“Pemogokan Pekerja Terbesar” Melanda Seluruh India

NEW DELHI: Sedikitnya 100 juta pekerja di seluruh India pada hari Selasa (7/9) berpartisipasi dalam pemogokan umum selama 24 jam, menyusul seruan 8 serikat buruh utama di negeri ini, untuk memprotes kenaikan harga dan kebijakan privatisasi.

Kedelapan serikat buruh, selain tiga serikat buruh utama, INTUC, AITUC, dan CITU, adalah Pusat Persatuan Serikat Buruh seluruh India (AIUTUC), Pusat koordinasi serikat buruh (TUCC), dewan pusat serikat buruh seluruh India (AICCTU), Kongres persatuan serikat buruh (UTUC), dan  Hind Mazdoor Sabha (HMS).

Menurut Presiden Kongres Nasional Serikat Buruh India (INTUC), G. Sanjeeva Reddy, aksi pemogokan ini akan berdampak pada sektor transportasi, pertambangan, listrik, telekomunikasi, perbankan, perminyakan, pelabuhan, dan sektor-sektor lain yang kurang terorganisir, seperti konstruksi.

“Pemogokan ini sukses 99%” tegas Reddy, seperti dikutip  Indo-Asian News Service.

Benggala Barat, Tripura, and Kerala

Laporan lain menyebutkan, bahwa mayoritas pekerja dari Benggala Barat, Tripura, dan Kerala turut bergabung dalam pemogokan. Para pemogok lebih dahulu memulai aksinya di Benggala barat dan Kerala, dimana mereka menuntut pemerintahan federal untuk mengendalikan harga dan melindungi hak-hak pekerja.

Sekolah, universitas, kantor pemerintah, dan kantor swasta ditutup di seluruh wilayah Benggala barat, daerah yang pemerintahannya dijalankan oleh Partai Komunis India-marxist (CPI-M).

Sebuah jalan utama di kota Kalkota terlihat sepi. CPIM mendukung aksi untuk menghentikan 100 penerbangan di bandara Kalkota.

Di Kerala selatan, yang pemerintahannya juga dikelola CPIM, serikat buruh berbagai warna memimpin jalannya aksi di ibukota negara bagian Thiruvananthapuram.

Sekretaris Jenderal Pusat Serikat Buruh India (CITU), yang condong pada komunis, menyatakan bahwa pemogokan total terjadi di Kerala dan seluruh serikat buruh ikut ambil-bagian.

Di New Delhi, beberapa cabang dari bank milik negara ditutup selama sehari, dan sebuah pabrik miliki oleh German transnational Bosch, juga ditutup.

Klaim Naikkan Bargain Politik

Meski pemogokan ini menyerang pemerintahan berkuasa dari partai Kongres, namun Reddy mengklaim bahwa pihaknya mendapat dukungan dari presiden Partai Kongres, Sonia Gandhi, yang mengamati pemogokan ini dari jauh. “Ya, kami menikmati dukungannya untuk memperjuangkan kepentingan pekerjanya,” ujarnya.

Reddy menambahkan, pemogokan ini juga dimaksudkan untuk “menegaskan ulang” posisi tawar serikat buruh.

Dia menjelaskan, serikat buruh mulai kehilangan kekuatan sejak kebijakan neoliberal mulai diterapkan awal tahun 1990-an.

Sebaliknya, lanjut dia, program dan kebijakan pemerintah pusat maupun daerah dibingkai untuk melindungi kepentingan bisnis. “Dalam proses ini, para pekerja telah diabaikan,’ ujarnya.

Kongres Nasional Serikat Buruh India (INTUC) adalah serikat buruh terbesar di India, selain dua serikat buruh lainnya, yaitu Pusat Serika Buruh India (CITU) dan Kongres Serikat Buruh seluruh India (AITUC), yang mana keduanya berafiliasi ke partai kiri. (Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut