Inilah 8 Alasan Kenapa Denmark Dianggap Makmur

Tentu setiap orang ingin hidup bahagia, dengan semua kebutuhan dasar terpenuhi. Ini adalah mimpi semua negara-bangsa di dunia. Tetapi hanya sedikit yang mendekatinya.

Salah satunya adalah Denmark. Negara anggota Skandinavia ini sering menempati urutan teratas negara-negara makmur di dunia. Mengungguli Amerika Serikat dan negara-negara besar Eropa (Perancis, Inggris, Jerman, dan lain-lain).

Inilah 8 alasannya:

Pertama, pekerja menganggur di Denmark dibayar 90 persen dari gajinya selama dua tahun.

Denmark punya kebijakan jaring pengaman sosial paling luar biasa terhadap pekerja menganggur. Di sana setiap pekerja menganggur yang sudah bekerja selama 52 minggu dalam 3 tahun berhak dibayar 90 persen dari gajinya selama 2 tahun. Tidak hanya itu, pemerintah Denmark juga punya banyak program pelatihan kerja. Alhasil, 73 persen dari orang Denmark usia 15-24 punya pekerjaan bergaji. Bandingkan dengan Amerika Serikat yang hanya punya 63 persen.

Kedua, Denmark masuk Negara terbahagia di dunia

Dalam daftar negara paling bahagia di dunia, Denmark selalu menempati urutan teratas. Sedangkan Amerika Serikat menempati peringkat ke-15. Lalu, negara kita tercinta, Indonesia, hanya menempati urutan ke-74.

Rangkingisasi negara paling bahagia di dunia ini menggunakan sejumlah tolak ukur, seperti angka harapan hidup, PDB, jaring pengaman sosial, tingkat korupsi, dan kekebasan dalam menentukan pilihan.

Ketiga, waktu kerja perminggu sangat pendek

Denmark termasuk negara yang cukup memperhatikan keseimbangan hidup dan bekerja. Orang Denmark rata-rata hanya bekerja 36 jam per minggu, dengan gaji 46.000 dollar AS per tahun. Sudah begitu, pekerja Denmark punya hak 5 minggu berlibur per tahun. Dan gajinya tetap dibayar.

Bandingkan dengan AS. Rata-rata orang bekerja di AS selama 47 jam per minggu. Setiap tahunnya pekerja di AS hanya mendapat jatah 16 hari untuk berlibur. Sedangkan orang Indonesia bekerja rata-rata 40 jam per minggu.

Keempat, mahasiswa dibayar 900 dollar AS per bulan untuk menghadiri kuliah

Mahasiswa di banyak negara, termasuk Indonesia, bermimpi bisa kuliah gratis. Itupun mimpi yang sangat sulit terjadi. Nah, di Denmark, kuliah bukan hanya gratis, tetapi mahasiswa dibayar 900 dollar AS agar kuliah. Asalkan, mahasiswa ini tinggal sendiri (tidak dengan orang tua). Biasanya, uang itu diberikan per enam bulan sekali.

Bandingkan dengan AS. Di negeri paman sam ini, mahasiswa harus membayar 31.000 dollar AS per tahun untuk kuliah di kampus swasta. Sementara biaya kuliah di Universitas publik berkisar 22.000 dollas AS per tahun.

Kelima, pendapatan perkapita tertinggi di dunia

Di Denmark, para pekerja hidup dengan gaji yang melebihi kebutuhan pokok. Pendapatan perkapita Denmark termasuk tertinggi di dunia, yaitu 60,634 dollar AS. Lebih tinggi 5000 dollar AS dibanding Amerika Serikat. Sedangkan Indonesia hanya 3.491 dollar AS.

Keenam, tingkat kemiskinan terendah di dunia

Tingkat kemiskinan di Denmark terbilang sangat rendah. Bahkan termasuk yang terendah di dunia. Tingkat kemiskinan di Denmark hanya 6 persen. Bandingkan dengan negara-negara OECD yang mencapai 13 persen. Atau dengan Amerika Serikat yang mencapai 14,5 persen.

Ketujuh, hak cuti melahirkan selama 52 minggu

Pemerintah Denmark memberikan hak cuti selama 52 minggu kepada pasangan yang baru punya anak. Dan ingat, gaji mereka tetap dibayar penuh (pekerja sektor publik). Disamping itu, Ibu melahirkan berhak atas cuti selama 4 minggu sebelum melahirkan dan 14 minggu setelah melahirkan. Sedangkan si bapak punya waktu cuti 2 minggu pasca kelahiran anaknya.

Kedelapan, tingkat ketimpangan pendapatan sangat rendah

Tingkat ketimpangan pendapatan di Denmark termasuk yang terendah di dunia. Rasio gini negara berpenduduk 5,6 juta jiwa ini hanya 0,25. Bandingkan dengan AS yang mencapai 0,46 atau Indonesia yang sudah mendekati 0,42.

***

Untuk diketahui, Denmark ini menerapkan model ekonomi yang disebut “Model Nordic”, yang mengkombinasikan antara ekonomi pasar dan negara kesejahteraan (welfare state). Ini ditandai dengan program kesejahteraan/sosial yang kuat, pajak untuk membiayai program sosial, kesempatan kerja penuh, dan peran serikat buruh yang kuat (lebih 70 persen pekerja denmark anggota serikat buruh).

Diolah dari berbagai sumber oleh Raymond Samuel

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid