Palestina Tuntut Pembangunan Kembali Sekolah Yang Dihancurkan Israel

Kementerian Pendidikan Palestina bersama sejumlah siswa dan aktivis hak asasi melakukan aksi simbolik di depan sekolah Jamal Abdul Nazer yang rusak akibat serangan Israel tahun 2014 lalu. Menurut Menteri Pendidikan Palestina, ada 244 sekolah yang rusak berat atau hancur akibat serangan tersebut, termasuk di antaranya puluhan sekolah yang dibangun oleh PBB.

Tuntutan ini tidak secara khusus ditujukan kepada Israel melainkan kepada komunitas internasional. Namun editorial sebuah media beraliran kiri-liberal Israel, Haaretz, tanggal 4 Agustus 2014 menyebutkan bahwa Israel harus untuk membangun kembali Gaza sebagai bentuk “tanggung jawab moral” ketimbang sebagai propaganda.

Pada kenyataannya, pengepungan atas Gaza masih terus dilakukan oleh pasukan Israel sehingga menyulitkan rencana ini.

Mohamed Siyam, Direktur Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan mendesak komunitas internasional untuk mengambil tindakan dalam usaha mempercepat pembangunan kembali sekolah yang rusak.  “Ini adalah pesan yang jelas kepada komunitas internasional. … bahwa kami menghadapi persoalan nyata dengan terbatasnya sekolah. Dunia harus campur tangan untuk mengatasi persoalan ini dengan mencabut kepungan atas Jalur Gaza dan ambil bagian dalam pembangunan sekolah-sekolah baru untuk murid-murid kami,” tambahnya.

Serangan tanggal 7 Juli hingga 26 Agustus di Jalur Gaza menimbulkan 2,220 korban jiwa Palestina, di antaranya terdapat 1,500 rakyat sipil. Sekitar setengah juta orang terpaksa mengungsi karena hancurnya lebih dari 10.000 rumah penduduk.

Pembangunan kembali Jalur Gaza, baik sekolah maupun infrastruktur lain, akibat serangan tahun 2014 itu diperkirakan akan membutuhkan dana lebih dari 5 miliar dolar AS. Angka tersebut baru untuk kebutuhan infrastruktur luar, belum termasuk kebutuhan interior bangunan.

teleSUR/Middle East Monitor/Haaretz

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid