Buruh PT. First Media Merasa “Diperbudak”

Buruh PT. First Media menggelar aksi pendudukan di kantor Disnaker Tangerang, Senin (13/5/2013). Mereka menolak praktek outsourcing dan pelarangan serikat buruh.

Puluhan buruh yang tergabung dalam Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI)  PT. First Media/Link Net kembali menggelar aksi pendudukan di kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kota Tangerang, Banten, Senin (13/5/2013).

Dalam aksinya, para buruh merasa telah diperlakukan layaknya “budak” oleh PT.First Media/Link Net. Pasalnya, sampai saat ini para pekerja masih berstatus Perjanjian Kerja untuk Waktu Tertentu (PKWT) dan perusahaan outsourcingnya pun berganti-ganti.

“Kami sudah bekerja bertahun-tahun di sana. Namun, dengan memanfaatkan ketidaktahuan kami soal ketenagakerjaan, kami dipekerjakan di bawah PKWT untuk pekerjaan yang tidak habis dalam waktu tertentu,” kata Samsi Rudali, pengurus SBTK FNPBI PT. First Media.

Menurut Samsi, ketika buruh menyadari telah dikelabui oleh pihak perusahaan, maka dibentuklah serikat buruh di tingkat perusahaaan, yaitu FNPBI, pada tahun 2012 lalu. “Kami membentuk serikat untuk memperjuangkan hak-hak kami,” kata Samsi.

Ironisnya, bukannya merespon tuntutan serikat buruh untuk bernegosiasi dan melakukan perbaikan kondisi kerja, pihak perusahaan PT. First Media malah memecat tiga pekerja, yaitu Samsi Rudali, Aris Kristianto, Firman Laksamana.

Selain itu, kata Samsi, setelah para buruh mengikuti aksi memperingati Hari Buruh Sedunia, termasuk buruh First Media, sebanyak 11 orang kembali di-PHK secara sepihak.

“Ini membuktikan, bahwa pihak perusahaan First Media memang sangat anti serikat buruh. Mereka tidak menginginkan kami berorganisasi. Ini melanggar pasal 28 dan 43 UU nomor 21 tahun 2000,” ujarnya.

Sebelum menggelar aksi pendudukan di kantor Disnaker, puluhan buruh First Media ini menggelar aksi massa di kantor Walikota Tangerang. Dalam aksinya, mereka membawa foto sejumlah Komisaris PT First Media, termasuk Dr. Rizal Ramli dan Didik J Rachbini.

“Bapak Rizal Ramli, anda berambisi mau mengubah Republik, sementara praktek penghisapan dan eksploitasi terhadap buruh di perusahaan anda dibiarkan begitu saja,” teriak seorang buruh.

Dalam aksinya ini, FNPBI PT First Media mengusung tiga tuntutan pokok, yaitu: satu, melakukan proses peninjauan ulang terhadap praktik bisnis terhadap PT First Media/Link Net terkait praktek outsourcing; dua, menuntut penghapusan sistim outsourcing; tiga, mendesak komisaris First Media, terutama Rizal Ramli dan Didik J Rachbini untuk memperhatikan nasib pekerja.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut