Mahasiswa dan Gerakan Rakyat Sambangi Kementerian ESDM

Puluhan massa dari Front Rakyat Anti Tambang (FRAT) beserta Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Serikat Tani Nasional (STN) dan Forum Persaudaran lambu Bima (FPLB) siang ini (13/01) sengaja menyambangi Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) di jalan Medan merdeka Selatan no.18, Jakarta. Dalam aksinya pengunjuk rasa menuntut janji menteri ESDM untuk memberikan rekomendasi pencabutan SK 188/2010 yang telah dikeluarkan Bupati Bima Nusa Tenggara Barat terhadap izin pertambangan PT. Sumber Mineral Nusantara.

Setelah sempat terjadi insiden saling dorong di depan pintu gerbang Kementrian ESDM karena pengunjuk rasa memaksa masuk ke halaman Kementerian ESDM, akhirnya pengunjuk rasa berhasil membongkar paksa pintu gerbang Kementrian ESDM.

Edi Susilo, Koordinator Lapangan dalam orasinya menegaskan bahwa menteri ESDM harus menepati janji untuk merekomendasikan pencabutan SK 188/2010. Edi menambahkan bahwa akar pokok permasalahan di Bima adalah Imperialisme dan tidak dicabutnya SK 188/2010.

Dalam aksi tersebut, enam orang perwakilan  pengunjuk rasa diterima oleh pihak Kementerian. Keenam perwakilan tersebut di temui oleh Binsar, Kepala Biro Umum dan  Humas kementerian ESDM. Pertemuan tersebut berhasil menyepakati bahwa selambat-lambatnya satu minggu dari hari ini, pihak Kementerian ESDM akan merekomendasikan pencabutan SK 188/2010.

Sebelum menutup aksinya dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya para pengunjuk rasa menyatakan bahwa jika SK 188/2010 tidak dicabut, mereka akan datang kembali dan melakukan pendudukan di kementerian ESDM seperti yang dilakukan petani Pulau Padang di depan DPR RI atau juga masyarakat Tanah Merah di Kementerian Dalam Negeri.

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut