Menghadapi Pemilu, Kamboja Nyaris Tanpa Oposisi

Kamboja akan selenggarakan Pemilihan Umum legislatif pada 23 Juli 2023. Sekitar 9,7 juta pemilih akan memilih 125 anggota Majelis Nasional yang berasal dari 18 partai terdaftar. Meski demikian, Pemilu ini dinilai akan berjalan timpang karena tidak ada partai oposisi yang kuat untuk mengimbangi partai penguasa Partai Rakyat Kamboja (PRK). Saat ini PRK menguasai seluruh kursi parlamen yang tersedia.

Ketimpangan ini diperkirakan akan terjadi karena Komisi Pemilihan Umum Kamboja mendiskualifikasi Partai Cahaya Lilin yang merupakan oposisi utama pemerintah. Partai beraliran liberal ini dianggap tidak memenuhi syarat administrasi untuk menjadi peserta pemilu.  

Sebelumnya, di tahun 2017 lalu pemerintahan Perdana Menteri Hun Sen menangkap Khem Sokha, pimpinan partai oposisi utama Partai Penyelamat Nasional Kamboja (PPNK). Khem Shoka dihukum 27 tahun penjara dengan tuduhan melakukan konspirasi dengan pihak asing untuk menggulingkan pemerintahan. Pada tahun itu juga Mahkamah Agung membubarkan PPNK. PPNK juga dikenal sebagai partai beraliran liberal.

Pemilu Kamboja dilaksanakan lima tahun sekali dengan menggunakan sistem proporsional tertutup. Pada Pemilu terakhir tahun 2018 PRK memperoleh 76 persen suara dan memborong seluruh kursi parlamen. Sedangkan dua partai lain di urutan berikutnya mendapatkan masing-masing sekitar 5 persen dan 1 persen suara. (dom)

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid