Demokrasi Ekonomi Di Kasepuhan Ciptagelar

Masyarakat adat Kasepuhan Banten Kidul merupakan salah satu dari sekian banyak  masyarakat adat bercorak  agraris di tatar Sunda. Masyarakat adat yang berdomisili di lereng Gunung Halimun atau sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan tersebar di tiga Kabupaten (Sukabumi,Bogor dan Lebak) ini masih memegang teguh adat istiadat Sunda dalam segala aspek kehidupan. Kasepuhan adat Banten Kidul terdiri dari beberapa kasepuhan, seperti Kasepuhan Cisungsang,Kasepuhan Cicarucub, Kasepuhan Citorek, Kasepuhan Cisitu, Kasepuhan Cibedugserta Kasepuhan Ciptamulya dan Kasepuhan Sirnaresmiyang keduanya termasuk dalam Kasepuhan Ciptagelar (Emila dan Suwito, 2006).

Keseluruhan kasepuhan yang menjadi bagian dari kasepuhan adat Banten Kidul itu berpusat di kampung adat Ciptagelar. Jadi kampung adat Ciptagelar (yang menjadi fokus bahasan tulisan ini) yang kini dipimpin oleh Abah Ugi berperan sebagai semacam “pusat pemerintahan” adat Kasepuhan Banten Kidul sejak tahun 2001. Penentuan suatu kampung sebagai pusat pemerintahan adat berdasarkan pada ‘wangsit’ yang diterima oleh pemimpin adat.

Satu hal yang menjadi keistimewaan masyarakat adat Ciptagelar (sebagaimana masyarakat adat lainnya di tatar Sunda) adalah adanya ketahanan dan kemandirian pangan yang kuat karena didukung juga oleh sistem logistik yang kuat. Beberapa waktu lalu, penulis telah membahas mengenai sistem ketahanan pangan dalam masyarakat adat Cireundeu. Kini penulis juga akan membahas sistem logistik masyarakat adat Ciptagelar yang erat  kaitannya dengan ketahanan pangan mereka selama ratusan tahun.

Orietasi non-profit

Berbicara mengenai ketahanan pangan dalam masyarakat Kasepuhan tidak bisa dilepaskan dari orientasi non-profit dalam sistem produksi pangan mereka. Dan keseluruhan fakta ini juga tak dapat dipisahkan dari sebuah gudang tempat penyimpanan cadangan makanan yang menjadi ciri khas dalam sistem logistik masyarakat Kasepuhan, yang dinamakan  leuit.

Bila kita meninjau seluruh rumah di Kasepuhan Ciptagelar, hampir seluruh rumah di Kasepuhan memiliki leuit. Salah satu leuit yang paling terkenal di kasepuhan adalah leuit si Jimat. Yang dimaksud dengan leuit si Jimat merupakan leuit besar yang dimiliki pimpinan Kasepuhan Adat Banten Kidul secara turun temurun. Sementara leuit yang dimiliiki warga Ciptagelar dinamakan leuit incu buyut.
Leuit incu buyut yang dimiliki kebanyakan warga Ciptagelar berkapasitas maksimal satu ton padi. Sementara leuit Si Jimat bisa menampung kira-kira hingga puluhan ton padi.  Padi yang ditampung dalam leuit si Jimat terdiri dari  padi pemberian (seba) incu buyut abah atau warga Ciptagelar serta padi hasil pertanian keluarga besar pimpinan adat Banten Kidul atau Abah Anom. Abah Anom sendiri adalah pemimpin adat Banten Kidul sebelum Abah Ugi. Beliau juga tiada lain adalah orang tua dari Abah Ugi.

Pola pengisian leuit si Jimat yang berada di dekat “imah gede” (tempat tinggal pimpinan adat) ini tergantung pada  kemampuan dari para incu buyut. Bagi mereka yang memiliki padi dalam ukuran besar, rata-rata mengisi sebanyak satu atau dua gedeng padi atau ikatan padi berukuran besar. Sedangkan bagi mereka yang hanya mempunyai padi dalam ukuran kecil hanya mengisi satu pocong atau satu ikatan padi ukuran kecil.

Fungis dari leuit si Jimat ini tampak ketika warga membutuhkan padi sebelum masa panen tiba.Terkadang memang masa panen datang lebih lama karena berbagai faktor. Warga Ciptagelar pun  memanfaatkan padi yang ada dalam leuit Si Jimat. Istilahnya “meminjam padi”. Mekanisme peminjaman padi ini tidak rumit, hanya memohon kepada “baris kolot” (wakil abah) atau langsung kepada sang Abah selaku pimpinan adat sebelum meminjam padi. Setelah itu nama warga yang meminjam padi dan jumlah ikatan padi yang dipinjam dicatat oleh pihak pimpinan adat. Ketika saat panen tiba, warga harus mengembalikannya sesuai dengan banyaknya padi yang dipinjam.

Pengembalian padi oleh warga selalu terjadi dengan sukarela tanpa adanya mekanisme pemaksaan oleh pimpinan adat. Hal ini terkait dengan perspektif atau sudut pandang diantara warga kasepuhan yang telah terbentuk dalam memaknai leuit si Jimat sebagai simbol kepentingan bersama. Lalu bagaimana sudut pandang itu dapat terbentuk? Bukankah perspektif manusia itu merupakan refleksi dari pola produksi yang ada pada masyarakat sebagai sebuah struktur basis dalam kebudayaan?

Masyarakat adat kasepuhan Ciptagelar (dan Banten Kidul secara keseluruhan) memang memiliki sistem produksi yang berorientasi subsisten dan non-profit. Hasil produksi padi masyarakat Ciptagelar dilarang dijadikan komoditi untuk dijual pada pihak luar. Surplus dari hasil produksi selalu disimpan dalam leuit si Jimat yang telah bertahan selama ratusan tahun. Selama itu pula tidak pernah terdengar adanya bencana kelaparan di kasepuhan Ciptagelar, oleh karena sistem logistik yang kuat tersebut. Hal ini membentuk kesadaran sosial diantara warga Ciptagelar mengenai leuit sebagai refleksi kepentingan kolektif mereka, setelah  mereka merasakan manfaat dari sistem leuit yang merupakan buah dari orientasi produksi non-profit yang mereka jalankan selama ini.

Demokrasi  Ekonomi

Sistem leuit ini mengingatkan kita pada sistem koperasi, khususnya koperasi simpan pinjam dalam masyarakat industri  modern , karena ada kesamaan pola diantara keduanya.  Koperasi sebagai suatu bentuk badan usaha yang berbasiskan pada pengelolaan yang demokratis serta berorientasi pada kesejahteraan bersama (kolektif) didirikan untuk menangkal pengaruh negatif kapitalisme liberal, terutama di kalangan buruh dan rakyat kebanyakan di Eropa ketika Revolusi Industri.  Di Indonesia, koperasi diintrodusir oleh Bung Hatta, hingga akhirnya beliau dijuluki Bapak Koperasi Indonesia. Beliau juga memperkenalkan konsep Demokrasi Ekonomi yang sebangun dengan spirit dan tujuan koperasi. Pasal 33 UUD 1945 (pra-amandemen) merupakan manifestasi dari pemikiran Bung Hatta mengenai koperasi dan Demokrasi Ekonomi.

Sistem Leuit dalam masyarakat kasepuhan Ciptagelar ternyata telah membuka mata kita, bahwa  satu bentuk  koperasi telah ada di negeri ini jauh sebelum gejolak Revolusi Industri mengguncang Eropa. Sehingga pada hakekatnya, konsep Demokrasi Ekonomi buah pemikiran Bung Hatta yang sejalan dengan prinsip koperasi telah dikenal oleh masyarakat Ciptagelar yang merupakan bagian dari masyarakat nusantara selama ratusan tahun.

Kearifan lokal masyarakat Kasepuhan Ciptagelar juga dapat dijadikan pelajaran bagi otoritas negara, bahwa hendaknya seluruh potensi sumber daya ekonomi nasional perlu diprioritaskan bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Bukannya justru mengobralnya pada pihak asing, yang akhirnya membuat kita terjerumus menjadi bangsa yang regresif dan tidak berdaulat.

*) Penulis adalah kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan alumni jurusan Antropologi Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Kalfatar

    SISTEM EKONOMI SUNDA GLOBAL STAMO~2013

    ————————————–
    MANDALAJATI NISKALA
    Seorang Filsuf Sunda Abad 21
    Menjelaskan Dalam Buku
    SANG PEMBAHARU DUNIA DI ABAD 21,
    Mengenai Ekonomi Global Stamo~2013
    Dan Kesejahteraan Umat Manusia
    ————————————–

    Kelengkapan pemahaman dalam berbagai cabang ilmu hanyalah merupakan dampak logis dari pendalaman filsafat yang fitrah dan wiwitan. Demikian sebuah istilah “Weruh disewu anu saestu” merupakan kompetensi yang digambarkan Sang Prabu Siliwangi terhadap manusia yang dikaruniai aneka macam kecerdasan alam .
    Kondisi seperti itu hampir melekat pada sosok Mandalajati Niskala .
    Sebuah teori ekonomi Sunda “STAMO 2013” ditemukan dan digali oleh beliau pada tahun 2002. Ini tak lain berupa sistem ekonomi global yang akan dihadirkan bagi peruntukan abad 21 ke depan.

    Digali oleh Mandalajati Niskala untuk dipersembahkan kepada “Sang Khalifah Ratu Adil” dalam mewujudkan kesejahteraan umat manusia diseluruh Dunia.
    Lagi-lagi ini bisa membuat para ekonom tercengang, karena beliau begitu cemerlang merekonstruksi kesalahan cara berfikir. Melalui Stamo 2013 nampaknya Mandalajati Niskala akan membatalkan seluruh teori ekonomi yang saat ini berjalan dipermukaan Bumi.

    Stamo 2013 yang tadinya sangat dirahasiakan karena waktunya belum tiba, di tahun 2008 beliau memprintout dalam jumlah cukup, berupa Selayang Pandang STAMO 2013 dan menyebarkannya kepada banyak pihak, dengan maksud, beliau hendak mengecek kepekaan para tokoh dan para akhli, yang skaligus beliau menghadirkan stimulasi kearah berfikir mendeka.

    Sayang para tokoh Sunda, yang notabene banyak para akhli tak mampu mengejar ketertinggalan dari melesatnya sulur buah fikiran Mandalajati Niskala.
    Jujur saja saat ini banyak yang mencuplik Stamo 2013 dan ada indikasi dijalankan orang, namun nampaknya pada takut karena Mandalajati Niskala mengeluarkan peringatan keras berupa ancaman Tuhan.
    STAMO 2013 merupakan Sistem Ekonomi Global yang dilahirkan oleh Sunda bagi kepentingan umat manusia.

    Banyak hal yang mendasari dilahirkannya system ekonomi ini, sebab system ekonomi baik kapitalis maupun sosialis telah gagal mewujudkan amanah kehidupan dalam menghadirkan keadilan ekonomi yang mengakomodir semua kepentingan terutama masyarakat dunia.
    STAMO 2013 disusun berdasarkan rasa kemanusiaan dengan mempertimbangkan hal yang fitrah dan sangat esensi dalam tuntutan kehidupan manusia itu sendiri. Banyak faktor yang menjadikan pertimbangan logis bahwa STAMO 2013 tersebut harus dilahirkan oleh Sunda, untuk kepentingan seluruh umat manusia.

    Dibawah ini adalah cuplikan dari Selayang Pandang STAMO 2013 yang dikeluarkan oleh Mandalajati Niskala tahun 2009:
    ………………………………………………………………………
    ……………………………………………………………………dst.
    Pertama: Manusia Sunda menyadari; bahwa dirinya diberkati cara berfikir benar yang terpatri pada setiap diri; bahwa Tuhan YMK-lah yang menjadi penyebab segala sesuatu menjadi ada. Demikian pula menjadi tujuan Sang Pencipta; keberadaan, kesetimbangan, keadilan dan kesejahteraan kehidupan Bumi dapat terwujud. Manusia sebagai khalifah diberi mandat untuk mengelola keberadaan kesetimbangan, keadilan dan kesejahteraan Bumi sesuai dengan tujuan Tuhan YMK menciptakannya.
    Semuanya dimaksudkan agar seluruh kehidupan di Bumi ini, menghamba dan bersyukur kepadaNya.

    Kedua: Sunda menyadari bahwa dalam mengelola kehidupan selalu mengawali dengan cara berfikir filosofi sampai pada titik akar masalah. Cara berfikir yang demikian akan menemukan sesuatu, mencapai titik fitrah sesuai dengan yang ditetapkan Tuhan YMK. Cara berfikir fitrah seperti ini dipandang oleh Sunda; Bahwa segala sesuatu itu, telah melalui ”pertimbangan hakekat” hingga mencapai titik benar sebagai sebuah keputusan yang maslahat bagi kehidupan seluruh manusia dan alam sekitarnya.

    Ketiga: Pada prinsipnya bahwa Tuhan YMK memberikan segala kekayaan yang ada di Bumi ini untuk seluruh manusia. Para pemimpin dimanapun di Bumi ini memiliki tugas memberdayakan dan mengatur sistem keadilan dan kesejahteraan untuk dinikmati oleh seluruh manusia sesuai keinginan Sang Pencipta. Sunda memiliki akar filsafat yang mengacu pada prinsif ini.

    STAMO 2013 singkatan dari ”Sistim Tribanda Aset Masyarakat Otomatis 2013”. Merupakan sebuah sistem keadilan ekonomi yang disusun berdasarkan hal-hal di atas.
    Kita semua mengetahui, walaupun secara hakekat bahwa seluruh kekayaan bumi diperuntukan dan menjadi milik seluruh masyarakat atau seluruh manusia, namun secara syariat dibutuhkan sebuah Sistem pemanfaatan yang mendekati rasa keadilan.
    STAMO 2013 melahirkan sebuah sistem keadilan dengan membagi aset ekonomi kepada tiga pihak secara otomatis dengan pembagian aset yang sama besar. Seluruh ketentuan dan rincian yang mengatur ketiga pihak ini tertuang dalam KITAB STAMO 2013.
    ……………………………………………………………………………………
    ……………………………………………………………………………………dst.
    Kegiatan ekonomi tidak bisa terlepas dari kebutuhan yang menjadi tuntutan kehidupan manusia; STAMO 2013 akan menimbulkan loyalitas pasar dan Solidaritas pasar yang datang dengan sendirinya; sebab sistem ini dianggap oleh masyarakat Dunia merupakan sebuah sistem keadilan ekonomi yang akan memberi jaminan kasetimbangan kekayaan kepada seluruh manusia di bumi ini.

    Sisi lain bangkitnya sentimen pasar seperti ini tidak akan bisa dicegah, sebab seluruh manusia menyadari bahwa haknya terfasilitasi oleh STAMO 2013. Ini menjadi alasan logis bahwa seluruh produk yang menggunakan lebel STAMO 2013, akan dikonsumsi oleh masyarakat Dunia, sebab masyarakat menyadari bahwa pada produk-produk tersebut terdapat sepertiga aset yang menjadi milik masyarakat.
    Walaupun STAMO 2013 tidak akan mengatur sebuah sistem pasar, namun sentimen pasar yang berpihak kepada STAMO 2013 akan tercipta dengan sendirinya dan STAMO 2013 otomatis akan menjadi ”Brand Image” atau ”Legal Brand” milik pasar atau milik masyarakat yang tidak akan tergoyahkan oleh sistem pasar manapun.

    Beberapa pihak mencoba menterjemahkan Ratu Adil namun tidak pernah berhasil. Sistem sosialis pasca Kemerdekaan RI tidak berhasil menterjemahkan makna Ratu Adil, sekalipun Soekarno sebagai Presiden pertama sering mendengungkannya; Demikian pula bersamaan dengan itu sistem kapitalis melalui Westerling merebut gelar Ratu Adil dengan mendeklarasikan Angkatan Perang Ratu Adil; Juga tidak berhasil. Sebab kesemuanya menterjemahkan Ratu Adil dalam kepentingan politik dan kekuasaan, yang saling menghancurkan antara Kapitalisme dan Sosialisme.
    Ratu Adil yang benar adalah sebuah sistem yang mampu memfasilitasi atau mengakomodir seluruh kepentingan bagi keadilan yang tidak ada batas. Itulah yang dimaksud oleh KITAB STAMO 2013.
    …………………………………………………………………………………………
    …………………………………………………………………………………………dst.
    Kendati kita memahami bahwa Sunda dengan Sistem Tri Tangtu Di Buana yang merupakan Tatanan Fitrah telah menemukan titik akhir dari tiga cita-cita perjalanan hidup manusia di alam Dunia, yaitu:
    Keluhuran Derajat Kehidupan sebagai wujud dari nilai-nilai LOGIKA ,
    Kelungguhan Martabat Kemanusiaan sebagai wujud dari nilai-nilai ETIKA dan
    Keluhungan Adat Budaya sebagai wujud dari nilai-nilai ESTETIKA .
    Kini semua itu hanya menyisakan cerita dan manuskrif-manuskrif yang sarat akan Sandi Rahasia dan tidak gampang untuk dibaca serta dipetakan kembali dalam kehidupan (Sunda = Sandi yang terpetakan).
    Kunci kunci untuk melakukan pemetaan atau merekonstruksi ketiga nilai di atas diselimuti oleh Rahasia Rasa yang terpetakan dalam Filsafat Puragabasa, yang senantiasa hidup pada fitrah setiap diri manusia namun sulit untuk disadari.
    Ini menjadi sebuah keunikan tersendiri dimana Sunda yang sangat fitrah ini, secara system memiliki apa yang disebut Logika Rasa .

    Sangat dibutuhkan beberapa aspek penting dan kompetensi khusus dimana seseorang mampu menyeruak Sandi Rahasia dan menemukan apa yang menjadi hasanah kekayaan Sunda; Selain dibutuhkan kecukupan waktu, pemahaman Filsafat Puragabasa, juga metoda lainnya yang berhubungan dengan Logika Rasa mutlak dibutuhkan.
    Disiplin ini sangat berbeda dengan metodologi umum lainnya yang kita kenal sebagai metoda ilmiah seperti yang sekarang banyak dilakukan orang.

    Esensi dari STAMO 2013 merupakan hasil penjelajahan memasuki Rahasia Rasa yang merupakan hasanah kekayaan Sunda yang ditemukan kembali; yang sebelumnya diawali dengan sebuah statement diri bahwa: Segala temuan hasanah kekayaan Sunda, bagi para pelaku penjelajah Rahasia Rasa seperti saya, tidak boleh memiliki niatan apa yang ditemukannya itu untuk dikuasainya.
    Untuk hal tersebut di atas sejak tahun 2002, temuan STAMO 2013 saya selamatkan sebagai amanah Sunda dan tidak tergiur dengan bujukan uang puluhan miliar untuk dijual ke Negara Tetangga. Di sisi lain sayapun tidak khawatir muatan-muatan STAMO 2013 akan dijiplak Negara lain; karena ternyata berbagai system yang dimiliki oleh Sunda telah dilengkapi oleh sebuah Proteksi Rahasia yang Sakral dan sangat ampuh, yaitu yang namanya Supata Sunda atau Supata Indung.

    Kesimpulannya siapapun yang menjiplak STAMO 2013 untuk kepentingan sendiri dan keserakan, pasti tidak akan bisa mulus, karena Sistem ekonomi ini sangat fitrah mengikuti hukum-hukum alam yang mendapatkan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

    STAMO 2013 adalah sebuah hasanah kekayaan Sunda, yang merupakan Sistem Ekonomi Fitrah; memiliki kesanggupan untuk mewujudkan keadilan ekonomi Dunia, yang manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh umat manusia di seluruh Dunia.
    Keadilan yang “maha besar” ini dilakukan serta merta secara otomatis, dan hanya merupakan dampak dari keadaan bahwa Sistem Sunda hakekatnya; MENGGUMULUNG dalam KOKOPAN sifat-sifat Sang Pencipta Yang Maha Besar dan Maha Adil.
    Dari keadaan seperti ini tak heran manusia Sunda berenang-renang dalam hasanah kekayaan filsafat kehidupan, kemudian yang ditemukannya juga selalu orsinil pada kadar yang sangat esensial, integral, universal dan sistemik yang holistik mengikuti sifat-sifat Qudrat dan Irodat Tuhan.
    ……………………………………………………………………………
    …………………………………………………………………………… dst.

    —————————————————-
    Naskah ini dicuplik dari Editing Penulis.
    Judul Buku: SANG PEMBAHARU DUNIA DI ABAD 21
    Sub Judul: “SERIBU JABANGTUTUKA SUNDA”
    Serial: “Jabangtutuka 1 Mandalajati Niskala”
    Tebal Buku 200 Halaman, Jilid Lux, Harga Rp 30.000,-
    Mulai beredar di toko buku bulan Maret 201
    —————————————————-

    Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.
    Naskah ini dikirim oleh : Kalfatar