Menaikkan Harga BBM Bukti Pemerintah Tidak Pro-Rakyat

SEMARANG (BO): Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menganggap kebijakan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan bukti pemerintah tidak pro-rakyat.

“Kenaikan harga BBM dan pencabutan subsidi tidak memperlihatkan pro rakyat, pemerintah hanya memperhatikan orang-orang kaya,” kata Presiden BEM KM Undip, Reza Auliarahmah, di Semarang, Jumat (9/3/2012).

Hal itu disuarakan oleh Reza bersama puluhan kawan-kawannya dari BEM KM Undip saat menggelar aksi massa menolak kenaikan harga BBM di kawasan Tugu Muda, Semarang, Jawa Tengah.

Dalam aksinya, massa aksi BEM KM Undip sempat mencegat dua truk tangki BBM yang melintas di sekitar lokasi aksi. Lalu, sejumlah mahasiswa menaiki truk itu dan kemudian menggelar orasi-orasi.

Beberapa mahasiswa lain menempelkan poster di bagian depan truk. “Kenaikan harga BBM sangat menzalimi rakyat Indonesia,” teriak mahasiswa dari atas truk.

Selain mencegat dua truk, mahasiswa juga menggelar aksi teatrikal. Di aksi teatrikal itu digambarkan penderitaan rakyat akibat kenaikan harga BBM.

“Kenaikan harga BBM hanya akan menyengsarakan rakyat, terutama rakyat kecil, karena akan berdampak pada kenaikan kebutuhan bahan pokok,” kata Reza.

HADI KUSUMA

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut