Pemogokan Buruh Perancis Masih Bergulir

PARIS: Pemimpin serikat buruh CGT menyebutkan bahwa sedikitnya 3 juta buruh dan rakyat turut ambil bagian dalam pemogokan hari Sabtu (16/10) untuk menentang kebijakan reformasi pensiun.

Para pemimpin serikat buruh sangat yakin, bahwa daya tahan dan berlanjutnya aksi pemogokan ini akan memaksa Presiden Sarkozy menghentikan rencananya. “kami menginginkan pemerintah bertanggung jawab untuk menghentikan debat di parlemen dan mengajak kami berdialog,” kata Francois Chereque, ketua serikat CFDT, saat memimpin aksi di Paris.

Kumpulan massa berkumpul di Paris, dan menggelar musik dan bernyanyi. Sekitar 30 orang di tangkap di kota Paris karena membanting tong sampah dan melemparkan granat asap. Di Marseille, rakyat memblokir sekolah dan transportasi umum.

Pada pemogokan kali ini, jumlah pelajar dan mahasiswa semakin bertambah dan semakin militan. Pegawai negeri dan swasta juga terlihat dalam aksi pemogokan di berbagai kota di Perancis.

Menurut rencana, reformasi pensiun ini akan mendapat persetujuan senat dalam dua pekan mendatang. Serikat buruh menjanjikan untuk terus meningkatkan mobilisasinya untuk menghindari hari tersebut.

Pertarungan politik

Pemogokan yang semakin militan dan terus meluas telah diabaikan oleh pemerintah. Situasi di jalanan ini turut mempengarui keadaan politik di negeri ini.

Serikat untuk Gerakan Rakyat, partainya Presiden Sarkozy, sama sekali tidak memperlihatkan penentangan terhadap kebijakan menaikkan usia pensiun dari 60 menjadi 62, dan pensiun penuh dari 65 menjadi 67.

Presiden Sarkozy menganggap kritik partai sosialis dan lainnya adalah oportunis karena telah mengambil keuntungan dari situasi ini untuk kepentingan politik.

Namun, partai sosialis telah menjawab hal itu dengan menggunakan ironi, bahwa “reformasi pensiun adalah keajaiban, 60% warga yang menolaknya adalah bodoh, pemerintah berbicara dengan bahasa yang cerdas, dan lainnya adalah bodoh.”

Di plaza of the Paris Republic, sejumlah besar orang berkumpul pada hari sabtu dan menunjukkan dukungan sebesar-besaran kepada para pemogok.

Sementara di jalan-jalan, selain para pemogok membawa bendera-bendera serikat buruh mereka masing, juga membawa bendera partai, termasuk bendera partai komunis perancis (PCF) dan partai anti-kapitalis (NPA).

Demo Serupa Di Italia

Jutaan pekerja di Italia juga berpartisipasi dalam aksi mogok menentang langkah-langkah pengurangan defisit rejim Silvio Berlusconi.

Di bawah bendera merah dan spanduk organisasi FIOM-CGIL, serikat buruh yang dekat dengan partai komunis, pekerja dari industry metal dan sektor lainnya, mahasiswa, dan politisi kiri meneriakkan; “mogok-mogok-mogok).

Berbicara dalam sebuah rally besar di pusat kota Roma, pemimpin pusat, FIOM-CGIL, berkata;” berhadapan dengan serangan besar dari waktu ke waktu terhadap hak pekerja, kami butuh mempertahankan kontrak kerja, pekerjaan, dan demokrasi.

“Situasi sosial sangat sulit, negara ini akan turun, pengangguran naik dan pemerintah tidak mempunyai rencana pemulihan yang kredibel,” kata  Guglielmo Epifani, pemimpin serikat buruh CGIL.

Ia menyatakan bahwa kelas buruh harus mengembangkan strategi ekonnomi-politik baru, sebuah rencana baru untuk negara baru.

Jika pemerintah tidak merespon pemogokan itu, maka serikat buruh akan menyerukan aksi pemogokan selanjutnya pada tanggal 27 november mendatang. (Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut