Serikat Petani Lembata NTT Melakukan Safari

Beberapa hari setelah konsolidasi internal, Minggu, 30 september 2012, Serikat Petani Lembata (SPL) melakukan safari perdana ke beberapa kelompok tani di kabupaten lembata, Nusa Tenggara Timur. Salah satu kelompok tani yang dikunjungi adalah kelompok tani Mama Sayang di desa Lamawolo, kecamatan Ileape Timur, Kabupaten Lembata.

Pertemuan ini dipandu langsung oleh Ketua Serikat Petani Lembata, Benediktus Bala. Dalam pertemuan tersebut, SPL mengajak peserta untuk melihat kembali perjalanan kelompok tani selama ini. Tema yang dibawa dalam pertemuan tersebut adalah “Mau dibawa ke mana kelompok kita”.

“Safari ini sifat nya penting mengingat kompleksnya masalah petani lembata, di satu sisi kelompok-kelompok tani yang telah berdiri masih bergerak sendiri-sendiri, dan masih bergantung pada donasi dari pihak lain,” kata Benediktus.

Ketua kelompok Tani Mama Sayang, Kristiana Klede, meyambut baik kehadiran anggota SPL. Dalam sambutan awalnya, Kristina menegaskan bahwa tujuan berkelompok adalah membangun ekonomi keluarga dan masyarakat.

Pertemuan ini menghasilkan beberapa kesimpulan terkait problem petani, khususnya di desa lamawolo, yaitu probem ketersediaan bibit, jaminan pasar, problem keterbatasan modal, dan persoalan ketiadaan air untuk irigasi.

“Selama ini untuk bisa memenuhi kebutuhan ekonomi, kami menjalankan arisan sesama anggota kami, serta untuk memperlancar kegiatan kelompok kami juga membangun mitra dengan pemerintah Lembata,” ungkap Kristiana.

Sementara itu, salah satu anggota kelompok mama sayang, Esi,  menyoroti pentingnya bibit unggul yang merupakan bibit asli lembata.

“Komoditi yang cocok di desa ini adalah kacang tanah, jambu mente, jagung dan kacang hijau di samping jenis ubi-ubian,” katanya.

Di akhir pertemuan, Benediktus menyampaikan himbauan agar pewadahan dalam bentuk serikat untuk mengkonsolidasikan kekuatan petani dalam menghadapi era global sekarang harus terus dipelihara dan dijalankan.

Rencananya, Serikat Petani Lembata akan terus melakukan safari ke kelompok-kelompok tani yang ada.

Yondris Toulwala

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut