Militer Venezuela Tetap Loyal Pada Presiden Maduro

Presiden Nicolas Maduro sedang menghadapi ancaman akan dijatuhkan oleh parlamen yang telah dikuasai oposisi sayap kanan. Menanggapi ancaman ini angkatan bersenjata Venezuela, yang dikenal dengan nama FANB, mengangkat sumpah kesetiaan penuh kepada Presiden Maduro.

Sebelumnya kantor berita teleSUR melaporkan  bahwa anggota parlamen dari PSUV, Pedro Carreno, mengingatkan potensi kudeta yang akan dilakukan sayap kanan.

Sumpah setia ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan Vladimir Padrino, sebagaimana dikutip AFP, “Nicolas Maduro Moros merupakan pemegang otoritas negara, dipilih oleh suara rakyat, yang tengah menghadapi hambatan-hambatan yang rumit, lawan dari segala jenis, dan mengikuti jejak langkah Bolivar. Sekarang ia secara tepat memimpin capaian yang merupakan kepentingan tertinggi negeri ini. Sebagai konsekuensinya kami menegaskan kembali, komandan, kesetiaan kami dan dukungan tanpa syarat.”

Komandan angkatan bersenjata Venezuela ini juga mengecam disingkirkannya foto Hugo Chavez dan Simon Bolivar dari gedung Majelis Nasional dengan menyebutnya sebagai “tindakan vulgar”.

Sayap kanan Venezuela memiliki catatan buruk dalam hal kepatuhannya terhadap konstitusi. Tercatat setidaknya mereka telah melakukan delapan tindakan yang melanggar konstitusi seperti sabotase perusahaan minyak negara, memicu kekerasan dan kerusuhan, mencari dukungan AS untuk menjatuhkan Chavez, sampai dengan percobaan kudeta di tahun 2002.

Pada kasus yang disebutkan terakhir, upaya kudeta tersebut digagalkan oleh mobilisasi massa rakyat yang menuntut kembalinya Chavez yang kemudian berhasil menarik pula simpati dari sebagian faksi dalam militer untuk mendukung Chavez.  Dengan kemampuan politik dan pengalaman militernya Chavez berhasil merangkul angkatan bersenjata Venezuela untuk setia kepada rakyat dan Revolusi Bolivarian.

teleSUR/Mardika Putra

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid