Korban Gusuran Di Makassar Kembali Menggelar Aksi Protes

MAKASSAR (BO): Pantang menyerah! Kalimat itu sangat tepat untuk menggambarkan perjuangan korban gusuran Jalan Balaikota di Makassar, Sulawesi Selatan. Berkali-kali menggelar aksi massa, tetapi belum juga ada tanggapan serius. Tetapi para korban gusuran tidak menyerah dan terus menggelar perlawanan.

Siang tadi, puluhan korban gusuran Jalan Balaikota kembali menggelar aksi protes di kantor DPRD Makassar (9/3/2012). Mereka menuntut DPRD agar segera turun tangan menyelesaikan persoalan korban gusuran.

Pasalnya, sebagaian besar korban gusuran ini tinggal di Masjid. “Kami sudah tidak punya tempat tinggal lagi. Bagaimana caranya kami bisa melanjutkan hidup?” kata seorang korban gusuran.

Dalam aksi siang tadi, korban gusuran diterima oleh sejumlah anggota DPRD kota Makassar, diantaranya: Abdul Wahab Tahir (Golkar), Mustagfir Sabri (PDK), dan Nurmiati (Hanura).

Dalam pertemuan itu, korban gusuran melaporkan adanya intimidasi dan tekanan yang mereka alami. Pelaku intimidasinya adalah pihak kepolisian dan pengacara pihak penggugat.

“Kami meminta agar DPRD menjamin keselamatan kami,” kata seorang warga.

Selain itu, warga kembali mendesak pihak DPRD memediasi sebuah pertemuan yang menghadirkan semua pihak terkait. “Kami butuh penyelesaian terkait kasus ini. Sebab, ada banyak ketidakberesan di dalamnya,” kata korban gusuran.

Seperti diketahui, pada tanggal 15 November 2011 lalu, pihak Pengadilan Negeri Makassar mengeksekusi lahan seluas 1800 meter persegi di jalan Balai Kota Makassar.

Sedikitnya 47 KK atau 197 jiwa terusir akibat penggusuran itu. Akan tetapi, menurut pengakuan warga, penggusuran itu sangat janggal. Pasalnya, pihak penggugat, yaitu Ponimah, diketahui memiliki tanah tak lebih dari 7 meter persegi di daerah itu.

GITA INDAH

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut