Posko Menangkan Pancasila di Buol Advokasi Warga Transmigran

Nasib warga transmigran di dua desa di kecamatan Tiloan, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, akhirnya mendapat perhatian dari Posko Menangkan Pancasila.

Hari senin (11/12/2017), posko Menangkan Pancasila bersama 200-an warga desa Boilan dan Maniala, kecamatan Tiolan, mendatangi kantor Bupati Buol.

Mereka mengadukan persoalan penyerobotan tanah oleh pihak-pihak tertentu dan perampasan lahan oleh PT Hardaya Inti Plantations (HIP).

“Ini perampasan hak atas tanah, yang notabene tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945,” kata Koordinator aksi, Syamsul Bahri, di depan kantor Bupati.

Menurut Syamsul, warga desa Boilan dan Maniala, yang merupakan transmigran dari pulau Jawa, sudah berdiam di daerah itu sejak 1982.

“Mereka didatangkan ke Buol, bukan atas kemauan sendiri, melainkan karena program pemerintah saat itu,” jelasnya.

Sejalan dengan itu, lanjut dia, warga kemudian mendapat tanahdari pemerintah. Awalnya berstatus hak pakai, tetapi sejak 1992 berubah menjadi hak milik.

“Mereka punya bukti kepemilikan berbentuk sertifikat dan bayar pajak hingga 2017 ini,” tambahnya.

Di hadapan Asisten I Bupati Buol dan Kepala Badan Pertanahan Kabupaten Buol, perwakilan Posko Menangkan Pancasila dan warga desa Boilan dan Maniala menyampaikan tuntutan pengembalian hak atas tanah mereka.

Selain itu, mereka juga menuntut penghentikan berbagai bentuk diskriminasi berbau SARA  terhadap warga transmigran. Mereka juga menuntut penyelesaian konflik agraria sesuai pasal 33 UUD 1945.

Deklarasi Posko

Aksi ini juga dirangkaikan dengan deklarasi Posko Menangkan Pancasila Kabupaten Buol. Selain sebagai ruang konsolidasi dan diskusi ideologi Pancasila, posko ini akan mengadvokasi persoalan-persoalan rakyat.

“Kita ingin menghadirkan Pancasila di tengah rakyat, termasuk di tengah mereka yang terpinggirkan oleh kebijakan pemerintah,” ujar Koordinator Posko Menangkan Pancasila Kabupaten Buol, Mansur Lewa, kepada berdikarionline.com.

Menurut dia, advokasi persoalan-persoalan rakyat sekaligus untuk menunjukkan bahwa Pancasila tidak mentolerir kebijakan atau tindakan yang merampas hak-hak rakyat.

Muhammad Idris

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid