Kupang, Berdikari Online — Relawan Adil Makmur Peduli Gempa Flores menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka untuk mempercepat pendistribusian bantuan bagi warga terdampak gempa bumi Flores yang terjadi pada 15 Agustus 2026.
Kerja sama tersebut dilakukan setelah Relawan Adil Makmur melakukan pertemuan dengan pihak BPBD Sikka pada Jumat (21/8/2026). Relawan menilai dukungan masyarakat sangat dibutuhkan mengingat jumlah bantuan yang terus berdatangan dan beban distribusi yang harus ditangani pemerintah daerah.
Koordinator Umum Relawan Adil Makmur, Lorens Sina Ritan, mengatakan keterlibatan relawan merupakan bagian dari panggilan kemanusiaan sekaligus upaya membantu pemerintah memastikan bantuan dapat segera diterima masyarakat yang membutuhkan.
“Kami hadir untuk mendukung kelancaran dan mempercepat distribusi bantuan. Kami melihat kerja BPBD sangat berat, sementara bantuan yang masuk terus bertambah. Karena itu, kami siap bekerja bersama agar bantuan yang masih menumpuk dapat segera disalurkan kepada masyarakat,” kata Lorens, Jumat (21/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Lorens didampingi Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Rian Tapson, serta puluhan relawan. Mereka menyatakan siap membantu proses distribusi di lapangan dengan tetap berkoordinasi bersama BPBD Sikka.
Lorens juga mengapresiasi respons pemerintah pusat terhadap bencana gempa yang melanda Flores. Menurutnya, bantuan yang telah dikirim pemerintah perlu dipastikan pendistribusiannya berlangsung transparan, merata, dan tepat sasaran.
“Kami mengapresiasi langkah cepat Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam memberikan bantuan bagi masyarakat Flores. Kami berharap seluruh bantuan tersebut dapat disalurkan secara adil, merata, dan tepat sasaran sehingga benar-benar dirasakan oleh seluruh warga yang terdampak,” ujarnya.
Relawan Adil Makmur menegaskan akan terus berkoordinasi dengan BPBD Sikka dan berbagai pihak terkait untuk membantu proses penyaluran bantuan kepada korban gempa. Langkah tersebut diharapkan dapat meringankan beban pemerintah sekaligus mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana.
(Amir)

