Hasil Pemilu Spanyol: Dominasi Dua Partai di Spanyol Berakhir

Partai Populer (PP), partai sayap kanan yang sedang berkuasa di Spanyol, mendapatkan suara terbanyak dalam pemilu yang berlangsung Minggu (20/12) kemarin. Namun, seperti dilaporkan teleSUR, PP kehilangan mayoritas suara untuk dapat membentuk pemerintahan yang mensyaratkan minal perolehan 176 kursi. Pada pemilu 2011 PP berhasil mendapatkan 186 kursi, sementara pemilu kali ini anjlok dengan perolehan 123 kursi.

Di lain pihak, Podemos, partai aliran kiri-baru yang dibentuk dari gerakan ekstra parlamen 2014 lalu, berhasil memenangkan total 69 kursi sehingga berada di posisi ke-3 dalam perolehan suara. Di tempat kedua Partai Sosialis berhasil mengamankan 90 kursi, dari 110 kursi yang diperolehnya di tahun 2011. Partai baru lainnya, Cuidadanos, sebuah partai pro-pengusaha, berhasil memperoleh 40 kursi.

Dengan gambaran hasil ini maka dapat dipastikan tidak ada partai yang dapat membentuk pemerintahan tanpa melakukan koalisi. Hak untuk membentuk pemerintahan pertama kali jatuh pada partai dengan kursi terbanyak, yakni Partai Popular (PP). Cuidadanos kemungkinan akan dirangkul oleh PP ke dalam pemerintahan, meskipun masih harus mencari tambahan dukungan dari partai-partai kecil lain untuk mencukupi 176 kursi seperti yang disyaratkan.

Namun Partai Sosialis tetap mengantisipasi apabila PP gagal membentuk pemerintahan. Dengan demikian sekutu terdekat yang paling mungkin dilibatkan dalam pemerintahannya adalah Podemos.

Pimpinan Partai Podemos (“Kita Bisa”), Pablo Iglesias, dalam jumpa pers yang dilansir RT sesudah exit poll menyatakan bahwa era baru perpolitikan Spanyol telah datang. Sistem dua partai yang berjalan 40 tahun di Spanyol telah berakhir. Iglesias menekankan garis politik partainya yang akan diperjuangkan di parlamen adalah keadilan sosial dan pemberantasan korupsi. Selain itu mereka juga akan memperjuangkan reformasi konsititusi.

Sejak 2008 Spanyol mengalami krisis ekonomi dan belum sepenuhnya pulih. Saat ini angka pengangguran di Spanyol tercatat sebagai yang tertinggi di Eropa setelah Yunani. Podemos masuk ke kancah politik Spanyol dengan tekanan kampanye anti penghematan belanja sosial, anti korupsi dan anti status qou. Ia berjanji untuk mengembalikan anggaran belanja sosial yang telah dipotong oleh PP selama berkuasa. Kepemimpinan Podemos terbilang unik karena sebagian besar terdiri dari akademisi dan aktivis sosial yang berusia muda.

Mardika Putera 

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid