Serangan Anonymous Menyasar Perbankan Turki

Tiga bank terbesar di Turki menjadi target terbaru dari serangan cyber, demikian laporan media setempat Today Zaman (24/12). Tiga bank tersebut yakni İş Bankası, Garanti, dan Ziraat Bankası melaporkan gangguan yang mereka alami mencakup sistem online, transaksi via smartphone  dan aplikasi point of sales sejak hari rabu kemarin.

Dua hari sebelumnya (23/12) kelompok Anonymous menyatakan bertanggungjawab atas serangan cyber besar-besaran yang melanda domain “ir.” milik Turki yang berdampak terhadap matinya (offline) 400.000 situs di negeri tersebut. Pernyataan anonymous ini disiarkan oleh sejumlah media termasuk RT dan Hurriyet Daily News sebagai klarifikasi menyusul kecurigaan terhadap peretas Rusia sebagai pihak di balik serangan cyber tersebut.

Anonymous menyatakan bahwa serangan ini dilakukan sebagai peringatan kepada pemerintah Turki untuk menghentikan dukungan mereka terhadap kelompok teroris ISIS/ISIL. “Turki mendukung Daesh/ISIL dengan membeli minyak mereka dan mengobati tentara mereka. Kami tidak ingin Erdogan, pemimpin Turki, membantu mereka lebih lama lagi.”

Lebih lanjut, dalam sebuah video berdurasi satu menit, Anonymous dalam wujud seseorang bertopeng Guy Fawkes mengatakan “…akan terus melakukan serangan terhadap internet, domain server, perbankan dan situs-situs pemerintah. Setelah itu kami akan menghajar bandar udara, aset militer dan jaringan swasta. Kami akan menghancurkan infrastruktur perbankan anda. Hentikan kegilaan anda sekarang, Turki. Nasib anda berada di tangan anda sendiri.”

Kantor berita RT mencatat serangan DDoS (Distributed Denial of Service) terhadap DNS server Turki mencapai 40 gb per detik sejak 14 Desember lalu.

Pemerintah Turki mengkritik Universitas Teknologi Timur Tengah (OTDU) yang dianggap bertanggungjawab atas operasionalisasi domain internet yang terbesar di negeri itu. “OTDU mengoperasikan domain Nic.tr namun ini adalah masalah keamanan nasional; seharusnya mereka mengambil tindakan untuk menghadapi serangant tersebut”, kata Menteri Transportasi dan Informasi Turki Binali Yıldırım.

Rektor ODTU, Ahmet Acar, dalam pernyataan tertulisanya seperti dikutip Today Zaman mengatakan bahwa mereka telah mengambil tindakan yang diperlukan sesuai standar. “Kita menghadapi serangan cyber terbesar di dunia yang pernah terjadi dan tim kami secara cepat merespon ancaman yang diciptakan oleh kelompok-kelompok terorganisir di luar Turki,” kata Acar.

 

Mardika Putera

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid