Ratusan Massa SRMI Tolak Kenaikan Harga BBM

Sekitar 500-an massa aksi yang tergabung dalam Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) menggelar aksi massa di kantor DPRD Sulsel, Rabu (28/3/2012). Mereka menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM.

Sebagian besar massa aksi SRMI adalah ibu-ibu rumah tangga. Ibu-ibu ini merasa mereka-lah yang paling merasakan dampak kenaikan harga BBM. Maklum, sistem sosial yang berlaku sekarang masih memegang anggapan bahwa perempuan-lah yang bertanggung jawab atas urusan domestik di rumah tangga.

“Kenaikan harga BBM akan memicu kenaikan harga sembako. Ini akan dirasakan langsung bebannya oleh ibu-ibu rumah tangga,” kata Dg Baji, seorang ibu rumah tangga yang juga Ketua SRMI Kota Makassar.

Massa aksi SRMI ini memulai aksinya dari Fly-over Jalan Urip Sumohardjo menuju kantor DPRD Sulsel. Mereka membawa spanduk dan sejumlah poster berisikan tuntutan seperti “Tegakkan Pasal 33 UUD 1945”.

Ketua SRMI Sulsel, Firdaus, mengatakan, kenaikan harga BBM sangat bertentangan dengan semangat konstitusi UUD 1945.

“Kenaikan harga BBM ini hanya untuk meliberalkan sektor hilir migas nasional. Harga BBM pun akan diserahkan kepada mekanisme pasar. Itu bertentangan dengan semangat UUD 1945 yang menekankan kesejahteraan sosial,” kata Firdaus.

Sementara Ketua PRD Sulsel, Babra Kamal, yang berpidato di depan massa, mengajak massa SRMI untuk menegakkan kembali pasal 33 UUD 1945. “Jika mengacu pada pasal 33 UUD 1945, maka energi seharusnya dikelola untuk kemakmuran rakyat,” tegasnya.

Massa aksi SRMI ditemui sejumlah anggota DPRD Sulsel, yaitu Kadir Halid (Partai Golkar) dan Adjip Padindang (partai golkar). Anggota DPRD ini juga membacakan sikap DPRD Sulsel yang menolak kenaikan harga BBM.

Seusai menggelar aksi di kantor DPRD, massa aksi kembali ke Fly-over. Di sana, ibu-ibu dari SRMI menyampaikan orasi dukungan terhadap perjuangan mahasiswa. Dukungan itu disampaikan langsung di tengah-tengah aksi mahasiswa.

GITA INDAH

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut