PRD Lampung: Stop Kriminalisasi Perjuangan Petani!

petani lampung

Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Demokratik (KPW-PRD) Provinsi Lampung menuntut pihak kepolisian agar segera menghentikan segala bentuk kriminalisasi terhadap perjuangan petani.

Pernyataan itu keluar menyusul pemanggilan 6 orang petani dari kecamatan Padang Ratu, Lampung Tengah, oleh kepolisian daerah (Polda) Lampung. Pihak Polda sendiri mengaku, pemanggilan tersebut terkait pelaporan PT. Sahang mengenai dugaan pencurian buah sawit.

Para petani sendiri memenuhi surat pemanggilan itu. Kemarin, 11 Oktober 2012, mereka mendatangi kantor Polda, dengan didampingi oleh aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD). Enam petani itu adalah Konan, Hendri, Sriyono, Ciptadi, Sapon, dan Kenyur.

“Laporan perusahaan (PT. Sahang) itu tidak tepat. Merekalah yang justru telah merampas paksa tanah milik petani. Bahkan, ketika IUP-B PT.Sahang itu sudah berakhir, tanah petani tak segera dikembalikan,” kata Sekretaris PRD Lampung, Rahmad.

Rahmad mengatakan, selama beberapa tahun terakhir para petani berjuang untuk mendapatkan kembali tanahnya. Alhasil, perjuangan itu pun mulai menemukan titik terang.

“Sekarang ini, tim penyelesaian konflik agraria bentuk pemerintah kabupaten Lampung Tengah sudah dibentuk. Kita berharap mereka bekerja lebih giat. Mereka harusnya segera meredistribusi tanah milik petani,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua KPK PRD Lampung Tengah, Ahmad Tohari. Ia mengendus ada upaya kriminalisasi terhadap perjuangan petani. “Kita tahu ada upaya kriminalisasi. Tapi kami masih menghargai undangan kepolisian, maka kami datang memenuhi panggilan itu,” katanya.

Ia mengajak petani tetap memperkuat soliditas dan solidaritas dalam perjuangan. Katanya, pihak perusahaan akan menggunakan segala macam cara untuk menghalangi petani mendapatkan kembali hak-haknya.

Untuk diketahui, pada tanggal 24 September 2012 lalu, pihak Pemkab Lampung telah sudah mengeluarkan surat perintah pengosongan lahan 238,0630 Ha ex HGU PT. Sahang. Pemkab juga menuntut penghentian segala bentuk aktivitas pengelolaan yang dilakukan oleh PT SBL, PT Lambang Jaya, dan sejumlah perorangan selambat-lambatnya tanggal 24 Oktober 2012.

Saddam Cahyo

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut