Koalisi Pemerintahan Dibentuk Tanpa Pemenang Pemilu Di Thailand

Bangkok, Berdikari Online – Partai Pheu Thai (Partai Untuk Thai) telah membentuk koalisi pemerintahan dengan total 302 dari 500 kursi parlamen tanpa melibatkan pemenang Pemilu Move Forward Party (MFP). Dengan situasi ini maka partai besutan anak muda yang banyak dielukan sebagai liberal-progresif, Pita Limjaroenrat, terancam tidak diikutsertakan dalam pemerintahan meskipun memperoleh 115 kursi dalam parlamen Thailand.

Mengutip laporan Bangkok Post (2/8), sepuluh partai lain diajak oleh Partai Pheu Thai, termasuk lima partai pendatang baru. Partai Pheu Thai bersama koalisinya akan mencalonkan Srettha Tavishin sebagai Perdana Menteri dalam pemungutan suara hari Jumat mendatang.

Pimpinan Partai Pheu Thai Cholnan Srikaew mengaku ia didorong oleh partai-partai yang berada dalam koalisi 8 partai untuk menggalang dukungan dari partai-partai lain serta dari senat untuk membentuk pemerintahan baru.

Partai yang didirikan oleh mantan Perdana Menteri Takshin Sinawatra ini, berada di urutan kedua Pemilu Mei kemarin dengan perolehan 141 kursi parlamen. Partai ini berhasil merangkul berbagai spektrum politik yang tidak menginginkan perubahan Undang-Undang Les Majeste yang mengatur tentang kekuasaan Raja Thailand.

Sebelumnya, Partai Bergerak Maju (MFP) berkeras melakukan perubahan terhadap Undang-Undang tersebut. Sikap ini berakibat kegagalannya memenangkan pemungutan suara untuk membentuk pemerintahan dengan Pita Limjaroenrat sebagai Perdana Menteri pada 13 Juli lalu, sekalipun telah membentuk koalisi 8 partai dengan 312 kursi parlamen.

Dalam pemungutan suara untuk Perdana Menteri, selain 500 anggota parlamen, terdapat 250 suara senat yang juga turut dihitung. Dengan demikian, dibutuhkan setidaknya 376 suara untuk memenangkan pemilihan. Seluruh anggota senat tersebut dipilih oleh junta militer yang melakukan kudeta tahun 2014 lalu.

(Dom)

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid