Ribuan Petani Duduki Kantor Gubernur Jambi

Ribuan petani dan masyarakat adat dari sejumlah desa di Jambi menduduki kantor Gubernur setempat, Minggu (18/3/2012). Petani mengaku kecewa karena pihak Gubernur tidak kunjung memenuhi tuntutan mereka.

“Pihak Pemda mengangkangi kesepakatan yang sudah dibuat sebelumnya. Kita sudah pernah membuat kesepakatan di BPN dan Kemenhut RI,” kata Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Jambi, Mawardi, saat memimpin aksi ini.

Menurut Mawardi, aksi pendudukan ini sudah berlangsung sejak hari Kamis lalu. Sampai hari ini, para petani masih bertahan di kantor Gubernur Jambi. Jalan sepanjang kantor Gubernur disesaki oleh tenda-tenda kaum tani.

“Kita akan bertahan di sini sampai Gubernur Jambi merespon tuntutan petani,” kata Mawardi.

Para petani merupakan gabungan dari Petani dari Dusun Mekar Jaya (Sorolangun), Kunangan Jaya II (Batanghari), dan Suku Anak Dalam 113 Jambi. Mereka bergerak dibawah payung Partai Rakyat Demokratik (PRD) dan Serikat Tani Nasional (STN).

Selain itu, kata Mawardi, jika Gubernur Jambi tidak merespon tuntutan petani, maka mereka akan melakukan pendudukan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Bahkan petani dari berbagai desa juga akan dimobilisasi untuk menambah kekuatan pendudukan di kantor Gubernur.

Minggu lalu, Polisi menangkap 8 mobil pengangkut hasil bumi petani. Penangkapan itu diduga karena Polisi mengganggap panen petani itu illegal. Namun, bagi petani, pemanenan itu sah karena tanah itu memang milik mereka dan diakui sesuai dengan kesepakatan BPN dan Menhut di Jakarta.

Rencananya, para petani akan menggelar aksi di kantor Polda besok (19/3/2012). Mereka akan menuntut penghentian kriminalisasi terhadap para petani. Setelah melakukan aksi, para petani akan kembali lagi ke tempat pendudukan di kantor Gubernur Jambi.

Adapun tuntutan utama petani adalah sebagai berikut: 1. Segera realisasikan enclave terhadap 3614 ha tanah adat masyarakat SAD 113 sesuai kesepakatan BPN RI di Jakarta; 2. Segera realisasikan enclave terhadap lahan seluas 8000 ha lahan masyarakat Kunangan Jaya II (Batanghari) dan lahan seluas 3482 ha milik masyarakat Mekar Jaya (Sorolangun); 3. Hentikan kriminalisasi terhadap kaum tani.

Andi Nursal

Tambahan Informasi:

Kesepakatan antara Suku Anak Dalam 113 dengan BPN RI di http://www.berdikarionline.com/kabar-rakyat/20111221/bpn-setujui-tuntutan-suku-anak-dalam-113-jambi.html

Kesepakatan Menhut dengan Petani Mekar Jaya dan Kunangan Jaya di http://www.berdikarionline.com/kabar-rakyat/20111217/menhut-setujui-tuntutan-petani-jambi.html

 

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut