Ex PM Australia: Kehadiran NATO di Asia Akan Menjadi Racun

Mantan Perdana Menteri Australia, Paul Keating, mengecam keras rencana perluasan keanggotaan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Asia. Keating mengatakan kehadiran NATO di Asia akan menjadi racun mematikan. Pernyataan ini menanggapi berita rencana pembukaan kantor NATO di Jepang dan kerja sama lainnya dengan Korea Selatan.

Rencana Nato ini dihubungkan dengan tensi yang meningkat antara Amerika Serikat dan Tiongkok dalam potensi konflik di Selat Taiwan. Belakangan ini AS melakukan provokasi di Taiwan, antara lain dengan kunjungan ketua parlamen Nancy Pelosi Agustus tahun lalu, diikuti dengan kunjungan resmi lainnya. AS juga melakukan penjualan persenjataan ke negeri yang diakui sebagian besar negara di dunia sebagai bagian dari Republik Rakyat Tiongkok.

Dalam pernyataannya Paul Keating juga menyebut Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, sangat tidak bijaksana ketika ia berusaha merangkul negara-negara Asia untuk menghadapi Tiongkok. Keating menyarankan agar Nato fokus pada keamanan kawasan Atlantik daripada meluaskan pengaruhnya di Asia-Pasifik.

Namun sebuah pemberitaan dari Politico menyebutkan bahwa Prancis telah menghadang rencana perluasan NATO ke Asia. Seorang pejabat Prancis bersikukuh bahwa keberadaan NATO dibatasi secara geografis di kawasan Atlantik Utara.

Keberatan Prancis ini ditengarai akan menjadi salah satu diskusi dalam Pertemuan Tingkat Tinggi NATO di Lithuania yang akan dimulai hari ini (11/7). Selama beberapa bulan sebelumnya pembicaraan tentang pembukaan kantor perwakilan NATO di Jepang telah terjadi di sejumlah anggota NATO.  (dom)

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid