PRIMA Siap Menangkan Rakyat Biasa di Pemilu 2024

Hari selasa (⅙) malam, pukul 19.00 WIB, bertempat di Pusat Perfileman Usmar Ismail, di jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, sejumlah tokoh dan kaum muda berusaha menciptakan sejarah baru.

Malam itu, di tengah suasana peringatan Hari Lahirnya Pancasila, Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) mendeklarasikan kehadirannya di tengah pentas politik Indonesia.

Deklarasi PRIMA berlangsung elok. Dimulai dengan lagu INDONESIA RAYA yang berkumandang dengan khidmat, disusul persembahan tarian Nusantara oleh Griya Seni Ekayana.

Beberapa menit kemudian, Paduan Suara Mercubuana mengumandangkan dengan penuh semangat Mars Partai Rakyat Adil Makmur. 

Setelah itu, ada pemutaran film pendek berjudul “Ketetapan” untuk menggambarkan latar-belakang kelahiran PRIMA dan cita-cita politiknya.

“Film ini menceritakan bahwa PRIMA lahir dari situasi kebangsaan saat ini, persiapannya melalui proses yang panjang, dan diputuskan untuk memenangkan rakyat biasa dan Pancasila di pemilu 2024,” demikian penjelasan pranatacara.

Usai pemutaran film pendek, kepengurusan PRIMA di tingkat pusat pun diperkenalkan. Dari Majelis Pertimbangan Partai (MPP), Dewan Pimpinan Pusat (DPP), dan para Juru Bicara nasional.

Di jajaran MPP, ada Mayjen TNI (Purn) R Gautama Wiranegara. Lulus Akademi Militer pada 1983, Gautama banyak berkiprah di TNI-AD bidang intelijen. Di tahun 2016, Gautama mendapat tugas sebagai sekretaris utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Dari deretan para jubir muda, ada Farhan Abdillah Dalimunthe, Rintis Yulianah, Intan Nurbaeti, Samsuddin Saman, Arkilaus Baho, dan Mesak Habari.

Sementara di jajaran DPP, ada Agus Jabo Priyono sebagai Ketua Umum, Dominggus Oktavianus sebagai Sekretaris Jenderal, dan Diena Mondong sebagai Bendahara Umum.

Jajaran DPP yang lain adalah Alif Kamal (Wakil Ketua Umum), Ma’ruf Asli Bhakti (Wakil Ketua Umum), Rini Hartono (Wakil Sekretaris Jenderal), Surya (Wakil Sekretaris Jenderal), Kelik Ismunanto (Wakil Bendahara Umum), dan Minaria Christin Natalia (Wakil Bendahara Umum).

Agus Jabo Priyono, sang Ketua Umum partai, bukan nama asing di dunia pergerakan. Di masa mudanya pernah aktif di Pergerakan Islam Indonesia (PII).

Tahun 1996, dalam perjuangan menentang rezim Orde Baru, Agus Jabo dan kawan-kawannya mendirikan Partai Rakyat Demokratik (PRD). Untuk diketahui, PRD adalah partai kaum muda yang berani berhadap-hadapan dengan rezim Orde Baru di tahun 1990-an.

Memenangkan Rakyat Biasa

Usai memperkenalkan pengurus partai, Ketua Umum PRIMA menyampaikan pidato politik. Pidato monumental itu dimulai dengan refleksi atas situasi kebangsaan saat ini.

“Indonesia dengan semua yang terkandung di dalamnya, semua untuk semua, bukan untuk satu golongan, bukan untuk 1 persen warga negara Indonesia,” katanya.

Menurut Agus Jabo, PRIMA lahir di tengah pusaran arus kehidupan bangsa yang keras akibat pandemi, ekonomi yang semakin jauh dari prinsip-prinsip kemanusiaan dan keadilan, serta polarisasi kehidupan berbangsa yang akut.

Di pidato singkat itu, Agus Jabo menyinggung keberpihakan politiknya pada rakyat biasa. Merujuk pada mayoritas rakyat Indonesia yang kurang menikmati kue ekonomi atau manfaat dari pertumbuhan ekonomi.

Pidato itu juga mengajak seluruh rakyat Indonesia dan komponen bangsa untuk membangun dan menata kembali Indonesia sesuai cita-cita Proklamasi kemerdekaan.

Untuk itu, lanjut Agus, PRIMA menyerukan empat hal.

Pertama, memperjuangkan reformasi perpajakan di Indonesia agar lebih berkeadilan. Agar si miskin dan mereka yang pendapatannya lebih kecil membayar pajak lebih kecil, sedangkan si kaya atau berpendapatan besar membayar pajak lebih besar.

Kedua, memperjuangkan kemakmuran lewat pemanfaatan sumber daya alam berorientasi kemakmuran rakyat, industri nasional yang mandiri, membangun pertanian modern, dan memajukan UMKM dan koperasi sebagai soko guru ekonomi bangsa.

Ketiga, menjadikan Indonesia sebagai negara maju, yang kuat dan berdikari, baik ekonomi, politik maupun sosial budaya, dengan sistem demokrasi partisipasif, pemerintahan bersih, dengan sumber daya manusia yang unggul, setara dan tidak lagi menjadi follower bagi negara lain.

Dan keempat, dengan kemakmuran dan berdikari, Indonesia akan menjadi negara yang terlibat aktif dalam menjaga perdamaian dunia.

“Kita tidaklah seperti pungguk yang merindukan bulan tetapi kita percaya: yang berjuang, pasti menang,” kata Agus Jabo menutup pidatonya.

Optimis Lolos Verifikasi

Dalam sesi konferensi pers usai acara deklarasi, jajaran pengurus DPP PRIMA menyampaikan optimisme mereka untuk bisa lolos verifikasi KPU.

“Kami sangat optimis bisa lolos verifikasi KPU dan bisa mewarnai pemilu 2024,” kata Sekjen PRIMA, Dominggus Oktavianus.

Menurutnya, partainya kini sudah mengantongi Surat Keputusan pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM RI pada Desember 2020.

Selain itu, partai PRIMA kini sudah berada di 34 Provinsi di Indonesia, tersebar di 387 kabupaten/kota, dan berdiri di 3700 kecamatan di Indonesia.

“Kami sedang menyiapkan kelengkapan administrasi sambil menunggu jadwal verifikasi oleh KPU,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Dominggus menegaskan, meski kepengurusan di tingkat DPP hingga DPK (kepengurusan tingkat Kota/Kabupaten) sudah lengkap, tapi pihaknya masih membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa pun untuk bergabung.

“Target kami untuk membuat perubahan, agar Pancasila dan rakya biasa menang di pemilu 2024, agar Indonesia lebih adil dan makmur, sehingga butuh dukungan sebanyak-banyaknya,” jelasnya.

Untuk mendapat informasi yang lebih lengkap tentang PRIMA, anda bisa berkunjung ke website resmi www. prima.or.id atau aplikasi PRIMA di play store.

PRIMA membuka pintu pendaftaran secara online via aplikasi PRIMA.

MAHESA DANU

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid