LMND Mengecam Penembakan Mahasiswa Di Sulawesi Barat

Kasus penembakan terhadap 13 mahasiswa dan dosen di dalam kampus Unirversitas Al-asyariah (Unasman) Polman, Sulbar, Kamis (13/1), mendapat kecaman keras dari pengurus Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND).

Dalam pernyataan pers yang diterima berdikari online, pengurus EN LMND menganggap pihak kepolisian telah bertindak di luar batas dengan melakukan penyerbuan ke dalam kampus Unasman.

Tidak hanya itu, Ketua Umum LMND Lamen Hendra Saputra menambahkan, penggunaan peluru tajam telah membuktikan bahwa polisi telah dengan sengaja hendak menghilangkan nyawa mahasiswa dan dosen yang sedang berjuang mempertahankan hak-haknya di dalam kampus.

Selain itu, tambah Lamen, Polisi tidak seharusnya menggunakan kekerasan bersenjata mengingat bahwa konflik yayasan Unasman merupakan persoalan internal kampus yang penyelesaiannya pun seharusnya bisa diselesaikan dengan damai.

Kalaupun ada putusan hukum, menurut Lamen, Polisi dan pengadilan seharusnya menghargai bahwa kampus merupakan lingkungan akademis, dimana di dalamnya terjadi proses belajar-mengajar, penelitian, dan pengembangan pengetahuan.

Pihaknya juga mendukung perjuangan mahasiswa dan dosen untuk mempertahankan kampusnya, mengingat bahwa persoalan pendidikan adalah persoalan publik (rakyat) yang tidak bisa diabaikan hanya karena konflik kepentingan segelintir individu dalam yayasan.

Untuk itu, pihak LMND mendesak agar Komnas HAM segera melakukan investigasi terkait dugaan pelanggaran HAM dalam kasus itu, dan menyeret seluruh petinggi dan anggota Polri yang terlibat dalam kekerasan berdarah tersebut.

LMND juga menyesalkan pernyataan Kapolda Sulsel dan barat, Irjen Polisi Johny Wainal Usman, yang menyatakan bahwa penanganan unjuk rasa di kampus Unasman sudah sesuai dengan prosedur.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut