Umat Islam AS Kumpulkan Dana untuk Perbaikan Makam Yahudi

Umat Islam di Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan kepedulian dan solidaritas sosial yang melintasi sekat-sekat keagamaan.

Akhir pekan lalu, ratusan nisa pemakaman Yahudi di St. Louis, Missouri, dirusak oleh orang tak dikenal. Yang pasti, perusakan pemakaman yang sudah berusia 123 tahun itu datang bersamaan dengan meluasnya ancaman terhadap komunitas Yahudi.

Tidak lama setelah aksi perusakan itu, komunitas Yahudi berusaha menggalang dana untuk perbaikan. Rupanya, komunitas Islam tidak tinggal diam.

Dua orang muslim, Linda Sarsour dan Tarek el-Messidi, menggalang dana di kalangan muslim AS untuk membantu biaya perbaikan pemakaman itu. Gerakannya dipublikasikan di internet.

“Muslim Amerika bersolidaritas pada komunitas Yahudi-Amerika untuk mengutuk aksi vandalisme yang mengerikan dan tidak beradab,” tulis mereka di website penggalangan dana.

Tak disangka, antuasiasme umat Islam sangat besar. Lebih dari 3600 umat Islam AS yang menyumbang. Nilai sumbangannya melampaui target, yakni 103.257 USD atau sekitar Rp 1,3 milyar. Padahal, target awalnya hanya 20.000 USD.

Tarek el-Messidi adalah Direktur Celebrate Mercy, sebuah lembaga keagamaan yang berusaha mengajarkan nilai-nilai kebaikan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan Linda Sarsour adalah aktivis yang tergabung dalam Asosiasi Arab Amerika. Selain itu, Linda juga aktif dalam pembelaan hak-hak perempuan. Dia merupakan salah satu organiser dalam aksi besar kaum perempuan saat pelantikan Donald Trump pada bulan Januari lalu.

Sejak Trump berkuasa, sentimen anti-Islam dan anti-Yahudi bertiup sangat kencang. Belum lagi, Trump sendiri punya kebijakan yang mendiskriminasi orang-orang yang dianggap bukan asli Amerika, seperti Muslim dan Yahudi.

Situasi itulah yang menyebabkan serangan terhadap Muslim dan Yahudi meningkat. Akhir Januari lalu, sebuah masjid Kota Victoria, Texas, dibakar. Belum diketahui siapa pelakunya. Yang jelas, pembakaran itu terkait dengan kelompok yang meniupkan islamophobia.

Komunitas Yahudi juga tak henti-hentinya menerima ancaman dan serangan. Dalam beberapa minggu terakhir, komunitas Yahudi-Amerika melaporkan banyak ancaman bom terhadap komunitas mereka.

Raymond Samuel

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid