Vaksinasi Covid-19: Prioritaskan Pasien Gagal Ginjal

Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) mendesak pemerintah untuk menjadikan pasien gagal ginjal sebagai kelompok prioritas penerima vaksin covid-19.

“Pasien gagal merupakan bagian dari populasi yang rentan terpapar virus korona,” kata Ketua Umum KPCDI, Tony Richard Samosir, dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (27/3/2021).

Merujuk data, jumlah pasien gagal ginjal tahap akhir di Indonesia mencapai 250 ribu orang. Berdasarkan Riskesdas 2018, 4 dari 1000 penduduk di Indonesia menderita gagal ginjal.

Menurut Tony, tingkat kematian pasian gagal ginjal kronis akibat covid-19 sangat tinggi. Hal itu sejalan dengan kesimpulan Satgas Covid-19, bahwa penyakit ginjal memiliki risiko kematian 13,7 kali lebih besar dibandingkan dengan yang tidak memiliki penyakit ginjal.

“Situasi itu diperparah oleh kondisi langkanya rumah sakit yang menyediakan ruang isolasi dilengkapi ruangan hemodialisa,” terangnya.

Dia melanjutkan, selama ini pasien gagal ginjal memerlukan kunjungan minimal 8-12 kali dalam sebulan untuk melakukan terapi hemodialisis di rumah sakit.

“Itu yang membuat kami rentan terhadap covid-19, mulai dari angkutan umum hingga rumah sakit atau klinik hemodialisis,” jelasnya.

Selain itu, kata Tony, pasien gagal ginjal yang terpapar covid-19, sekalipun tanpa gejala, tetap tidak bisa menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Bagi mereka, lebih berbahaya kalau tidak cuci darah ketimbang terpapar covid-19. Itu sama saja dengan menyerahkan nyawa,” tegasnya.

Untuk diketahui, desakan serupa juga disuarakan oleh tiga organisasi ginjal dunia, yaitu American Society of Nephrology (ASN), The European Renal Association-European Dialysis and Transplant Association (ERA-EDTA) dan International Society of Nephrology (ISN).

Dalam seruannya, ketiga organisasi itu mendesak seluruh negara di dunia untuk memprioritaskan pasien gagal ginjal kronis untuk mendapat vaksinasi covid-19.

“Untuk menerima perawatan yang menyelamatkan nyawa ini. Mereka terlalu sakit dan rentan untuk bepergian ke lokasi vaksinasi publik. Sehingga perlu digaris bawahi harus menyiapkan vaksin di tempat dialisis pasien,” demikian keterangan pers bersama ketiga lembaga itu.

Di Indonesia, Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB PAPDI) memberikan rekomendasi bagi para pasien dengan penyakit penyerta/komorbid, termasuk pasien gagal ginjal.

“Penyakit ginjal kronik non dialisis dan dialisis dalam kondisi stabil secara klinis layak diberikan vaksin COVID-19 karena risiko infeksi yang tinggi dan risiko mortalitas serta morbiditas yang sangat tinggi pada populasi ini bila terinfeksi COVID-19,” tulis lembaga ini dalam lampiran rekomendasinya pada 18 Maret 2021.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia baru menempatkan tiga kelompok, yaitu tenaga kesehatan, lansia, dan pelayanan publik, sebagai prioritas penerima vaksin covid-19.

MAHESA DANU

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid