Inilah 15 Perempuan Amerika Latin Yang Berjuang Untuk Keadilan

Perempuan di Amerika Latin memiliki sejarah panjang dalam perlawanan dan perjuangan untuk keadilan. Berikut ini adalah daftar beberapa dari banyak perempuan Amerika Latin yang berjuang untuk perubahan yang lebih baik di Amerika Latin dan berdampak bagi kehidupan rakyat di daerahnya.

  1. Dolores Huerta

huerta-1

Dolores Clara Fernandez Huerta adalah buruh Amerika Serikat keturunan Meksiko dan sekaligus seorang aktivis  hak-hak sipil yang mendirikan Asosiasi Petani Nasional, yang kemudian menjadi Serikat Pekerja Pertanian (UFW), bersama Cesar Chavez pada tahun 1962.

Dia melakukan pembelaan tanpa lelah terhadap hak-hak pekerja, perempuan, dan imigran. Dia mencuat dengan slogannya: “Si, se puede”, yang belakangan dikooptasi dan dipopulerkan oleh Barack Obama dalam kampanye pemilu presiden. Selama menjadi aktivis, Huerta sudah ditangkap lebih dari 20 kali karena terlibat aksi protes dan pemogokan. Sekarang dia terus mengorganisir untuk keadilan sosial.

  1. Celia Sanchez

Celia-2

Celia Sanchez adalah seorang revolusioner Kuba, aktivis politik, dan peneliti. Dia terlibat dalam perjuangan melawan kedikatatoran Batista setelah kudeta militer 1952 dan memainkan peranan penting dalam mendirikan dan memulai gerakan revolusioner. Ia bergabung dengan Gerakan 26 Juli, sebuah organisasi revolusioner yang berperan penting dalam menggulingkan diktator Batista pada tahun 1959. Dia juga perempuan pertama yang mengorganisasikan unit tempur. Dia punya hubungan dekat dengan Fidel Castro dan bekerja dengan Che Guevara. Sanchez juga mendokumentasikan revolusi Kuba melalui koleksi catatan, surat, dan dokumen lain. Koleksinya itu kelak menjadi koleksi resmi museum Revolusi. .Celia hancez juga mempunyai kedekatan denga Fidel Castro dan Hugo Chavez. Kini namanya akan diabadikan didalam arsip resmi revolusi.

  1. Josefina Fierro

fierrodebright3

Josefina Fierro lahir di Mexico, tetapi tumbuh besar sebagai aktivis buruh di AS, dan terkenal karena perlawanannya melawan diskriminasi rasial di daerah barat daya. Dia hanya anak putus sekolah, tetapi terus terlibat dalam gerakan pemboikotan, pengorganisasian komunitas, dan memerangi ketidakadilan sosial. Dia berjuyang untuk membangun gerakan buruh yang membela hak-hak dasar buruh migran Meksiko.

  1. Digna Ochoa

dignaochoa4

Digna Ochoa adalah seorang pengacara Hak Asasi Manusia terkenal di Meksiko dan juga aktivis politik. Dia membela kepentingan orang-orang miskin dan rentan di Meksiko, termasuk gerakan petani ekologis di negara bagian di Gurerro, pemberontak Zaptista di negara bagian Chiapas, dan masyarakat adat di Negara Veracruz. Dia juga menyeret tentara ke pengadilan karena terkait penyiksaan. Ochoa berkali-kali mengalami penculikan yang menyisakan penderitaan dalam hidupnya. Dia akhirnya ditemukan tertembak mati di kantornya di Meksiko. Meskipun pemerintaha berusaha menutup-nutupi kematiannya sebagai bunuh diri, tetapi banyak yang percaya bahwa dia dibunuh karena menentang pemerintah.

  1. Komandante Ramona

EZLN5

Komandante Ramona adalah seorang komandan dari  Tentara Pembebasan Nasional Zapatista (EZLN), yang berjuang untuk hak masyarakat pribumi dan perempuan. Perjuangan Zapatista di utara Meksiko, tepatnya Chiapas, berakar pada marjinalisasi masyarakat pribumi dan diskriminasi sistemik terhadap orang maya di Meksiko. Komandante Ramona adalah anggota muda di kepemimpinan Zapatista. Dia berjuang untuk hak pribumi menentukan nasib sendiri dan menghargai masyarakat pribimi, termasuk perempuan yang dimiskinkan.

  1. Rigorbeta Menchu

Rigoberta-Menchu-6

Rigoberta Menchu adalah seorang aktivis hak asasi manusia Guatemala yang mulai berkampanye mengenai hak asasi manusia ketika masih remaja. Sejak itu dia mendedikasikan hidupnya untuk perjuangan hak-hak masyarakat pribumi dan semua korban ketidakadilan–sebagian besar perempuan pribumi–dalam perang sipil yang brutal di Guatemala. Di tahun 1982, Menchu terpaksa lari ke Perancis karena aktivismenya. Dan di tahun 1992 dia memenangkan penghargaan Nobel dedikasinya memberikan perlindungan sosial dan pengakuan terhadap hak-hak masyarakat pribumi.

  1. Berta Caceres

Berta7Berta Caceres adalah pemimpin adat Lenca dan pembela hak asasi manusia dan lingkungan di Honduras. Dia adalah pendiri Dewan Nasional Popular dan Organisasi Pribumi Honduras (COPINH). Caceres, bersama dengan penduduk Rio Blanco, mempelopori perlawanan  yang berhasil terhadap proyek bendungan Agua Zarca, sebuah proyek yang tidak memiliki izin dari masyarakat pribumi setempat. Pengikutnya di COPINH, Tomas Garcia, secara tragis ditembak mati dalam aksi damai di tahun 2013. Sementara Caceres mendapat ancaman pembunuhan berulangkali, ancaman kekerasan seksual, dan kekerasan lainnya oleh aparat negara yang dibelakangnya adalah perusahaan dibalik proyek tersebut. Pada April tahun 2015, Caceres di anugerahi penghargaan bergengsi Goldman Enviromental Prize untuk wakil Amerika Tengah dan Selatan.

  1. Argelia Laya

Laya8Argelia Laya adalah seorang pendidik Venezuela, aktivis politik, filsuf, dan pembela hak-hak perempuan. Sepanjang hidupnya dia dikenal sebagai pembela kesetaraan dalam pendidikan dan berjuang melawan seksisme serta diskriminasi dalam dunia pendidikan. Sebagai aktivis Partai Komunis dan salah satu pendirikan Gerakan Menuju Sosialisme, Laya bekerja untuk memperjuangkan hak perempuan dalam politik. Dia mendedikasikan hidupnya untuk melawan segala bentuk ketidakadilan. Bekerja tidak hanya untuk membela kaum perempuan, tetapi juga penyandang disabilitas, kulit hitam, komunitas pribumi, buruh, dan kaum miskin. Dia juga membela hak seksual dan reproduksi kaum perempuan.

  1. Piedad Cordoba

piedad-cordobaPiedad Cordoba adalah aktivis hak azasi manusia kolombia, pejuang perdamaian, pengacara, dan politikus. Dia sangat aktif, baik sebagai mediator resmi maupun sebagai aktivis Front Luas untuk Perdamaian, dalam mendorong perdamaian berkelanjutan antara pemerintah kolombia dengan gerilyawan marxis FARC guna mengakhiri lima dekade konflik bersenjata di negeri itu. Dia membela perdamaian dengan keadilan sosial. Dia dinominasikan sebagai penerima hadian Nobel tahun 2009 karena kontribusinya dalam membela hak azasi manusia dan mempromosikan perdamaian di area konflik.

  1. Transito Amaguana

Transito10

Transito Amaguana, atau lebih dikenal dengan “Mama Transito”, adalah aktivis masyarakat pribumi sekaligus ikon feminis terpenting di abad 20 Ekuador. Dia memulai kerja-kerja politik dan komunitasnya melalui Partai Sosialis.

Dia terlibat dalam aksi-aksi besar petani dan masyarakat pribumi, termasuk pemogokan agraria dan jalan berbaris untuk hak tenaga kerja dan tanah. Dia adalah pendiri Federasi Indian Ekuador di tahun 1946 untuk memperjuangkan redistribusi tanah. Juga bergabung dengan Partai Komunis guna memperjuangkan reforma agraria dan koperasi petani. Mama Transito juga memperkenalkan sekolah-sekolah dwi-bahasa dengan menggabungkan pendidikan Spanyol dan Kichwa.

  1. Domitilia Barrios De Chungara

Barrios11

Domitilia Barrios De Chungara adalah seorang feminis, organiser buruh, dan aktivis revolusioner di Bolivia. Dia menjadi terkenal setelah menggelar aksi mogok makan bersama 4 istri buruh tambang lainnya untuk melawan kediktatoran Banzer. Aksi mogok makan itu menarik perhatian seluruh rakyat Bolivia dan meledak menjadi tuntutan nasional. Aksi mogok menjadi ribuan orang yang memaksa rezim diktator memenuhi tuntutan gerakan. Barrios juga menyita perhatian internasional karena perhatiannya terhadap nasib pekerja tambang di Bolivia dan cukup lama mendorong peran perempuan dalam perjuangan politik dan perburuhan.

  1. Lelia Gonzalez

Lelia12

Lelia Gonzales adalah seorang aktivis politik dan intelektual Brasil. Ketika menjadi guru di sebuah sekolah di bawah kedikatatoran pada tahun 1960-an, ia membawa politik dan perlawanan ke dalam ruang kelasnya serta mendorong siswanya untuk berpikir kritis. Sebagai seorang Profesor dan Antropolog Afro-latina, dia fokus meneliti antara hubungan ras dan gender. Dia juga aktif terlibat dalam berbagai organisasi yang fokus pada isu perempuan dan Afro-brazil. termasuk Kolektif Perempuan Hitam Brazil dan Gerakan Kaum Hitam Brazil. Dia juga memfokuskan tulisan-tulisannya dan aktivismenya untuk membawa isu Afro-Brazil dalam perjuangan politik yang lebih luas, khususnya tuntutan perempuan berkulit hitam.

  1. Estela Barnes De Carlotto

Carlotto13

Estela Barnes De Carlotto adalah seorang aktivis hak asasi manusia Argentina. Dan presiden dari Nenek-Nenek Plaza De Mayo, sebuah organisasi yang berdiri pada tahun 1977 untuk menemukan anak-anak yang dicuri dan diculik selama kediktatoran–era Perang Kotor. Putri Carlotto yang sedang hami diculik tahun 1977 dan melahirkan di penjara sebelum dibunuh. Carlotto mencari cucunya yang hilang selama 36 tahun sebelum dipertemukan kembali pada tahun 2014. Organisasi Nenek Plaza De Mayo memperkirakan ada 118 cucu yang hilang. Carlotto telah diakui secara luas atas perjuangannya pada hak azasi manusia, termasuk oleh PBB.

  1. Eva Peron

14eva-peron

Eva Peron adalah feminis dan aktivis politik Argentina. Setelah berkarir di radio dan film, dia menjadi salah satu pendiri, bersama dengan suaminya Juan Peron, sebuah gerakan politik bernama Peronisme yang mengusung keadilan sosial, kemandirian ekonomi, dan kedaulatan politik. Dia menjadi tokoh kunci dalam gerakan politik Peronis, termasuk meraup suara kaum perempuan. Dia juga mendirikan yayasan untuk membantu anak yatim piatu dan menyediakan rumah bagi perempuan tuna-wisma. Pengaruhnya di Argentina hingga saat ini masih kuat: bangsa Argentina selalu memperingati Hari Kematian Evita setiap tahunnya dan Presiden Argentina sekarang ini, Cristina Fernandes, adalah bagian dari gerakan politik Peronis.

  1. Juana Uzurduy

juana-azurduy15

Juana Uzurduy merupakan seorang pemimpin militer Amerika Selatan dan tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Amerika Selatan. Pada puncak karir militernya, ia memimpin pasukan sebanyak 6000 pejuang. Azurduy menguasai beragam bahasa diantaranya Spanyol, Aymara, dan Kichwa. Dia memimpin pertempuran yang penting bagi kemerdekaan Amerika Selatan. Warisannya adalah konsep pertahanan regional Patria Grande, yang diterjemahkan sebagai tanah air besar.

Diterjemahkan Dari teleSUR oleh Rini

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut