LMND Manado Tuntut Izin PT Manado Utara Perkasa Dicabut

Manado, Berdikari Online – Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) Kota Manado melakukan aksi demonstrasi sebagai bentuk Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945 di Patung Wolter Monginsidi kota Manado, Senin (03/06/2024).

Hen Tjodi, koordinator aksi menyampaikan bahwa hari lahir Pancasila merupakan sejarah bangsa yang harus terus dikenang. Pada saat itu para pendiri bangsa mampu membangun pondasi kebangsaan Indonesia. Karena itu Pancasila sudah seharusnya terimplementasi dalam kehidupan rakyat bukan sekedar menjadi slogan, hafalan, maupun hiasan dinding dalam gedung Pemerintahan.

“Nilai- nilai Pancasila: Ketuhanan, Sosio Demokrasi dan Sosio Nasionalisme makin tergerus khususnya di Kota Manado,” kata Hen Tjodi, yang juga sebagai anggota LMND Manado. “Pada aspek politik kita bisa melihat bahwa arah kebijakan yang dilahirkan oleh Pemerintah selalu bertentangan dengan keinginan rakyat, bahkan tak tersentuh dengan kehidupan rakyat, tak tanggung-tanggung membuat kehidupan rakyat makin terisolir.”

“Dan yang terbaru, kebijakan yang digagas adalah reklamasi Manado Utara yang disinyalir telah mengantongi izin Analisis Dampak Lingkungan , Amdal, dari pihak Pemerintah,” tambah Hen Tjodi

Menurut Hen, mega proyek tersebut dinilai menyimpang dari prinsip Sosio Demokrasi karena proses pembuatan kebijakan tidak melibatkan rakyat, bahkan dampak besar akan ditanggung rakyat sementara keuntungan besar hanya untuk segelintir orang (Pemodal).

EK-LMND Manado pun menilai Pemerintah harus serius dalam peningkatan investasi. Dalam perspektif LMND, harusnya investasi yang dibangun adalah investasi yang berbasis pada komoditas lokal serta ramah lingkungan.

“Kota Manado telah dikenal sebagai kota ekowisata dengan keindahan biota laut Pulau Bunaken dan sekitarnya serta menjadi sentra perputaran ekonomi, sehingga perlu didukung infrastrukur di wilayah lainnya sebagai penyokong produksi,” terang Hen Tjodi.

Hen Tjodi juga memberikan contoh kasus wilayah Nusa Utara yang telah dikenal memiliki penghasilan di sektor perikanan dan menembus angka 30 ton/hari, serta wilayah Minahasa dan Bolmong Raya yang dikenal sebagai wilayah yang kaya akan holtikultura. Dengan begitu produksi maksimal di daerah lain akan sangat berdampak terhadap Kota Manado yang menjadi sentra perputaran Ekonomi (Sentra transaksi komoditas).

“Keindahan Biota laut Bunaken Manado; juga dikenal akan kuliner lokal Bubur Manado, Ikan Bakar atau sebagai sentra kuliner Sulawesi Utara yang bahan bakunya berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Utara,” ujar Hen Tjodi memberi contoh lain.

Berikut sikap atau poin tuntutan EK-LMND Manado yang disampaikan dalam gelar Peringatan Hari Pancasila tersebut:
Pertama, mendesak pemerintah pusat dan pemerintah Sulawesi Utara untuk mencabut izin PT Manado Utara Perkasa.
Kedua, mendesak pihak hukum, dalam hal ini Polri, Polres, BPN dan Kejaksaan RI untuk melakukan investigasi secara transparans terhadap proses perizinan PT. Manado Utara Perkasa.
Ketiga, menuntut hak-hak hukum Agraria Bagi rakyat terdampak reklamasi.

(Fikar Toadore) 

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid