Chavez: Tidak Ada Rumus Baku Sosialisme Yang Bisa Dicopy Dimanapun

Presiden Venezuela Hugo Chavez mengatakan sosialisme, yang dipahami sebagai kontrol alat produksi oleh massa rakyat terorganisir, tergantung pada karakteristik masing-masing negara.

Bahkan, kata Chavez, geografi masing-masing negara mencetak masyarakat dan karakter perilaku dan kepribadian manusia.

Chavez membantah para pengeritiknya yang menuding dirinya hendak mengcopy sosialisme ala Kuba dan Uni Soviet.  Chavez mengatakan, tidak ada rumus baku untuk penerapan sosialisme yang berlaku di semua negara.

Chavez pun mengeritik kelemahan sosialisme ala Soviet. “Soviet akhirnya jadi semacam imperialis. Mereka menginvasi Cekoslovakia dengan paksa. Pemimpin Soviet melupakan rakyatnya dan ketika mereka jatuh, tidak ada satupun klas pekerja yang bangkit mempertahankannya,” kata Chavez.

Chavez menganggap, ketika itu, sosialisme Soviet sudah kehilangan jiwanya. Chavez melihat banyak penyimpangan dalam praktek sosialisme di Soviet.

Sebaliknya, ketika berbicara soal Tiongkok, Chavez malah memuji. “Tiongkok, sebaliknya, dengan segala kekhususannya, sanggup menjaga dan memperkuat sosialismenya. Sosialisme di sana adalah sosialisme berkarakter Tiongkok, bukan sesuatu yang dipaksakan dari luar,” kata Chavez.

Meski begitu, Chavez menegaskan bahwa Amerika latin akan menjalankan model sosialisme sendiri. “Di sini, kami akan menciptakan sosialisme Venezuela, Ekuador, Bolivia, dan Kuba,” tegasnya.

Menurut Chavez, setiap negara punya kekhususan dan karakter sendiri. Ia mengaku tidak ada katekismus atau rumus baku sosialisme yang berlaku di seluruh negara.

Dulu, pada tahun 2005, pada saat menegaskan bahwa Revolusi Bolivarian akan mengarah ke sosialisme, Chavez juga menegaskan Venezuela akan mempraktekkan model sosialisme khas Venezuela. “Kami tidak akan mengikuti model sosialisme ala Kuba,” kata Chavez.

RAYMOND SAMUEL

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut