Sambut HUT Kemerdekaan RI, PRD Sulsel Serukan Gerakan Pasal 33

Puluhan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) menggelar aksi teatrikal di bawah jembatan Fly-Over Makassar, siang (16/8), sebagai refleksi menyambut HUT ke-66 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dengan mengangkat tinggi-tinggi cita-cita Revolusi Agustus, PRD mengajak seluruh kekuatan nasional menggelorakan gerakan pasal 33. “Jika hendak menuntaskan Revolusi Agustus, maka salah satu jalannya adalah membumikan pelaksanaan Pasal 33,” ujar Babra Kamal selaku Ketua PRD Sulsel.

Dalam aksinya, sejumlah aktivis PRD mengecat badannya dengan warna putih dan menuliskan sejumlah tuntutan di atasnya. Mereka pun berbaring di jalanan sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan.

Menurut Babra Kamal, situasi sekarang ini sangat jauh dari cita-cita Revolusi Agustus, sebagaimana yang dikumandangkan para pendiri bangsa.

“Jika Revolusi Agustus hendak menghilangkan segala bentuk penjajahan, maka situasi sekarang ini justru menandai kuatnya penjajahan di segala aspek kehidupan bangsa,” katanya.

Karenanya, menurut Babra, cita-cita masyarakat adil dan makmur pun semakin menjauh dari pelupuk mata. Sebaliknya, kata dia, yang kita saksikan setiap hari adalah penghisapan dan penindasan rakyat dimana-mana.

Oleh karena itu, sebagai jalan melanjutkan cita-cita Revolusi Agustus itu, PRD menyerukan “Gerakan Pasal 33”. Tanpa mengembalikan sumber daya alam ke tangan rakyat, kata Babra, maka sulit berbicara kesejahteraan dan kemakmuran.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sulsel, Makbul Muhamad. Katanya, pemerintahan SBY telah membawa Indonesia menjadi bangsa kuli diantara bangsa-bangsa.

“Kita sekarang kembali menjadi bangsa terperintah, bangsa kuli. Ini bertentangan dengan cita-cita kemerdekaan,” katanya.

Menurut Makbul, proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1947 baru pernyataan kemerdekaan politik. Sementara kemerdekaan ekonomi, yang meliputi kemakmuran seluruh rakyat, belum pernah dijalankan. Sekarang pun, kemerdekaan politik sudah dilanggar, karena pemerintahan SBY lebih tunduk kepada asing.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut