Inilah 11 Presiden Yang Minta Gajinya Dipotong Untuk Anggaran Publik

Tak terpungkiri, jabatan Presiden atau Perdana Menteri identik dengan gaji yang tinggi, fasilitas mewah, dan perlakuan istimewa. 

Tapi, ada juga Presiden atau Perdana Menteri yang tak memperdulikan gaji. Ada Presiden yang rela gajinya dipotong untuk menghemat anggaran negara. Ada juga yang tak mau menerima gaji sama sekali.

Ada pemimpin yang melakukannya sebagai respon terhadap situasi krisis. Ada juga yang melakukannya karena memang prinsip hidup dan sikap politiknya.

Berikut ini 10 Presiden yang rela memotong atau tidak menerima gaji:

#1 JOSE ‘PEPE’ MUJICA

Sepanjang 2010-2015, Uruguay punya Presiden yang mendunia. Ya, saat itu Presiden Uruguay, Jose Mujica, mendadak viral karena gaya hidup sederhananya.

BBC menyebutnya Presiden termiskin di dunia. Media lainnya menyebut Mujica sebagai Presiden paling sederhana di bawah kolong langit ini.

Kekayaannya hanya 1800 dollar AS. Hanya ditambah 1 mobil Volkswagen kodok keluaran 1987. Ditambah dengan aset dari istrinya, berupa tanah, traktor, dan rumah, nilai totalnya tak lebih 215 ribu dollar AS.

Saat dilantik sebagai Presiden, Pepe Mujica langsung meminta gajinya dipangkas. Bukan main-main, dipangkas 90 persen. 

Jadi, gajinya yang 12.500 USD per bulan itu hanya diterima 10 persen saja. Sisanya disumbangkan untuk memperkuat program sosial negara, terutama untuk menolong rakyat miskin.

Oiya, untuk diketahui, Mujica ini dulunya seorang gerilyawan marxis. Dia anggota Gerakan Pembebasan Nasional Tupamaro (MLN-T). Dia pernah mendekam 14 tahun penjara karena perlawanannya terhadap rezim diktator dan kapitalistik.

#2 JOHN F KENNEDY

Amerika Serikat pernah punya sejarah Presiden yang menyumbangkan gajinya untuk kegiatan amal. Ya, itu dilakukan oleh Presiden John F Kennedy.

Presiden Kennedy menjabat singkat antara 1961 hingga 1963. Pada 22 November 1963, saat melakukan kunjungan ke negara bagian Texas, Kennedy ditembak mati di atas mobil Kepresidenannya.

Semasa menjadi Presiden, Kennedy menyumbangkan semua gajinya untuk kegiatan amal. Ini termasuk gajinya sebesar 100,000 USD dan tunjangan 50.000 USD.

Tapi, memang sih, Kennedy ini memang sudah tajir sejak lahir. Dia terlahir dari keluarga kaya-raya. Saat itu saja, kekayaan keluarga Kennedy diperkirakan 1 milyar USD.

#3 FERNANDO LUGO

Tahun 2008, politik Paraguay mendadak berubah. Seorang pastor, namanya Fernando Lugo, berhasil memenangi pemilu dan menjadi Presiden. Orang-orang sering memanggilnya “Pastor kaum papa”.

Yang luar biasa, begitu dilantik jadi presiden tahun 2008 itu, Lugo langsung tak mau mengambil gajinya. “Saya tidak membutuhkan gaji itu, yang sebetulnya hak kaum miskin,” kata dia.

Duhh, luar biasa sekali Presiden berhaluan kiri ini. Semua gajinya diserahkan untuk membantu kaum miskin di negerinya. 

Mirip dengan Jose Mujica, Fernando Lugo juga hidup sangat sederhana. Semasa menjabat Presiden, dia menolak tinggi di Istana, malah memilih tinggal di rumahnya yang sangat sederhana.

Sayang, pada Juni 2012, sebuah kudeta yang dirancang sayap kanan melengserkan Lugo dari jabatannya. 

#4 EVO MORALES

Tahun 2006, rakyat Bolivia membuat sejarah baru. Untuk pertama kali dalam sejarah, Bolivia punya Presiden berwajah pribumi (masyarakat asli).

Evo Morales, bekas aktivis serikat petani koka, terpilih sebagai Presiden. Semasa menjabat, Evo terkenal dengan langkah politiknya yang radikal. Dia menasionalisasi hampir semua perusahaan asing yang menguasai aset strategis Bolivia.

Nah, selain sikap politiknya itu, Evo juga terkenal dengan kesederhanaannya. Dia memiliki gaya hidup yang sangat sederhana.

Pada 2006, Evo mengumumkan pemotongan gajinya untuk menambah anggaran bagi guru dan dokter negerinya. Itu juga dilakukan pada Wakil Presiden dan Menteri-Menterinya.

Tahun 2007, ketika Peru diguncang gempat bumi, Evo juga menyumbangkan gajinya bagi korban gempa. Itu juga dilakukannya saat Haiti dan Chile diguncang gempa tahun 2010 lalu.

#5 RAFAEL CORREA

Tahun 2007, Ekuador punya Presiden berlatarbelakang ekonom. Namanya: Rafael Correa. Dia jebolan University of Illinois, Amerika Serikat.

Semasa menjabat, dia terkenal dengan haluan ekonominya yang anti-neoliberal. Dia juga dikenal dengan pemimpin kiri Amerika latin kala itu, seperti Hugo Chavez dan Evo Morales.

Pada bulan Februari 2015, dia mengumumkan akan memotong gajinya. Jadi, gajinya yang 6000 dollar AS per bulan akan dipangkas untuk membantu 2.187 pekerja medis yang sedang berjuang untuk mengurangi angka kematian ibu melahirkan.

Menariknya, dia juga meminta Wakil Presiden dan Menteri-Menterinya mengikuti langkahnya: memotong gajinya demi membantu para tenaga kesehatan.

#6 NELSON MANDELA

Tahun 1994, Nelson Mandela terpilih sebagai Presiden Afrika Selatan. Ia menjadi Presiden kulit hitam pertama dalam sejarah Afrika Selatan.

Semasa menjadi Presiden, selain sibuk mengurus soal rekonsiliasi, Mandela juga tetap memperhatikan nasib anak jalan di negerinya.

Karenanya, begitu jadi Presiden tahun 1994, Mandela menyumbangkan separuh gajinya untuk menolong dan memperbaiki masa depan anak-anak jalanan. 

Sebelumnya, ketika dia menerima Nobel Perdamaian di tahun 1993, hadiah uangnya juga disumbangkan untuk membantu anak-anak kaum miskin dan anak jalanan.

#7 JACINDA ARDERN

Saat dunia berhadap-hadapan dengan pandemi covid-19, Selandia Baru menjadi contoh negara yang sukses melakukan respon dengan baik.

Tentu saja, keberhasilan Selandia Baru tak lepas dari keberhasilan kepemimpinan seorang perdana menteri perempuan, Jacinda Ardern.

Pemerintahan Jacinda Ardern berhasil menekan kasus covid di Selandia Baru hanya di angka 2600-an kasus dan 26 kematian. Angka ini salah satu yang paling berhasil di dunia. 

Menarik, selain sukses menghalau pandemi, Jacinda Ardern juga punya respon politik yang bagus terhadap dampak sosial dan ekonomi dari pandemi.

Salah satunya, pada April 2020, dia mengumumkan akan memotong 20 persen gajinya untuk membantu mereka yang paling terdampak oleh pandemi. Kebijakan ini juga berlaku untuk menteri-menterinya.

Kebijakan itu diikuti oleh Wakil Perdana Menteri dan Menteri-Menteri kabinetnya. Gaji mereka juga dipotong 20 persen selama 6 bulan.

Sedangkan anggota parlemen yang bukan menteri, pemimpin partai atau ketua komite terpilih, akan dipotong gajinya sebesar 10 persen.

#8 JOYCE BANDA

Joyce Banda terpilih sebagai Presiden Malawi pada 2012. Masa jabatannya hanya 2 tahun, karena dia hanya melanjutkan masa jabatan Presiden sebelumnya yang meninggal karena serangan jantung.

Namun, dalam rentang masa yang singkat itu, Joyce Banda menarik perhatian dunia. Begitu dilantik sebagai Presiden, dia memutuskan untuk menjual pesawat jet kepresidenan dan 60 mobil Marcedes milik pemerintah. 

Hasil penjualan barang-barang itu kemudian dipergunakan untuk memperkuat anggaran negara yang sedang dicekik oleh krisis ekonomi.

“Hasil penjualannya bisa digunakan untuk menyediakan layanan dasar bagi masyarakat paling miskin di Malawi, yang paling menderita akibat kebijakan devaluasi mata uang,” katanya dikutip Guardian.

Tak hanya itu, pada Oktober 2012, dia juga mengumumkan untuk memotong gajinya sebesar 30 persen untuk menghemat anggaran negara.

#9 HAGE GEINGOB

Hage Geingob adalah politisi Namibia. Dia menjabat Perdana Menteri dari 2012-2015. Kemudian, dari 2015 hingga sekarang, dia menjabat Presiden Namibia.

Pada 2015, dia mengumumkan pemotongan 20 persen gajinya untuk menambah anggaran pendidikan untuk anak-anak dari keluarga miskin. Belakangan, dia menaikkan potongan gajinya menjadi 30 persen.

Tahun 2020, ketika pandemi covid-19 menyerang Namibia, Geingob mengusulkan agar semua pejabat dan aparatus negara mau dipotong gajinya untuk membantu pegawai sektor publik yang terdampak covid-19.

#10 UHURU KENYATTA

Tahun 2013, Kenya punya Presiden baru. Namanya: Uhuru Kenyatta. Begitu dilantik, Presiden berhaluan liberal-konservatif ini mengumumkan pemotongan gaji.

Skemanya, dia dan Wakil Presidennya memangkas gajinya sebesar 20 persen, sedangkan Menteri-Menteri Kabinet hanya dipangkas 10 persen.

Pemotongan gaji itu dilakukan untuk mengurangi beban APBN Kenya untuk belanja birokrasi.

Kemudian, saat pandemi mengepung Kenya, Uhuru kembali menyerukan pemotongan gaji. Nggak main-main, Presiden dan Wakilnya dipotong 80 persen. Menteri-Menteri dan jabatan setingkat Menteri dipotong 30 persen. Sementara jabatan-jabatan di bawahnya potong gaji 20 persen.

#11 LEE HSIEN LOONG

Singapura, negara tetangga kita, juga menunjukkan keteladanan politik saat menghadapi pandemi covid-19.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengumumkan pemotongan gajinya sebesar 30 persen selama 3 bulan untuk menolong warga Singapura yang sangat terdampak oleh covid-19.

Kebijakan ini juga berlaku pada Wakil Perdana Menteri dan Menteri-Menteri Kabinet. Bahkan, Presiden dan anggota parlemen juga akan dipotong gajinya.

Meski gajinya dipotong, Perdana Menteri Lee akan tetap menjadi pemimpin politik dengan gaji tertinggi di dunia. Untuk diketahui, setiap tahunnya Perdana Menteri Singapura menerima gaji sebesar 2,2 juta USD per tahun.

Diperkirakan, hasil dari kebijakan pemotongan gaji ini akan mengumpulkan uang 7,6 juta USD. 

RAYMOND SAMUEL

*) Artikel ini dipublikasikan pertama kali pada Januari 2016, lalu dimutakhirkan pada 11 Mei 2021 dengan beberapa perbaikan dan penambahan.

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid