PG Rajawali Arogan: Kembali Merusak 2 Petak Lahan Perkebunan Pisang

Bandung, Berdikari Online – Selasa 1 Agustus 2023. Dua petak lahan perkebunan pisang milik Mang Taslim dan Mang Mi’an yang letaknya di Blok Kepuh Dusun Tongtolokan, Desa Manyingsal Kec. Cipunagara, Kabupaten Subang dirusak menggunakan traktor oleh petugas dari PG Rajawali. Mang Taslim yang tergabung dalam Perkumpulan Sejahtera Tani Lestari mengabari Samsul Hadi via telfon melaporkan bahwa lahan yang dia garap dibajak oleh pihak PT PG Rajawali yang kemudian langsung datang ke lokasi.

Sesampainya di sana, pembajakan itu sudah menghabiskan dua lahan. Sopir Traktor Kombet saat ditanya tentang aksi perusakan ini hanya menjawab bahwa ini atas perintah Kepala Sinder Kebun Wilayah (SKW) yang bernama Rohadi.

“Saya tidak tahu apa-apa,” jawab Sopir ketika ditanya.

Kemudian Perkumpulan Sejahtera Tani Lestari mengarahkan dan meminta kepada sopir untuk tidak merusak lahan yang digarap  masyarakat petani. Traktor Kombet pun dipindah oleh sopir ke lahan bagian barat yang bukan lahan garapan warga.

“Padahal kita selalu menawarkan mereka untuk berdialog tetapi pendekatan yang mereka lakukan ini cenderung pendekatan premanisme. Arogansi pihak PG ini sudah berlangsung lama. Itulah kenapa petani membentuk perkumpulan supaya petani kuat,” terang Samsul Hadi.

“Bahwa segala yang dilakukan oleh oknum PG ini sangat meresahkan masyarakat karena setiap kali dia bertindak di lokasi lahan garapan warga tidak didasari surat perintah, dan selalu arogan. Kalau persis kejadian hari ini baru 2 orang keburu kerelai tapi pada tahun 2001, banyak sekali para petani yang merugi karena tanamannya dibajak dengan alasan ada program dari kementerian Dirjen Disbun yang sampai saat ini  belum terkuak karena selalu ditutup-tutupi,” sambung Pak Asep selaku Ketua Kelompok Perkumpulan Sejahtera Tani Lestari.

Konflik ini sudah berlangsung lama sejak tahun 2001. Dari kronologis yang dikirimkan kepada berdikarionline.com,  konflik Agraria tersebut bukan hanya antara Kelompok Tani Perkumpulan Sejahtera Tani Lestari dengan pihak PG Rajawali  namun juga ada oknum Pemerintah Desa, oknum TNI AD dan Marinir untuk melarang petani melanjutkan aktivitas penggarapan lahan atas perintah SKW PG Rajawali atas nama Rohadi pada tanggal 18 Februari 2021.

Dihubungi secara terpisah, Ahmad Rifai, Ketua Umum Serikat Tani Nelayan,  berpendapat bahwa secara khusus Pak Jokowi harus mengevaluasi Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan  Eric Thohir, begitu juga dengan kementerian ATR/BPN RI di bawah pimpinan Hadi Tjahjanto mengingat masih adanya konflik agraria antara rakyat dengan BUMN yang mengelola perkebunan seperti yang terjadi di Subang yaitu konflik Kelompok Tani Perkumpulan Sejahtera Tani Lestari dengan PG Rajawali. Ahmad Rifai pun kemudian mengecam sikap PG Rajawali yang memerintahkan perusakan tanaman petani dengan menggunakan traktor.

“Seharusnya selesaikan konflik agrarianya dulu dengan cara redistribusi tanah ke Kelompok Tani Perkumpulan Sejahtera Tani Lestari  untuk mewujudkan Reforma Agraria sebagai basis kemakmuran dan kedaulatan atas pangan nasional,” pungkas Ahmad Rifai.

(Ika A. L.)

Foto : Illustrasi Traktor Sawah (Sumber : www.acehtrend.com)

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid