Putin: De-dolarisasi Tidak Bisa Dicegah

Moscow, Berdikari Online – Dolar Amerika Serikat kehilangan peran globalnya dalam proses yang obyektif dan tidak tergantikan. Demikian disampaikan Presiden Rusia, Vladimir Putin, kepada peserta Pertemuan BRICS di Afrika Selatan, Kamis (22/8). Putin berbicara melalui jaringan video setelah memilih tidak menghadiri acara tersebut secara langsung.

Putin mendeklarasikan bahwa de-deolarisasi saat ini mencapai momentum. Ia menambahkan bahwa anggota dari kelompok negara-negara ekonomi besar yang sedang tumbuh berupaya untuk mengurangi hubungan ketergantungan mereka terhadap dolar AS dalam transaksi-transaksinya.

Pemimpin Rusia tersebut mengatakan bahwa lima negara anggota BRICS—Brasil, Rusia, India, Tiongkok dan Afrika Selatan—menjadi pemimpin baru ekonomi dunia sembari menambahkan bahwa kumulasi mereka terhadap PDB dunia mencapai 26 persen.

Ia menggarisbawahi bahwa jika diukur menggunakan partitas daya beli (purchasing power parity), BRICS telah melampaui kelompok G7 yang memimpin negara-negara industri maju. Dengan pengukuran ini kontribusi negara-negara BRICS terhadap PDB mencapi 31 persen, dibandingkan G7 sebesar 30 persen.

Dalam 10 tahun terakhir, hubungan investasi antara negara-negara anggota BRICS telah meningkat enam kali lipat. Total investasi mereka dalam ekonomi dunia meningkat dua kali lipat, sementara kumulasi eksport mencatat 20 persen dari total ekspor dunia, jelas Putin.

Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov dalam pertemuan BRICS juga menyatakan bahwa negara-negara BRICS mendiskusikan kemungkinan membuat rekening unit bersama sebagai alterhatif terhadap dolar Amerika.

“Ini dapat menjadi sebuah unit rekening bersama bagi negara-negara anggota BRICS. Bukan mata uang tunggal seperti di Uni Eropa melainkan sebuah alternatif terhadap dolar Amerika, yang dapat melambangkan biaya pengiriman barang dagangan sekaligus menjadi tolok ukur bagi barang-barang tertentu sehingga tidak bergantung pada mata uang tunggal atau pada pusat penerbitan uang kertas yang cara penerbitannya tidak diketahui oleh siapapun,” kata Anton Siluanov.

Menkeu Rusia mengacu pada penerbitan uang dolar Amerika yang terus dicetak tanpa ukuran yang jelas terhadap produksi barang tertentu.

Sebelumnya, Presiden Brasil Lula da Silva juga menyampaikan dukungannya terhadap pengadaan mata uang untuk perdagangan negara-negara BRICS.

(Dom)

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid