Parade Menangkan Pancasila: Turunkan Harga Kebutuhan Dasar, Wujudkan Kesejahteraan Sosial

Seribuan orang yang tergabung dalam Posko Menangkan Pancasila menggelar Parade Menangkan Pancasila dengan berbaris dari depan Kedutaan Besar Amerika Serikat menuju Patung Kuda Monumen Nasional, Minggu (28/1/2018).

Selain sebagian peserta yang mengenakan pakaian adat khas berbagai suku di Indonesia, juga tampak ibu-ibu yang membawa perlengkapan dapur seperti panci dan wajan.

Para peserta juga mewakili berbagai bidang pekerjaan, seperti ibu rumah tangga, guru, buruh, petani, sopir dan pekerja angkutan umum, dan mahasiswa.

Tidak hanya itu, pawai yang dimotori oleh Partai Rakyat Demokratik (PRD) ini juga membentangkan kain merah-putih sepanjang 1000 meter.

Parade Menangkan Pancasila di Jakarta, Minggu (28/1/2018). (Foto: Dok PRD)

Teriakan-teriakan “Menangkan Pancasila” dan “Turunkan Harga” berkumandang dalam pawai yang disemarakkan dengan bendera Merah-Putih, bendera PRD, umbul-umbul dan ratusan poster ini.

Koordinator Posko Nasional Menangkan Pancasila, Ahmad Rifai, menyebut Parade Menangkan Pancasila ini sebagai gerakan simpatik untuk mengingatkan pemerintah.

“Pemerintah harus punya perhatian terhadap persoalan kesejahteraan sosial, terutama soal pemenuhan kebutuhan dasar rakyat,” ujarnya.

Menurutnya, sejak beberapa tahun terakhir harga kebutuhan dasar rakyat semakin mahal dan sulit terjangkau oleh masyarakat berpendapatan menengah ke bawah.

Ibu-ibu rumah tangga mengeluhkan kenaikan harga kebutuhan pokok. (Foto: Dok PRD)

Lonjakan harga kebutuhan dasar itu, ungkapnya, didorong oleh kebijakan pemerintah yang mencabut subsidi beberapa komoditas penting, seperti BBM, listrik dan elpiji. Juga keputusan pemerintah melepas harga sembako pada mekanisme pasar.

“Penghapusan subsidi dan mekanisme pasar tanpa kendali pemerintah identik dengan kebijakan neoliberal, ini yang mesti dikoreksi oleh pemerintah,” jelasnya.

Ketua Umum PRD, Agus Jabo Prioyono, di tengah-tengah peserta Parade Menangkan Pancasila. (Foto: Dok PRD)

Disamping itu, Rifai juga menyoroti kebijakan pemerintah terkait impor sejumlah produk pangan, seperti beras, garam dan gula. Padahal, negara ini punya potensi untuk memproduksi semua kebutuhan pangan tersebut.

“Menteri Pertanian bilang kita surlplus beras, tapi kok masih juga impor dari luar. Ini ada yang tidak beres,” tuturnya.

Dalam aksi tersebut, Posko Menangkan Pancasila menuntut pemerintah untuk fokus menurunkan harga kebutuhan dasar rakyat, dengan menghentikan kebijakan pencabutan subsidi dan menghadirkan negara dalam urusan pangan.

Selain itu, mereka juga menuntut pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan, dengan memuliakan petani dan memaksimalkan potensi pertanian dalam Negeri.

“Kalau mau mememangkan Pancasila, persoalan kebutuhan dasar rakyat harus diselesaikan. Kedaulatan pangan dan energi mesti diwujudkan,” tegas Rifai.

Poster-poster berisi tuntutan dalam Parade Menangkan Pancasila. (Foto: Dok PRD)

Parade yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB berangsung tertib dan tidak mengganggung arus lalu-lintas sepanjang jalan Merdeka Selatan.

Mahesa Danu

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid