Garasi Buku, Geliat Literasi dari Kota Cilacap

Membangun pendidikan karakter bangsa adalah mutlak adanya. Salah satu caranya adalah dengan membangun kebiasaan membaca atau yang populer saat ini dengan gerakan literasi.

Harus diakui bahwa Kebiasaan membaca (buku) pada masyarakat kita masih teramat rendah. Kemajuan teknologi informasi yang kemudian melahirkan kebiasaan baru memiliki android dan eksis dalam pergaulan media sosial bisa jadi melapangkan jalan kita membangun – meluaskan gerakan literasi, atau sebaliknya justru semakin menjauhkan kita dari aktifitas membaca, menganalisasi satu tema secara ilmiah dan mendalam.

Pemerintah sendiri melalui Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 mencoba menumbuhkan minat baca peserta didik dengan gerakan 15 menit membaca buku non-pelajaran, sebelum waktu belajar dimulai. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik.

Pun demikian dengan aktifitas sejumlah orang muda di Kota Cilacap, mereka berkumpul dan menggeliatkan gerakan literasi dengan mengusung nama Garasi Buku.

Garasi Buku berdiri di awal tahun 2012 dan mulai membuka taman bacaan bagi masyarakat. Bernama Garasi Buku karena memang taman bacaan ini menempati sebuah garasi mobil yang sudah tidak dipakai, milik salah satu warga.

Pada awal berdirinya buku-buku sebagai syarat utama membuka taman bacaan dikumpulkan dari koleksi pribadi milik para penggagas Garasi Buku dan teman-teman yang bersimpati dengan gerakan literasi.

Sekarang koleksi Garasi Buku ada sekitar 700 (tujuh ratus) buku; terdiri atas cerita anak, komik, novel, buku-buku bacaan lslami, buku ekonomi, penelitian pendidikan, sejarah, buku tentang pertanian dan peternakan.

Dalam aktifitasnya Garasi Buku telah banyak mengadakan even-even seperti panggung kesenian merespon peringatan hari Pahlawan, Hari Kemerdekaan Indonesia dan Hari lahir Kartini.

Kegiatan rutin lain yang pernah dijalani Garasi Buku adalah dengan membuka kelas membaca dan menulis bagi masyarakat. juga diskusi rutin yang diadakan setiap malam sabtu dan malam minggu, pematerinya dari teman-teman pengurus Garasi Buku yang berjumlah 17 (tujuh belas) anak, meski kini banyak yang sudah pergi merantau, melanjutkan kuliah, tersisa sekitar 7 (tujuh) anak yang masih tinggal di kampung halaman dan setia mengawal Garasi Buku.

Sekarang setelah 5 (lima) tahun berjalan, Garasi Buku pun banyak menghadapi bermacam kendala. Pertama, ujian bagi konsistensi para relawan Garasi Buku yang memang kebanyakan bekerja dan kuliah, ada beberapa juga yang masih sekolah SMA. Kedua, semakin minimnya minat baca anak-anak di sekitar Garasi Buku. Ketiga, minimnya sumber dana untuk kelangsungan kegiatan-kegiatan rutin Garasi Buku.

Terakhir, bila Anda ingin mendonasikan uang – buku – rak buku atau apapun terkait hal yang dapat mendukung kegiatan taman bacaan ini Anda bisa mengirimkannya ke alamat GARASI BUKU di Jalan Pisang, Dusun Wlahar Desa Bulupayung Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. Kontaknya dengan Kelik Priyanto, bernomor WA 0858 6840 4666. ***

Sukir Anggraeni

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid