PT Kahuripan Inti Mineral Tidak Memiliki Ijin, Forum Mahasiswa Loloda Maluku Utara Lakukan Aksi Penolakan

Maluku Utara, Berdikari Online – Forum mahasiswa Loloda Maluku Utara melakukan aksi penolakan terhadap kehadiran salah  satu perusahan pertambangan emas PT Kahuripan Inti Mineral (PT. KIM) yang melakukan ekspolitasi di kabupaten Halmahera Utara, Kecamatan Loloda Utara, Desa Kapakapa. Aksi dilakukan di RRI Kota Ternate dan Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Maluku Utara (20/7/2023/).

Fahrul Ali sebagai kordinator aksi menyampaikan, berdasarkan hasil advoksi dan kajian Forum Mahasiswa Loloda Maluku Utara kehadiran PT. Kahuripan Inti Mineral (PT. KIM) belum mengantongi ijin sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 03 tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Sejak Febuari tahun 2022 PT. Kahuripan Inti Mineral (PT. KIM) telah mendatangkan alat berat di desa Kapakapa, tanpa mensosialisasikan analis dampak lingkungan (AMDAL) kepada masyarakat dan langsung melakukan penggusuran alias membuka badan jalan sejauh sekitar 7-8 kilometer dari desa ke titik kordinat, terang Fahrul.

Selanjutnya, masih menurut Fahrul, PT. Kahuripan Inti Mineral (PT. KIM) juga melakukan pengambilan sampel tanpa sepengetahuan pemilik lahan, juga melakukan intimidasi dan pengancaman dengan dalil akan memproses secara hukum masyarakat yang melakukan perlawanan.

Forum Mahasiswa Loloda Maluku Utara menyerukan kepada seluruh rakyat Loloda untuk bersatu dan berjuang mendesak  bupati Halmahera Utara agar tidak menggunakan kekuasaannya untuk melegalkan perusahan yang diduga tidak memiliki ijin.

Selain itu mereka juga menuntut Kapolda Maluku Utara untuk serius menyakapi masalah ini dengan menangkap dan mengadili oknum yang menghina Kepala Adat Laloda, Jou Kolano.

Tuntutan lain yang disampaikan dalam aksi ini antara lain agar pihak kepolisian menghentikan ancaman atau intimidasi terhadap masyarakat di lingkar tambang (desa Gisi, Galao, Kapakapa dll.). Juga agar perusahaan menghentikan pengambilan sampel tanpa seizin pemilik lahan, hentikan perampasan tanah adat Loloda dan PT. KIM untuk segera angkat kaki dari tanah adat Loloda tanpa syarat. 

(Julfikar)

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid