara-negara berpenghasilan tinggi.

Persoalan Grain Deal ini juga berdampak terhadap komoditi pertanian Rusia yang mengalami kesulitan untuk menembus pasar dunia. Ini janji lain yang menurut Putin tidak ditepati oleh negara-negara Barat.

Selain itu, beberapa analis juga menghubungkan penarikan diri Rusia dengan serangan drone air yang merusak jembatan Krimea baru-baru ini. Jembatan ini memiliki fungsi sangat strategis menghubungkan Rusia dengan Laut Hitam.

Tahun lalu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rusia, Turki dan Ukraina menyepakati Black Sea Grain Inisiative atau yang kemudian disebut Grain Deal. Dalam rentang waktu tersebut Ukraina telah mengekspor 33 juta ton biji-bijian pangan.  

Penarikan diri Rusia dipercaya akan melambungkan harga pangan dunia, berhubung Ukraina harus menggunakan jalur darat untuk ekspor yang kurang efisien. Menurut PBB Grain Deal telah berhasil memangkas harga pangan hingga 20 persen.

(dom)

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid