Di Tahun 2015, Amerika Serikat Jatuhkan 23.144 Bom

Hingga tahun 2015 lalu, Amerika Serikat (AS) tetap memerankan diri sebagai polisi dunia. Belasan negara diobrak-abrik atas nama demokrasi dan perang melawan terorisme. Padahal, Presiden Amerika Serikat saat ini, Barack Obama, adalah penerima Nobel Perdamaian di tahun 2009.

Micah Zenko, seorang peneliti di Council on Foreign Relations (CFR), mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2015 Amerika Serikat menjatuhkan 23.144 bom di enam negara: 22,110 di Irak dan Suriah; 947 di Afghanistan; 58 di Yaman; 18 di Somalia; dan 11 di Pakistan.

“Hitungan ini mengacu pada fakta bahwa Amerika Serikat menjalankan 77 persen serangan udara terhadap Irak dan Suriah. Sementara bom yang dijatuhkan oleh koalisi di tahun 2015 adalah sebanyak 28.714. Hitungan secara keseluruhan ini mungkin masih lebih rendah (dari kenyataan) karena mengasumsikan setiap serangan drone di Pakistan, Yaman, dan Somalia hanya menjatuhkan satu bom,” kata Zenko.

Ironisnya, kendati AS dan sekutunya sudah menjatuhkan puluhan ribu bom dalam 17 terakhir, strategi Washington justru gagal mengalahkan ISIS/Daesh dan militan Islam lainnya.

Di Afganistan, seperti dicatat oleh Foreign Policy magazine, kelompok Taliban justru mengontrol lebih banyak teritori dibanding ketika AS mulai melancarkan invasi di tahun 2001.

Zenko menggaris bawahi, fokus dari strategi kontra-terorisme Washington adalah membunuh esktremis. Faktanya, strategi itu gagal mencegah bertambahnya jumlah kaum militan.

“Buktinya, kekuatan ISIS/Daesh sepenuhnya tidak berubah,” tegas Zenko.

Di tahun 2014, CIA memperkirakan kekauatan ISIS/Daesh berkisar antara 20.000-31.000 orang. Baru-baru ini, Kolonel Steve Warren, jurubicara koalisi pimpinan AS, memperkirakan kekuatan ISIS/Daesh masih berkisar 30.000. Meskipun Pentagon mengklaim ada 25.000 militan ISIS/Daesh yang tewas akibat serangan udara AS.

Sputnik/Raymond Samuel

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid