SRMI Siantar Tolak Kenaikan Tarif PDAM

SRMI Siantar.jpg

Puluhan anggota Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) menggelar aksi massa di kantor PDAM Tirtauli di kota Pematang Siantar, Senin (30/9/2013). Mereka menolak rencana kenaikan tarif air minum sebesar 300 persen.

Menurut Ketua SRMI Siantar, Fransiskus Silalahi, kebijakan itu sangat bertentangan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi seluruh warga Kota Pematangsiantar yang bersifat demokratis dan transparan.

“Kebijakan menaikkan tarif air minum yang hampir mencapai angka rata-rata 300 persen dari sebelumnya sangat bertentangan dengan kehidupan sosial masyarakat di Kota Pematangsiantar. Apalagi, selama ini seakan tak ada pelayanan maksimal serta transparansi keuangan yang diberikan oleh pihak PDAM Tirtauli kepada masyarakat,” ujar Fransiskus.

Lebih lanjut Fransiskus mengatakan, kebijakan tersebut sangat bertentangan dengan amanah konstitusi Indonesia, khususnya pasal 33 Undang Undang Dasar (UUD) 1945. Di dalam ketentuan itu, katanya, bumi, air, dan segala isi yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Karena itu, dalam pernyataan sikapnya, DPK SRMI Kota Pematangsiantar meminta agar Walikota Pematangsiantar segera melakukan pergantian Dirut PDAM Tirtauli karena mengeluarkan kebijakan yang dinilai sangat inskonstitusional.

Aksi yang digelar SRMI Siantar ini sempat diwarnai kericuhan. Penyebab, pihak manajemen PDAM Tirtauli mengerahkan karyawannya untuk menghalangi massa aksi SRMI memasuki areal kantor. Namun, kericuhan itu tidak mengarah ke bentrokan fisik.

Selain itu, akibat aksi saling dorong antara massa SRMI dan karyawan PDAM Tirtauli, pagar kantor perusahaan air minum yang memonopoli layanan air bersih di kota Pemantangsiantar itu pun nyaris rubuh.

Tak lama setelah kejadian itu, kelompok demonstran yang dipimpin oleh St Drs Timbul Panjaitan dan mantan Ketua DPRD Kota Pematangsiantar, Lingga Napitupulu, juga mendatangi kantor PDAM.

Saat kelompok massa kedua ini datang, massa SRMI langsung pun membubarkan diri. Sementara massa Timbul Panjaitan dan Lingga Napitupulu yang berjumlah 20-an orang melakukan orasi-orasi politik di depan kantor PDAM Tirtauli.

Rendi

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut