10 Lagu Reggae Indonesia yang Menyuarakan Kritik Sosial

Sejak lahirnya, reggae memang identik sebagai musik protes. Genre musik yang berasal dari tanah Jamaika ini kerap berteriak lantang menentang ketidakadilan, kemiskinan, ketimpangan, rasisme, perang, kolonialisme dan imperialisme.

Bob Marley, sang pencetus reggae yang mendapat julukan “King of Raggae”, menyuarakan perlawanan lewat lirik-lirik lagunya. Sebut saja, misalnya: “get up, stand up”, Redemptiong Song, War, Revolution, One Love, Them Belly Full (But We Hungry), dan masih banyak lagi.

Di Indonesia, reggae juga cukup populer. Tidak sedikit lagu reggae di Indonesia yang liriknya kritis terhadap keadaan sosial di negeri ini, seperti kemiskinan, ketidakadilan, ketimpangan, korupsi dan lain-lain.

Berikut ini 10 reggae Indonesia yang menyuarakan ketidakadilan:

#1 Serenada (Steven & Coconut Trees)

Lagu Serenada dinyanyikan oleh Steven & Coconut Trees di album Other Side tahun 2005. Sebetulnya ini lagu ciptaan Iwan Fals dinyanyikan bersama Ritta Rubby di tahun 1984.

Serenada atau serenade adalah lagu penghormatan untuk seseorang. Kalau dilihat dari liriknya, jelas ini serenada untuk orang-orang yang tertindas. Sebagaimana dua bari pertama dari lagu ini: “Aku ingin menyanyikan lagu/ buat orang-orang yang tertindas.”

Lagu ini jelas diperuntukkan untuk mereka yang tercekik oleh kemiskinan: Di lorong lorong lorong jalan/ Di kolong kolong kolong jembatan/ Di kaki kaki kaki lima/ Di bawah menara/ Kau masih mendekap derita.

#2 Siempre (Ras Muhamad)

Lagu “Siempre” di ciptakan oleh musisi reggae Ras Muhamad di tahun 2007 dan masuk dalam koleksi album Reggae Ambassador. Lagu ini merupakan tribute untuk pejuang revolusioner Amerika latin, Ernesto Che Guevara.

Muhamad Egar, atau lebih senang dipanggil Ras Muhamad, adalah pengagum Che Guevara. Dia kerap memanggil “Komandante” kepada pejuang penting Revolusi Kuba itu.

Ras Muhamad, yang pernah tinggal lama di Amerika Serikat, tidak asing dengan sosok Che Guevara. Ia sudah membaca kisah dan perjuangan pahlawan kelahiran Argentina itu. Baginya, Che adalah pahlawan kaum tertindas.

Kata Ras Muhamad, kata “Siempre” yang menjadi judul lagunya terinspirasi dari lagu berjudul “Hasta Siempre” yang dinyanyikan oleh musik asal Kuba, Buena Vista Social Club.

#3 Kongkalikong (Tony Q Rastafara)

Lagu “kongkalikong” diciptakan oleh Tony Q Rastafara pada tahun 2010 dan masuk album Kurang Tambah. Lagu ini mengkritik perilaku pemimpin politik yang korup dan mengabaikan nasib rakyat.

Bagi Tony Q di dalam lagu ini, tugas pemimpin adalah menjalankan mandat rakyat, yaitu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial. Bukan sibuk memperkaya diri sendiri, apalagi korupsi dan saling sikat untuk memperebutkan proyek.

Seperti di lirik lagunya: Akankah sila kelima dari pancasila/ Bisa terwujud segera/ Kalau masih banyak para pemimpin kita/ Menghilangkan rasa cinta/ Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia/ Apakah ini akan jadi slogan belaka/ Sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia/ Mungkin akan menjadi dongeng.

#4 Putra Nusantara (Shaggy Dog feat Iwa K)

Lagu “Putra Nusantara” diluncurkan oleh Shaggy Dog bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2016 lalu. Lagu ini dinyanyikan bersama dengan rapper Iwa K.

Lagu bicara tentang nasib anak-anak Indonesia yang tidak bisa menikmati pendidikan karena biaya pendidikan yang terlampau mahal. Anak-anak tersebut terpaksa menjadi anak jalanan dan berjibaku dengan kerasnya kehidupan kota.

Badan hitam legam terbakar matahari/ sehitam warna langit kota yang penuh polusi/ seharusnya mereka berada di sekolah/ tapi sekolah mahal bagi mereka yang tak punya.

Di lagu ini juga, grup musik Jogja ini juga mengeritik politisi yang mengingkari janji politiknya saat pemilu.

#5 Emansipasi (Ras Muhammad feat Dennis Brown)

Lagu “Emansipasi” diciptakan oleh Ras Muhammad tahun 2013 dan masuk dalam album Berjaya. Lagu yang dinyanyikan bersama Dennis Brown itu untuk menyambut peringatan 59 tahun Konferensi Asia-Afrika.

Lagu ini berbicara tentang semangat Asia-Afrika yang bebas dari kolonialisme dan imperialisme. Dibuka pidato Sukarno yang berapi-api, lagu Emansipasi diselingi pidato-pidato pahlawan pembebasan Asia-Afrika, seperti Sukarno, Malcom X, dan Kwame Nkrumah.

Berikut potongan liriknya: Emansipasi & pembebasan/ ‘tuk semua bangsa yang tertindas/ emansipasi & pembebasan/ satukan dunia dalam laras perlawanan/ inilah pencerahan dalam masa yang kelam/
mematahkan rantai-rantai kolonial Babylon/ kebangkitan kembali bangsa Asia & Afrika.

#6 Republik Sulap (Tony Q Rastafara)

Lagu “Republik Sulap” diciptakan oleh Tony Q Rastafara menjelang Pemilu 2009. Lagu ini termasuk dalam album “Presiden” yang diluncurkan tahun itu juga.

Lagu ini sebetulnya kritik berbentuk satire terhadap keadaan negeri yang tidak kunjung membaik. Masih ada korupsi di sana-sini. Karena konteks lagu ini adalah pemilu 2009, mungkin juga ada kaitannya dengan politik kotor.

#7 Crisis (Ras Muhammad)

Lagu “Crisis” diciptakan oleh Ras Muhamad pada tahun 2009 dan masuk dalam album “Next Chapter”. Lagu ini bicara tentang krisis ekonomi yang menghantui rakyat kecil.

Krisis ekonomi membuat perjuangan rakyat kecil untuk sesuap nasi makin keras. Krisis membuat nilai gaji tidak sanggup lagi mencukupi kebutuhan. Sebab, biaya hidup meninggi.

Begitulah kira-kira pesan lagu “Crisis” ini. Hanya saja, menghadapi persoalan krisis ini, saran Ras Muhamad terdengar pintas tetapi filosofis: ulurkan tanganmu. Ini bisa bermakna filantropis, tetapi juga bisa diartikan solidaritas sosial.

#8 Ironi Negeri Surga (Tony Q Rastafara)

Lagu “Ironi Negeri Surga” adalah lagu terbaru Tony Q Rastafara yang diciptakan tahun 2014 lalu dan masuk album “Menjemput Mimpi”.

Lagu ini lagi-lagi sangat satire. Di satu sisi, negeri kita terbilang sangat kaya raya, mulai dari hasil laut, ladang, hutan, hingga hasil buminya, hingga disebut “Negeri Surga”.

Tetapi di sisi lain, kita justru mengimpor beras dari luar. Banyak rakyat kita yang terpaksa menjadi buruh migran di luar. Juga masih disuguhi fenomena antre bahan bakar.

Dan lirik ini yang paling satire: Sayang sayang sayang sayang/ Harus beli air/ Dari mata air/ Gunung nya sendiri.

#9 Tuhan sudah Mati (Tony Q Rastafara feat Roy Jeconiah)

Ini juga lagu terbaru Tony Q di album “Menjemput Mimpi”. Lirik lagu ini sangat singkat, tetapi kritikannya sangat tajam.

Tony Q mengeritik mereka yang suka berebut kursi kekuasaan sebagai setan dan iblis. Dia juga mengeritik mereka yang rela menjual idealismenya dengan uang.

Setan dan Iblis, Saling berebut Kursi Kekuasaan/ Pejuang-pejuang Suci telah tertidur berbantal uang.

Bagi Tony Q, mereka yang melakukan perbuatan itu seolah-olah menganggap “Tuhan sudah mati”.

Memang, di album Menjemput Mimpi ini, Tony Q banyak menyelipkan kritik sosial. “”Hampir semua lagu saya mengkritisi situasi ya, apa lagi situasinya nggak balance, di album ini banyak juga menceritakan seperti itu,” kata Tony Q, seperti dikutip liputan6.com (28/5/2014).

#10 Bebas Merdeka (Steven & Coconut Trees)

Lagu “Bebas Merdeka” adalah lagu reggae paling populer yang dinyanyikan oleh Steven & Coconut Trees. Lagu ini ada di album The Other Side (2005).

Lagu ini tentang orang yang memilih jalan hidupnya secara bebas dan merdeka. Dan dia bisa menikmati hidupnya dengan bahagia, bebas, tanpa beban. Dan yang lebih penting lagi, pilihan hidupnya itu bebas dari perilaku kriminal.

Lagu ini merupakan jawaban atas mereka yang sedang mencari jati diri dan jalan hidup. Mereka yang ingin menjadi manusia otentik, tanpa harus didikte oleh pihak lain.

Amisani Khalistani

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut