Kedubes Thailand Berlumuran “Darah”

Selasa, 25 Mei 2010 | 16.00 WIB | Kabar Rakyat

JAKARTA, Berdikari Online: Solidaritas untuk perjuangan rakyat di Thailand terus berlanjut, tidak terkecuali di Indonesia. Sedikitnya 50 orang dari Solidaritas Aksi Demokrasi dan Kemanusiaan untuk Rakyat Thailand melakukan aksi di depan Kantor Kedutaan Besar Thailand di Jakarta, Selasa (25/5).

Dalam aksi itu massa menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan kekejaman militer Thailand. Disamping itu, sebagai bentuk protes, massa melumuri bagian gerbang depan Kedubes Thailand dengan cat bermarnah merah, yang menyimbolkan darah korban kekerasan militer Thailand. “Ini adalah wajah demokrasi Thailand di bawah rejim Abhisit,” ujar seorang demonstran sambil menunjuk-nunjuk lumuran darah.

Menurut Ignatius Mahendra, humas aksi ini, Pemerintahan yang berkuasa bukan dari pemilihan demokratis namun bentukan militer dan direstui oleh Monarki. “Kami menuntut penguasa Thailand untuk menghentikan kekerasan dan memulihkan demokrasi, dengan langkah kongkrit percepatan pemilihan umum,” ujarnya.

Mahendra juga menyesalkan sikap pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden SBY, karena tidak mengambil sikap tegas atau mengambil inisiatif internasional untuk mengatasi krisis di Thailand.

“Presiden SBY malah menerima kunjungan salah seorang tangan kanan PM Abhisit, Menlu Kasit Piromya, pada 29 April lalu. Ini menjelaskan keberpihakan SBY kepada rejim Abhisit,” tegasnya.

Dalam pernyataan sikapnya, Solidaritas Aksi Demokrasi dan Kemanusiaan untuk Rakyat Thailand yang merupakan gabungan dari PRD, PRP, KASBI, LMND, KM-UI dan SRMI ini memprotes sikap diam pemimpin negara-negara ASEAN.

Mereka juga menyerukan kepada rakyat Indonesia dan Asia Tenggara untuk mewaspadai kebangkitan militerisme di kawasan ini. (Ulf)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut