Che Guevara Dan Fotografi

Tahukah anda, tanggal 19 Agustus adalah hari Fotografi sedunia. Nah, memperingati momen Hari Fotografi itu, kami akan mengenalkan sosok revolusioner yang tidak hanya piawai menenteng buku dan senjata, tetapi juga kamera. 

Dia adalah Ernesto “Che” Guevara. Bila anda ketik “Che Guevara and Photography”, pasti akan ketemu foto-foto Che sedang menenteng kamera. Juga beberapa foto hasil karya Che.  

Minat Che terhadap fotografi sudah muncul sejak kecil. Dengan meminjam kamera bapaknya, Che mulai belajar mengambil gambar di sekitarnya. Ketika masuk sekolah, Che juga sering menyumbang foto untuk koran sekolahnya.

Di pertengahan tahun 1950-an, Che sempat bekerja di sebuah koran Meksiko, Agencia Latina. Sebagai fotografer, ia pernah mendapat tugas meliput Pan American Games tahun 1955. Konon, ia tidak pernah menerima upah dari liputannya tersebut. “Aku masih bekerja sebagai fotografer, tetapi waktuku lebih banyak untuk hal yang lebih penting, seperti belajar..” tulis Che dalam surat untuk ibunya pada bulan September 1955.

Foto karya Che Guevara saat meliput Pan American Games tahun 1955 (The Che Guevara Studies Center/Photos provided by Three Shadows)
Foto karya Che Guevara saat meliput Pan American Games tahun 1955 (The Che Guevara Studies Center/Photos provided by Three Shadows)

Selain sebagai fotografer dan editor di Agencia Latina, Che juga menjadi fotografer keliling di taman-taman dan alun-alun kota Meksiko. Kendati demikian, pendapatannya sebagai fotografer belum mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. “Minggu ini aku mengumpulkan sekitar 60 foto, yang berarti hanya beberapa peso, tapi setengah dari foto itu gagal karena rol film yang kabur,” keluh Che dalam surantya pada bulan November 1954. Karena itu, selain menjadi fotografer, Che juga bekerja di rumah sakit.

Ketika terlibat dalam perjuangan gerilya di tengah hutan, bersama dengan kawan-kawannya di Gerakan 26 Juli, Che tetap membawa kamera dan mengabadikan sejumlah kejadian. Maka jangan heran, selain foto menyandang senapan di tengah hutan, ada juga foto Che sedang memegang kamera.

Setelah Revolusi Kuba, kecintaan Che terhadap fotografi tidak berkurang. Malahan, di sela-sela kesibukannya sebagai pejabat negara, Che sering mengambil kesempatan untuk mengambil gambar hal-hal yang sangat berkesan baginya. Misalnya, ketika menjabat Menteri Perindustrian Kuba, Che mengambil gambar aktivitas berproduksi.

Foto hasil Che yang menggambarkan mesin pabrik. Gambar ini diambil oleh Che saat menjadi Menteri Perindustrian tahun 1961.

Selain itu, ketika Che mendapat tugas mengunjungi negara-negara lain, Che tidak pernah ketinggalan membawa kamera. Berbagai hal yang menarik perhatiannya selama berkunjung ke berbagai negara, seperti Amerika Selatan, China, India, Jepang, Vietnam, dan Indonesia, berhasil diabadikannya dalam foto.

Aksi Che sedang mengambil gambar (VisitBeijing.com)

Konon, ketika Che tewas dibunuh di Bolivia, ada 12 gulungan film yang ditemukan di dekat mayatnya. Sebagian besar foto-foto yang diabadikan oleh Che itu hilang. Centro de Estudios de Che Guevara, yang mengumpulkan foto-foto hasil jepretan Che sejak tahun 1990an, hanya berhasil mengoleksi 200-an foto.

Oh iya, kamera yang sering digunakan Che adalah Nikon S2 dengan lensa 50mm,  Zenit 3M dengan helios 58/2 (buatan Soviet), Plaubel Makina dan Ihagee Exakta.

Salah satu kamera milik Che Guevara, Nikon S2, yang tersimpan di sebuah museum di Kuba.

Kebiasaan pribadi Che merekam berbagai kejadian dengan foto, termasuk ketika melakukan kunjungan resmi ke berbagai negara, menunjukkan minatnya yang besar terhadap pendokumentasian peristiwa atau kejadian. Di sini, Che tidak hanya mengandalkan fotografer resmi yang mungkin ditugaskan atau digaji oleh negara, tetapi juga melakukannya sendiri.

Sebagian besar foto hasil jepretan Che, yang berhasil dikoleksi dan dipamerkan oleh Centro de Estudios de Che Guevara, adalah foto dokumentasi tentang perjalanan hidup dirinya, mulai dari belajar kedokteran di Argentina, perjalanan menggunakan motor mengelilingi Amerika Selatan, bekerja sebagai wartawan sekaligus fotografer di Agencia Latina, perjuangan gerilya di tengah hutan, aktivitasnya sebagai Menteri Negara, dan kunjungan resmi ke berbagai negara.

Tentu saja, foto-foto hasil jepretan Che itu, entah disadarinya atau tidak, telah memperkaya dokumentasi gambar dunia. Termasuk beberapa gambar bangunan bersejarah menyerupai piramida peninggalan suku Maya di  Chichén Itzá, Meksiko.

Bangunan bersejarah menyerupai piramida peninggalan suku Maya di Chichén Itzá, Meksiko. Foto ini diambil Che saat masih bekerja di Agencia Latina.

Selain itu, foto-foto Che juga sangat kuat dengan pesan dan makna. Misalnya, pada tahun 1961, ketika ia ditunjuk sebagai Menteri Perindustrian, ia sering mengambil gambar di sela-sela kunjungannya di berbagai pabrik. Sebagian besar foto-foto itu memperlihatkan orang-orang yang bekerja dan teknologi baru yang dihasilkan oleh revolusi. Di sini, Che ingin menyampaikan pesan, bahwa revolusi telah menciptakan manusia baru dan teknik baru.

Yang menarik juga adalah foto-foto hasil jepretan Che saat berkunjung ke Kalkuta [sekarang Kolkata], India, tahun 1959. Beberapa foto memotret keadaan sosial di jalanan kota Kalkuta. Gambar sapi-sapi yang sedang ‘tidur-tiduran’ di pedestrian, sementara orang lalu-lalang di sekitarnya.  Juga gambar manusia penarik riksha [semacam becak yang digerakkan dengan ditarik oleh manusia]. Ini memperlihatkan kepekaan sosial Che ketika mengambil gambar tersebut.

Foto karya Che saat berkunjung ke Kalkuta, India, tahun 1959.

Kelihatannya, gambar-gambar yang diambil Che di sela-sela kesibukannya adalah objek atau kejadian yang benar-benar menyentuh perasaan dan kesadarannya sebagai individu. Banyak objek gambar Che adalah manusia dan keadaan sosialnya. Juga ada photo mengenai keindahan alam.

Begitu juga saat berkunjung ke Indonesia tahun 1959. Che diajak oleh Sukarno mengunjungi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. Di sela kunjungan itu, Che mengambil kesempatan untuk memotret bangunan bersejarah warisan peradaban leluhur Indonesia itu.

Foto bersama Che saat berkunjung ke Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.
Foto bersama Che saat berkunjung ke Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

Itulah Che Guevara. Manusia yang menyandang banyak predikat: revolusioner, penulis, dokter, ahli ekonomi, pejuang gerilya, intelektual, ahli strategi militer, dan diplomat ulung. Sekarang tambah satu lagi: fotografer. Tak salah kalau Jean-Paul Sartre, filsuf Perancis yang terkenal itu, menjulukinya ‘manusia paling lengkap di zamannya’.

Rudi HartonoPimred Berdikari Online.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut