SRMI Pekanbaru Kecam Penggusuran PKL

SRMI pekanbaru

Penggusuran terhadap pedagang kaki lima di Taman Kota jalan Cut Nya Dhien, Pekanbaru, pada hari Selasa (27/11) lalu, terus menuai kecaman dari berbagai organisasi pergerakan.

Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), organisasi yang selama ini memperjuangkan nasib para pedagang itu, menganggap tindakan Walikota Pekanbaru Firdaus MT sebagai pelanggaran terhadap UUD 1945.

“Tindakan Walikota itu melanggar pasal 27 ayat 2 UUD 1945 tentang hak setiap warga negara mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak,” ujar Ketua SRMI Kota Pekanbaru, Antoni Fitra, kepada Berdikari Online.

Antoni Fitra mengungkapkan, sebelum Firdaus MT berkuasa sebagai Walikota, para PKL dibolehkan berdagang di taman kota. Namun, begitu Firdaus MT berkuasa, PKL taman kota langsung digusur.

“Walikota Firdaus ini tidak punya hati nurani. Ia mestinya memikirkan bagimana mensejahterakan rakyat, eh, malah menggusur mereka,” tegasnya.

Antoni Fitra pun membantah berbagai alasan yang dijejalkan Pemkot Pekanbaru untuk membenarkan penggusuran ini. Diantaranya, pedagang ini dianggap mengganggu ketertiban dan lalu-lintas.

“Kawasan taman kota malam hari sepi dari aktivitas kendaraan. Sehingga dimanfaatkan untuk berjualan serta mengadakan permainan anak-anak. Dan sama sekali tidak mengganggu lalu lintas,” ungkapnya.

Sebaliknya, kata Antoni Fitra, keberadaan pedagang justru membuat taman kota ramai dikunjungi warga masyarakat. “Seharusnya yang difikirkan Walikota adalah bagaimana menata pedagang agar terlihat rapi dan bersih. Misalkan, ia membangunkan fasilitas berdagang yang bagus dan menyediakan tempat sampah,” katanya.

Antoni Fitra juga menyesalkan sikap Walikota Pekanbaru Firdaus MT yang tidak membuka ruang dialog untuk mencari solusi bersama. Menurutnya, tindakan itu tidak demokratis dan sangat sewenang-wenang.

Untuk diketahui, pada hari Selasa (27/11) malam, 500-an petugas Satpol PP menggusur PKL di taman kota Pekanbaru. Tak hanya itu, untuk mencegah PKL kembali berdagang, petugas Satpol PP memblokir jalan menuju ke taman kota.

Begitu Satpol PP menggusur lapak pedagang, sejumlah PKL melontarkan hujatan kepada Satpol PP dan Pemkot. Bahkan, beberapa pedagang meneriakkan, “Hidup Jokowi, turunkan Firdaus MT.”

Ini menandakan kerinduan rakyat, khususnya PKL, akan hadirnya pemimpin seperti Jokowi. Di solo, Jawa Tengah, Jokowi memang dianggap sukses menata PKL tanpa melakukan penggusuran paksa.

Kamis (29/11) malam, PKL menggelar acara tahlilan sebagai bentuk sindiran atas matinya nurani Walikota Pekanbaru.

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut