Promosikan Perdamaian dan Solidaritas, Venezuela Dirikan Institute Simon Bolivar

Simon Bolivar, bapak pejuang pembebasan Amerika selatan, menjadi nama sebuah institut baru yang didirikan oleh pemerintah Venezuela.

Memperingati 205 tahun  Carta de Jamaica (surat dari Jamaika), sebuah surat yang ditulis oleh Simon Bolivar tentang cara dan metode perjuangan yang akan membawa Amerika Latin terbebas dari Imperialisme Spanyol, Pemerintah Venezuela meluncurkan lembaga baru yang bernama Simon Bolivar Institute for Peace and Solidarity Among People (Institute Simon Bolivar untuk Perdamian dan Solidaritas antar Rakyat).

Acara peluncurannya dilakukan pada 6 September 2020, sekitar pukul jam 16.00 waktu setempat, dan disiarkan secara virtual melalui kanal Youtube Institute tersebut. Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, turut hadir dalam acara peluncuran tersebut.

Dalam keterangan persya, Institut ini didirikan untuk mengkoordinasikan solidaritas global dengan Revolusi Bolivarian dan rakyat Venezuela. Begitu juga sebaliknya, rakyat Venezuela bersoldiaritas  terhadap segala bentuk perjuangan sosial diseluruh dunia.

Nantinya, Institute ini akan menyebarkan informasi tentang Venezuela, termasuk menjernihkan berbagai informasi bias yang dibuat oleh media-media yang dikontrol oleh kekuatan kapitalisme global.

Lembaga juga memberikan pelayanan untuk melakukan pelatihan, penelitian, kampanye, diskusi, dan solidaritas untuk aktivis sosial, aktivis politik, akademisi dan intelektual diseluruh dunia.

Secara virtual, peluncuran perdana Institute ini juga dihadiri oleh sejumlah aktivis dan intelektual dari luar Venezuela, seperti Laura Capote, aktivis muda dari Kolumbia dan coordinator gerakan sosial ALBA; Vijay Prashad, penulis kelahiran India dan Direktur The Tricontinental Institute for Social Research.

Hadir juga beberapa mantan pemimpin Amerika latin, seperti Evo Morales dan Rafael Correa. Keduanya kini tengah mengalami pembuangan politik pasca kudeta sayap kanan di negerinya.

Dalam sambutannya, Maduro meminta dukungan solidaritas dari berbagai pihak, terutama untuk menyampaikan fakta yang terjadi di Venezuela.

“Aku minta dukungan penuh solidaritas gerakan diseluruh dunia untuk menyampaikan kebenaran tentang Venezuela dengan jujur, dengan damai, dengan menghormati kedaulatan, kemerdekaan dan penghormatan terhadap Rakyat Venezuela,” katanya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza menyebut Simon Bolivari Institute for Peace sebagai milik bersama. Tak hanya rakyat Venezuela, tetapi seluruh dunia, sebagai alat bersolidaritas untuk perjuangan satu sama lain.

“Perjuangan rakyat diseluruh dunia butuh solidaritas, dari Venezuela kami memberikan solidaritas bagi seluruh perjuangan tersebut, untuk Julian Assange atas pidana penjara yang tidak adil, untuk Rakyat Palestina, untuk orang-orang Saharawi, untuk mereka yang ditindas, informasi perang yang tidak adil dan imperialisme,” katanya.

Sementara itu, Presiden dari Institute Simon Bolivar ini, Carlos Ron, menekankan pentinya alternatif terhadap kebangkrutan sistim kapitalisme.

“Menghadapi kebangkrutan sistem kapitalisme, sebuah model baru harus muncul, sebuah sistem yang berlandaskan pada solidaritas global dan perdamian karena hanya dengan perdamian bisa memberikan jaminan hak, menjaga keberlangsungan planet bumi, jauh dari sifat imperialisme yang rasis,” tegasnya.

Karena itu, kata dia, Institute ini akan berusaha menjawab krisis yang terjadi, baik krisis iklim maupun pandemi. Tertulis dalam paragraf pertama siaran pers Institut ini: “Pandemi Covid-19 telah menunjukan bahwa model masyarakat kapitalis yang mendasarkan pada nilai-nilai individu, dengan tujuan utamanya akumulasi kekayaan, tidak mampu menjamin kemanusiaan, memberikan jaminan hak-hak dasar, ataupun menyelamatkan kehidupan planet bumi ini.”

Pada kesempatan yang sama, Fernando Gonzales Llort, Presiden The Cuban Institute of friendship of the Peoples (ICAP) menyampaikan, Rakyat Kuba selama beberapa tahun terakhir telah menjadi korban akibat embargo jahat Amerika Serikat. Karena itu, Gonzales Llort lebih menekankan pada solidaritas internasional di antara sesama rakyat. 

KELIK ISMUNANTO

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid